Rahim Sewaan Sang Mantan

Rahim Sewaan Sang Mantan
Tujuh


__ADS_3

Waktu yang sudah di tentukan pun tiba, Saka yang sudah berada di ruangan hanya menunggu sambil memainkan laptop nya, Rahma yang melihatnya pun hanya mendesah kesal.


"Bisakah kamu simpan dulu laptop mu dan fokus pada rencana pertemuanmu dengan dia"


Saka tersenyum melihat istrinya kesal, dan menutup laptop nya kemudian menghampiri istrinya yang sedang merajuk.


"Iya... iya maaf sayang, aku ke toilet dulu ya sebentar" ucap Saka dan langsung menuju toilet.


Tak berselang lama Sandra datang dengan senyum lebar di wajahnya, pasalnya pasca operasi pertama ibunya, keadaan ibunya membaik dengan cepat.


"Haii san, sepertinya kamu sedang bahagia sekarang"


"Ehh iya mbak, aku senang ibu ku keadaan nya sudah membaik, dan tinggal menunggu operasi kedua saja, ini semua karena mbak yang membantuku"


"Ahh sudahlah kita kan hanya saling menguntungkan saja, iya kan"


Sandra sebenarnya sangat sedih mendengar kata saling menguntungkan, padahal kalau di pikir-pikir wanita di hadapannya yang akan menang banyak.


Dia hanya cukup merelakan suaminya beberapa saat saja, dan saat ia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan semua perjanjian akan berakhir. Sandra hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Rahma.


Ceklek


Suara pintu itu terdengar begitu menakutkan, entah apa yang sedang di pikirkan Sandra, kenapa mendengar suara pintu terbuka bulu kuduk nya seakan berdiri, seperti akan bertemu pocong sang hantu yang paling ditakutinya.


"Kamu sudah selesai mas? Sini perkenalkan ini Sandra calon istri baru kamu." ucap Rahma dengan hati yang bergetar hebat.


Sandra pun menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya ia melihat manusia yang sekarang berada di hadapannya.


"Ka.. kamu..." Keduanya berkata bersamaan..


"Heii.. apa kalian sudah saling kenal?"


"Ya..."


"Tidak.."

__ADS_1


Rahma kebingungan mendengar pengakuan keduanya yang berbeda.


"Maksud aku, tadi kami sempat bertabrakan di depan sana mbak, jadi kami sudah bertemu dan tidak menyangka kalau ini suami mbak"


"Wahh kalian sudah berjodoh sebelumnya ya, walaupun mungkin hanya sebentar waktu berjodoh kalian"


Saka mengulurkan tangan nya, ia ingin pura-pura mengenalkan dirinya pada Sandra.


"Saya Saka, suami nya Rahma"


"Cassandra Agustina" Sandra pun menjabat tangan Saka dan menyebutkan namanya, sambil memalingkan wajahnya yang tak ingin bertatapan langsung dengan Saka.


"Aku harap kalian akan menikmati malam ini dengan dinner romantis di cafe yang sudah aku pesan" ucap Rahma


"Apa.." keduanya kembali bersuara.


"Tapi sayang, katanya kita hanya bertemu saja, gak ada dinner segala"


Jleb


"Ini awal pendekatan kalian saja, biar kenal lebih jauh, ayolah mas segera ajak Sandra makan malam,"


"Baiklah" mau tidak mau suka tidak suka akhirnya Saka pasrah dan mengikuti keinginan Rahma.


Keduanya pergi dari ruangan Rahma, meninggalkan Rahma sendiri yang tersenyum saat keduanya pamit.


Padahal hati kecil Rahma menjerit, melihat suaminya pergi bersama calon madunya, namun ia tahu semua nya untuk kebaikan keluarganya.


Ia harus menahan rasa sakit ini sendirian, walaupun hatinya sangat tidak rela tapi ia harus berusaha tegar dan ikhlas, setidaknya ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan.


Tiba-tiba air mata nya mulai jatuh, sedari tadi Rahma sudah berusaha menahannya, tapi pertahanan nya jebol juga, air matanya tumpah membasahi pipinya.


Ia menutup wajahnya dengan bantal agar suara tangisnya tidak terdengar orang lain, ia hanya ingin menikmati tangis itu sendirian, biarlah dia yang merasakan sakit saat ini, dan semoga setelahnya akan ada kebahagian, begitulah pikir dan harapannya.


Sementara kedua orang yang tadi akan melakukan dinner romantis, keduanya saling terdiam di dalam mobil, bahkan Saka yang tadi saat pertama bertemu kembali dengan Sandra ingin sekali berbicara namun sekarang nyalinya seakan menciut.

__ADS_1


" San..."


"Sak..."


Keduanya secara bersamaan saling menyapa untuk berbicara, dan sedetik kemudian keduanya kembali terdiam.


"Ya sudah kamu saja duluan.." ucap Sandra.


"Tidak kamu saja"


"Kamu aja.."


"Ladies first"


"Gak ah, kamu saja dulu, aku lupa lagi mau ngomong apa"


"Ishh dari dulu kamu gak pernah berubah ya, selalu saja pelupa"


"Ya tapi sialnya aku gak bisa lupa tentang kamu" ucap Sandra yang keceplosan, tanpa di sadari ia telah memberitahukan perasan nya pada Saka.


Saja langsung terdiam dan menginjak pedal rem saat Sandra berkata seperti itu, ya tidak di pungkiri ada perasaan bahagia saat itu.


"Kenapa berhenti" protes Sandra, dan Sandra langsung menoleh ke arah Saka yang sedang menatapnya sambil tersenyum.


Tak lama Sandra sadar dengan apa yang ia katakan tadi, dan langsung menutup mulutnya.


"Apa benar yang kau katakan tadi?" tanya Saka


" Emang apa yang aku katakan?" Sandra pura-pura lupa dengan apa yang ia katakan.


"Jangan pura-pura lupa Cassandra"


"Ah sudahlah, cepat kita harus dinner kan aku sudah lapar" Ucao Sandra ketus membuat Saka kesal dan langsung melakukan mobilnya kembali.


Sandra yang sudah menyadari kebodohannya, mengutuk dirinya sendiri dan mengumpat dalam hati "Dasar mulut selalu saja tak bisa terkontrol kalau berhadapan dengan manusia ini, bagaimana aku bisa lupa kalau sekarang aku harus berhubungan lagi dengan nya.

__ADS_1


Saweran nya mana, lapak Sandra dan Saka masih sepi nih...


__ADS_2