Rahim Sewaan Sang Mantan

Rahim Sewaan Sang Mantan
Sembilan belas


__ADS_3

Rahma dan Saka kini keluar untuk makan siang di sebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari rumah Sandra, Rahma yang sudah lama tidak makan bersama di luar dengan suaminya tampak sangat bahagia.


Rahma begitu sangat manja pada Saka, dan itu membuat Saka mulai risih, entah apa yang ada di benak Saka saat ini.


Apakah karena cinta lama nya telah kembali, jadi rasa cinta Saka terhadap Rahma sudah mulai berkurang?


Entahlah hanya Saka yang tahu, "Mas kamu mau makan apa?" tanya Rahma saat buku menu sudah berada di hadapannya.


"Terserah kamu saja,"


Rahma pun manggut-manggut, ia kemudian meminta beberapa makanan dan minuman kepada pelayan cafe tersebut.


Saka terlihat sibuk dengan Ponsel nya membuat Rahma merasa di abaikan. "Mas simpan dulu dong hp nya, dari tadi aku lihat main Hp terus, kamu lagi chatan sama siapa sih?" Tanya Rahma curiga.


"Sama Sandra, aku mau membawakan nya makanan dari sini" ucap Saka cuek.


Jleb


Sakit.. ya sakit sekali kini yang di rasakan Rahma, tubuhnya bagai tertancab ribuan duri.


Lagi dan lagi suaminya kini teringat dengan adik madunya, Sandra berpikir kenapa secepat itu Saka bisa sebegitu perhatiannya pada Sandra.

__ADS_1


Rahma kini terdiam, ia tak ingin menanyakan apa-apa lagi pada suaminya, ia takut akan lebih sakit hati lagi kalau ia tahu suaminya mulai menyukai Sandra.


Tak lama makanan pun sudah datang, Saka langsung memesan untuk di bawa pulang kepada pelayan yang mengantarkan makanan ke meja nya.


Rahma tak menghiraukan nya, ia langsung saja makan karena perutnya memang sudah lapar, namun baru saja suapan pertama ia langsung terdiam saat Saka bilang kalau itu semua makanan kesukaan Sandra.


"Semua yang ku pesan itu makanan kesukaan nya Sandra."


"Apa? kesukaan nya Sandra? kamu tahu banyak ya tentang dia padahal baru beberapa hari kalian bersama."


Glek


Saka langsung menelan saliva nya kasar saat Rahma bertanya seperti itu dengan tatapan yang mengintimidasi nya.


Saka langsung mengajak Rahma untuk makan agar tidak ada pertanyaan lagi untuknya, dia tidak mau Rahma curiga kalau Sandra adalah orang di masa lalu nya, yang sempat membuatnya begitu mengabaikan Rahma.


Rahma menghela nafas nya berat, ia bahkan menatap suaminya dengan penuh rasa curiga, namun karena perutnya yang sudah sangat lapar akhirnya Rahma pun menurut dan segera makan.


Masih banyak pertanyaan di benak Rahma, namun ia simpan saja dalam hati agar acara makan siang nya tidak terganggu.


Sementara itu di rumah Sandra ia sedang menonton televisi namun ia hanya memencet-mencet saja tombol remot bergantian, berharap ada acara yang bagus untuk di tonton.

__ADS_1


Sebenarnya banyak acara yang bagus namun suasana hatinya yang sedang buruk, makannya semua acara tidak terlihat bagus.


"Kenapa semua acara tv gak ada yang bagus sih, semua tentang gosip.. huhh lebih baik aku tidur saja lah." Sandra pun mematikan televisi nya di ia langsung menuju kamarnya.


Ia berbaring di atas kasur nya, ia merasa hampa saat ini, ia merasa kekurangan, ya mungkin karena tidak ada Saka di sampingnya, padahal baru satu hari Saka bersamanya namun ia merasa sudah terbiasa dengan adanya Saka.


Sandra mencoba untuk memejamkan matanya berharap bisa tidur, namun tetap saja matanya tak mau tertidur rasa kantuk pun tak ada sedikitpun menyerang.


"Ihhh ini mata kenapa gak bisa-bisa tidur sih." Keluh Sandra dan langsung duduk di atas ranjangnya.


Ia kemudian melihat ponselnya, dan tak sengaja melihat foto-foto Rahma yang sedang makan berdua dengan Saka, Rahma sepertinya sengaja meng-upload foto mesra nya bersama Saka agar Sandra melihat dan menegaskan bahwa Saka adalah milik nya.


Sandra sedikit cemburu melihat Suami dan madunya terlihat begitu mesra, "Lama-lama ini hati sakit juga kalau terus liatin foto mereka, Heii hati kuat ya, jangan terganggu dengan kemesraan mereka,!" Sandra hanya bisa menguatkan hati dan perasaan nya saja, walau sebenarnya nya tetap hati nya begitu terluka, berbagi suami itu tidaklah mudah bagi semua orang termasuk untuk Sandra dan Rahma, pasti akan ada hati yang terluka.


Setelah selesai Rahma dan Saka keluar dari cafe tersebut, Saka menenteng beberapa bungkus makanan untuk Sandra.


"Mas kita jalan-jalan dulu ya" ajak Rahma.


"Ini makanan buat Sandra gimana, nanti malah gak enak dimakan karena udah dingin.." Ucap Saka dengan mengangkat bungkusan-bungkusan itu.


"Ya udah kita pulang"

__ADS_1


Akhirnya Rahma mengalah untuk pulang.


to be continued


__ADS_2