
Rahma meminta Sandra untuk menemuinya via telpon.
Rahma\= "San bisa ke sini sebentar, ada yang mau aku bicarain"
Sandra\= "Iya mbak aku kesabaran sekarang"
Sandra pun masuk ke ruangan Rahma yang lumayan jauh dari ruang ibunya di rawat, ia mengetuk pintu dengan pelan takut mengganggu orang lain.
"Tok... tok... tok..."
"Iya masuk aja" Sahut Rahma dari dalam, dan Sandra pun langsung masuk ke ruangan itu.
"Hai.. mbak apa kabar"
"Cukup baik San, sini duduk"
Sandra pun duduk di depan ranjang Rahma, dengan perasaan tak karuan, sebenar nya Sandra takut dengan perjanjian yang mereka sepakati tapi apa boleh buat ia harus menepatinya.
"San, bisakah malam ini kamu ketemu suami saya di sini jam 7"
"emmm gimana ya mbak, a.. aku malu mbak"
"Kenapa harus malu?"
"Aku takut suami mbak memandangku sebagai wanita rendah karena melakukan apapun demi uang"
"Suamiku tidak seperti itu Dan percayalah, dia suami yang baik"
"Baiklah kalau begitu"
Sandra pun akhirnya menyetujui untuk bertemu malam ini dengan suami Rahma, sebenar nya Sandra sedikit gugup untuk pertemuan pertama dengan suaminya Rahma, tapi lebih cepat lebih baik, agar semua masalah ini cepat selesai.
__ADS_1
"San, aku harap kamu bisa menerima suamiku dan sesuai perjanjian kita kamu akan memberikan anak kamu padaku setelah melahirkan nanti."
"Iya mbak aku akan konsisten dengan perjanjian itu, karena mbak sudah sangat membantuku."
Mereka pun kemudian ngobrol banyak tentang kehidupan pribadi masing-masing sambil sesekali terdengar tawa mereka, mereka sudah seperti teman lama saja.
Setelah lama mengobrol sampai lupa waktu, akhirnya Sandra memutuskan untuk pergi dari ruangan Rahma.
"Mbak seperti aku harus melihat keadaan ibu, gak apa-apa kan kalau aku tinggal dulu" izin Sandra pada Rahma yang di balas anggukan oleh Rahma.
"Oia San jangan lupa malam ini pukul 7 ya di sini" Rahma mencoba mengingatkan kembali pertemuan Sandra dan Saka.
"Iya mbak siap nanti aku kesini, ya udah mbak aku pamit ya" Sandra pun pamit dan meninggalkan Rahma sendiri.
Rahma pun segera memberi tahu suami nya agar secepatnya pulang kantor, agar bisa bertemu dengan Sandra.
Rahma pun mengirim kan chat kepada Saka via aplikasi berwarna hijau itu.
Tak lama pesan itu berubah warna menjadi centang 2biru, tandanya pesan nya sudah di baca oleh Saka, dan terlihat Saka sedang mengetik sesuatu di sana.
"***Iya sayang, aku pulang sekarang"
"aku tunggu ya mas, love you"
"Love you to***"
Saka pun langsung beres-beres dan segera pulang, di perjalanan ia melihat toko bunga ia mampir sebentar untuk membelikan Rahma bunga.
Saka pun membeli satu buket bunga mawar putih, "Semoga Rahma suka dengan bunga ini" ucap Saka.
Setelah membayar bunga itu Saka melanjutkan perjalanan menuju rumah Sakit, dan tak lama ia sampai lalu ia memarkirkan mobil nya.
__ADS_1
Saka berjalan menuju ruangan Rahma, tapi di perjalanan ia sempat menabrak seseorang.
"Bruughh"
"Ahhh.."
"Maaf mbak saya tidak seng..." perkataan Saka menggantung saat ia menatap wanita di hadapan nya.
"Cas..san...dra..."
Sandra yang namanya dipanggil akhirnya menoleh dan betapa terkejutnya ia melihat Saka di hadapannya.
"Saa.... saka..."
Mereka sejenak saling bertatapan hingga tersadar saat ada suster yang ingin berjalan namun mereka menghalanginya.
"Maaf mbak, mas bisa saya lewat sebentar." ucap Suster itu yang membuat kedua nya langsung menjauh.
"Maaf saya harus pergi, " ucap Sandra pada saka, Sandra langsung pergi meninggalkan Saka.
"San... Sandra tunggu san...." Saka memanggil Sandra yang sudah menjauh dari penglihatannya.
Sandra tak menghiraukan panggilan dari Saka ia terus saja keluar dari rumah Sakit, ia benar-benar tak ingin bertemu dengan laki-laki yang sudah beberapa tahun tidak pernah ia temui, dan sayang nya laki-laki itu yang berhasil menghancurkan hatinya.
Saka pun menghela nafas nya, ia sebenarnya nya hanya ingin meminta maaf karena meninggalkan Sandra di saat mereka masih berpacaran dulu, Saka terpaksa menikah dengan Rahma wanita pilihan Oma Aminah.
Saka begitu menyayangi Oma Aminah sehingga ia tidak bisa menolak permintaan Oma.
Awalnya pernikahan Saka dan Rahma tidak berjalan seperti pernikahan orang-orang yang saling mencintai, karena memang Saka belum bisa mencintai Rahma.
Tapi karena Rahma wanita yang baik dan mampu menerima semua perlakuan Saka, akhir nya Saka mulai mencintai Rahma dan cinta nya pada Sandra mulai hilang, walau sesekali ia sering memikirkan Sandra.
__ADS_1