
Di sebuah cafe sepasang manusia sedang makan malam romantis, ya tema nya romantis karena terlihat dari tempat yang sudah di sulap sedemikian rupa, bunga dan balon yang sudah terpampang rapi namun keduanya sibuk dengan makanan nya masing-masing, tak terlihat ada komunikasi diantara keduanya.
"Aku sudah selesai, dan mau pulang" sungut Sandra kesal karena semenjak tadi Saka benar-benar mendiamkannya.
"Ya sudah, ayo kita pulang"
"Aku pulang sendiri saja, lagipula arah kita berbeda"
"Tidak, aku akan mengantarmu, masih tempat yang dulu kan?" tanya Saka.
"hmmm" Sandra hanya menjawab dengan deheman saja.
Keduanya kini sudah berada di dalam mobil kembali, suasana nya masih sama seperti tadi, tak ada tanda-tanda mereka akan mengobrol.
Sebenar nya Saka ingin memulai pembicaraan, tapi dia bingung dari mana harus memulai nya
Saka hanya penasaran kenapa Sandra mau menyewakan rahimnya demi uang, padahal dulu Sandra hidup berkecukupan bahkan bisa di bilang hidup nya mewah.
"San..."
"Ya..."
"Boleh tanya sesuatu?"
__ADS_1
"boleh"
"Kenapa kamu mau meminjamkan rahimmu untuk istriku?"
Deg
Jantung Sandra seakan berhenti mendapat pertanyaan seperti itu, Sandra tahu Saka pasti akan menganggap nya wanita murahan yang mau melakukan apapun demi uang.
Sandra terdiam sejenak, ia tak tahu harus berbicara seperti apa pada Saka, ia hanya tak ingin Saka salah menilainya dan justru membuat Saka tidak menyesal telah meninggalkan nya dulu.
"Kenapa diam?" tanya Saka lagi.
"Haruskah aku menjawab pertanyaan itu?" jawab Sandra ketus.
"Pasti istri pertama mu sudah memberitahukan semua nya padamu kan, kenapa harus bertanya lagi? apa kurang percaya dengan alasan yang aku berikan pada istrimu? apa harus aku langsung yang memberitahukan nya padamu? apa pedulimu?" Sandra benar-benar jengkel dengan pertanyaan yang Saka ajukan padanya, ia benar-benar sudah tidak mengenal mantan kekasihnya itu, yang sedari dulu percaya padanya.
Saka terdiam, ia hanya menghela nafasnya, Saka tidak tahu tentang kehidupan Sandra saat ini, semenjak ia tinggalkan dulu sudah tak ada komunikasi di antara mereka, kisah mereka benar-benar kandas, dan sekarang dipertemukan kembali dengan kisah yang berbeda.
"Kamu tidak tahu kan seburuk apa hidupku sekarang? setelah kamu pergi tak lama ayahku meninggal, dan semua hartanya di rebut oleh Tante dan pamanku, hingga aku menjadi serba kekurangan, dan saat ini ibuku sedang sakit, harus dioperasi dua kali, uang darimana aku, hingga aku bertemu dengan istrimu dan ia menawarkanku untuk menyewa rahimku, aku tak dapat menolak karena keadaan yang terus mendesak, aku gak mau kehilangan ibuku, dia satu-satunya yang aku punya saat ini, hiks.. hiks.. hiks.." Sandra berbicara panjang lebar hingga tangis nya pecah, Saka langsung meminggirkan mobilnya dan berhenti, ia memberi ruang untuk Sandra menangis, hingga ia tak tega dan memeluk wanita yang pernah ia cintai itu.
Sandra yang sedang membutuhkan bahu seseorang untuk bersandarpun tak menolak pelukan itu, pelukan yang dulu sering ia terima, pelukan yang pernah membuatnya nyaman, kini ia dapatkan kembali, namun tubuh itu tak sepenuhnya miliknya, karena ada yang lebih berhak daripada dirinya, hingga Sandra mulai sadar dan melepas pelukan Saka dan menjauhkan tubuh Saka.
"maaf jangan membuatku nyaman kembali, kita hanya sementara, aku tak ingin sakit untuk kedua kalinya."
__ADS_1
Kata-kata Sandra membuat Saka merasa bersalah, ia memang telah banyak menyakiti wanita di hadapannya itu, meninggalkan nya di saat mereka sudah merencanakan pernikahan, tentu saja akan menjadikan trauma untuk Sandra.
"Maaf San," hanya itu yang bisa Saka ucapkan saat ini.
"Kalau kamu mau, kamu bisa batalkan perjanjian dengan istriku, dan aku yang akan membiayai semua pengobatan ibumu" lanjut Saka lagi.
Sandra langsung menatap tajam Saka, "Aku tidak ingin berhutang Budi padamu, biarkan aku memberikan sesuatu yang seharusnya aku berikan pada istrimu." Sandra menghela nafas nya kasar, ia hanya tak ingin menjadi seseorang yang hanya menerima tanpa mau memberi.
"Terserah kamu, jangan sampai kamu kembali mencintaiku lagi seperti dulu," Ucap Saka tersenyum.
"Apa mencintaimu lagi? hahahaha, gak akan mungkin" Sandra tertawa dengan perkataan Saka, ia melupakan kesedihannya sejenak.
"mencintaimu lagi? bagaimana bisa, karena cinta ini gak pernah berubah dari dulu, ya hanya cintaku saja yang bertahan, ah sudah lah, biarkan saja mengalir apa adanya," Sandra bermonolog sendiri dalam hatinya.
Rasa cinta Sandra pada Saka begitu besar, hingga ia tidak bisa melupakan sosok laki-laki yang pernah mengisi hari-harinya itu.
"tertawalah sepuasnya, karena mungkin nanti kamu akan kembali mencintaiku San, dan aku pastikan itu"
"Gak akan mungkin, sudahlah cepat jalan aku sudah ngantuk"
"iya.. iya.. jutek nya masih ada aja sih, tapi kamu terlihat sangat cantik kalau di mode jutek seperti itu" Saka mencoba menggodaku Sandra dan sukses membuat wajah Sandra memerah.
Sandra pun memalingkan wajahnya, ia tak ingin terlihat oleh Saka, ada rasa bahagia di hatinya karena bisa dekat lagi dengan Saka, namun ia harus membatasinya karena ini hanya sementara.
__ADS_1
"Jangan lupa sawerannya bestie, like komen sebanyak-banyaknya, maksih..."