
Saka yang masih terdiam merasa bersalah karena telah membentak istrinya, ia pun masuk kembali ke ruangan istrinya dan memeluk Rahma yang sudah tidur.
"Maaf karena telah membentak sayang"
Karena pelukan Saka Rahma pun terbangun dan melihat suaminya yang sedang mendekap erat tubuh lemah nya.
"Mas..."
"Sayang, maafkan mas ya, mas gak bermaksud seperti itu,"
Rahma menggeleng dan tersenyum kembali, "Gak apa-apa mas, aku yang salah"
"Boleh mas tanya sesuatu"
Rahma pun mengangguk, "Kenapa aku harus menikah lagi?"
"Agar kamu punya keturunan mas, aku tak ingin cuma mengadopsi anak dari panti asuhan, setidaknya anak itu benar-benar keturunan Ardian"
"Aku hanya tak ingin menyakitimu, walau aku tak punya anak tapi aku masih punya kamu"
Rahma pun menjelaskan apa yang ia rencanakan, ia memilihkan seorang wanita yang sedang kesusahan, dan ia yakin wanita itu wanita baik-baik karena sangat menyayangi ibunya.
Rahma berbicara panjang lebar tentang kesepakatan nya dengan Sandra pada Saka, ia berharap wanita itu akan memberikan keturunan pada Saka dan keluarga nya.
"Kenapa kamu mudah percaya pada orang lain sih? bagaimana kalau dia kabur membawa kartu mu?" tanya Saka
__ADS_1
"Itu tidak akan terjadi, percayalah padaku mas, aku sudah memikirkan nya matang-matang".
" Tapi kamu yakin akan melakukan hal ini? apa dia nanti akan memberikan anak nya pada kita?"
Rahma mengangguk yakin, walau sebenarnya hatinya sakit harus di madu, tapi ia harus melakukan hal itu agar keluarga Saka punya keturunan, karena Saka adalah anak tunggal.
"Baiklah terserah dirimu saja, aku ingin bertemu dengan wanita itu, sebelum dia menjadi istri keduaku"
"Kamu akan menyukainya mas, dia sangat cantik" ucap Rahma dengan sedikit bergetar.
"Tidak ada yang lebih cantik dari dirimu sayang,"
Cup
Saka mengecup bibir istrinya yang terlihat bergetar karena membicarakan calon madunya, ciuman hangat itu kini semakin menjadi, lebih panas bahkan lebih panas dari gurun.
Ciuman panas mereka terus berlanjut hingga turun ke leher dimana saka mengecap dan menggigit leher Rahma hingga meninggalkan bekas merah di sana.
Saka langsung membuka kancing piyama Rahma dan meremas kedua bongkahan besar di hadapan nya, sesekali memilin dan memelintir chococip yang sudah berdiri tegak.
Tak hanya itu Saka langsung memasukan ****** yang sudah menentang sedari tadi kedalam mulut nya, menyesap nya dengan begitu rakus.
Tangan Rahma yang sedari tadi hanya mampu meremas kain seprei kini mulai melancarkan aksinya, di buka nya celana suaminya yang di dalam nya sudah ada yang berdiri tegak.
Di elus-elus si burung perkutut yang sedang diam dan mulai memasukan kedalam mulutnya dengan lincah.
__ADS_1
Permainan mulut Rahma mampu membuat Saka merem melek, merasakan kenikmatan yang sangat memabukkan.
Rahma tahu dia tidak bisa memberikan suaminya kepuasan lebih dari itu, makanya ia harus mampu memberikan service walau hanya dengan mulut nya saja.
"Acccchhhhhhh"
Membuat Saka yang keenakan itu mengerang dan memuntahkan lahar panas nya di dalam mulut Rahma.
Rahma yang tidak siap ia pun tersedak karena cairan itu sedikit masuk ke dalam tenggorokan nya.
"Uhukk uhuuk"
"Maaf sayang aku gak kuat, habis enak sih hehehe" Saka hanya bisa minta maaf dan nyengir membuat Rahma mendelik sebal.
Tapi sebenarnya nya Rahma tak masalah dengan itu, ia hanya tidak siap saja mendapat jackpot berupa cairan hangat yang isinya bakal calon Saka junior.
Memang sayang seribu sayang cairan itu terbuang sia-sia, tapi apalah daya walaupun masuk ke tempat yang seharusnya namun tidak akan bisa berbuah.
"Mas nanti malam aku akan mengenalkan pada wanita itu, aku harap kamu bisa menerimanya." ucap Rahma dengan nada pelan, karena sebenarnya nya ia begitu sakit harus merelakan wanita lain menikah dengan suaminya, tapi itu adalah keinginan nya sendiri.
"hmm baiklah"
Saka kemudian berjalan masuk ke kamar mandi dengan perasaan tak karuan, sebenarnya ia tak ingin menikah lagi tapi itu keinginan istrinya, ia tak ingin mengecewakan Rahma, karena dia sudah banyak menderita dengan kehilangan anak dan juga rahimnya.
Sementara Saka membersihkan diri di toilet, Rahma menangis meratapi nasib nya yang akan mempunyai madu, namun ia harus tegar ia harus ikhlas.
__ADS_1
"Ya Allah aku ikhlas ya Allah, semoga semua berjalan dengan semestinya hiks.. hiks..."
Terimakasih masih setia membaca novel karyaku, semoga kalian suka dan terhibur ya bestie.. jangan lupa like and komen nya"