Rahim Sewaan Sang Mantan

Rahim Sewaan Sang Mantan
Empat


__ADS_3

Operasi Rahma berjalan lancar, namun tetap masih ada kesedihan di wajah wanita 29 tahun itu, ia meratapi nasib nya yang kini menjadi wanita tidak sempurna.


Tidak bisa memberikan seorang anak kepada suami nya, namun ia berusaha untuk ikhlas apabila suatu saat suaminya akan pergi meninggalkan nya atau besar kemungkinan melakukan poligami


Rahma yang sudah berada di ruang rawat masih terbaring lemah, apalagi semua keluarga sudah tahu kalau ia kehilangan calon bayi nya, yang membuat Oma Aminah kini terbaring tak berdaya di kamar nya.


"Sayang kamu sudah bangun?" tanya Saka yang baru saja masuk ke ruangan Rahma.


Rahma hanya tersenyum kecil menanggapi pertanyaan suaminya, masih ada kesedihan yang terpancar dari wajah suaminya ya walaupun Saka memaksakan berusaha tegar demi istri nya.


"Mas.. bagaimana keadaan Oma?" tanya Rahma pilu


"Oma masih sakit sayang, ia sedikit syok dengan berita ini, tapi ia tidak tahu tentang operasi kamu, Om Anan melarang kita memberitahukan nya pada Oma" jelas Saka


"Itu semua salah aku mas, aku yang membuat Oma sakit" Bulir bening kembali jatuh di pipi mulus Rahma, membuat Saka langsung mengusap nya.


"Jangan salahkan dirimu sendiri, ini sudah takdir jalan kita sayang" Saka mencoba menguatkan Rahma, memeluk nya dengan penuh kasih sayang.


"Mas.." Rahma memanggil Saka dengan pelan dan penuh keraguan.


"Ya, apa?"


"Apa mas menyayangiku?"


"apakah selama ini kamu meragukan mas?"


Rahma hanya menggeleng dan tersenyum, seperti nya Rahma ingin mengutarakan sesuatu namun masih ragu, dan Saka menyadari itu.


"Ada apa? bicara saja sayang?"


"Aku ingin kamu menikah lagi mas"


"Apa...!!"

__ADS_1


Saka kaget dengan permintaan istri nya itu, ia tak pernah ada niat untuk menikah yang kedua kali nya.


"Kenapa harus menikah lagi? kamu sudah cukup bagi mas sayang"


Namun Rahma terdiam, memang sulit untuk menyuruh Saka menikah lagi, dan jawaban nya pasti TIDAK.


Saka menghela nafas nya panjang, mencoba mencerna permintaan konyol istrinya itu, "Aku menerimamu apa adanya, jangan menyuruhku untuk melakukan hal yang tak pernah aku inginkan."


"Tapi mas..."


"Aku bilang tidak ya Tidak" dengan nada sedikit tinggi, karena kesal dengan permintaan yang tak masuk akal itu.


Saka langsung keluar dari ruangan Rahma, meninggalkan wanita itu sendiri, mencoba menenangkan dirinya agar tidak membentak istrinya.


Namun di dalam sana Rahma menangis, mendapatkan bentakan dari sang suami yang dari dulu begitu lembut kepadanya, tapi baru sekali ini saja hati nya langsung sakit.


#####


Sandra terus berdoa dalam hatinya, "Ya Allah semoga operasi ibu berjalan lancar dan ibu cepat sembuh."


"Maaf kan aku Bu, demi operasi ibu aku rela melakukan hal ini, namun ini hanya sementara Bu, suatu saat pasti akan berakhir" ucap nya penuh penyesalan.


Flashback on


"apa kamu sedang membutuhkan uang?" Tanya seorang wanita pada Sandra yang sedang duduk di dekat ranjang ibunya.


"Iya mbak, aku harus secepatnya dapat uang agar ibu bisa di operasi"


"Aku akan membiayai semua operasi ibu MU bahkan sampai ia sembuh total, tapi ada syaratnya, sini aku bisikin"


Wanita itu membisikan sesuatu ke telinga Sandra membuat Sandra membulatkan matanya sempurna, seperti yang tak percaya dengan apa yang di katakan wanita itu.


"What kamu gila ya, benar-benar sengklek ni orang"

__ADS_1


"Hei apa kamu bilang, sengklek?"


"Iya lah masa aku harus menikah dengan suamimu dan memberi nya anak, emang nya aku wanita apaan"


Sandra yang tak terima di beri persyaratan seperti itu marah-marah tak jelas, membuat Rahma hanya geleng-geleng kepala saja melihat sikap Sandra yang sedikit bar-bar namun ia seperti nya wanita baik-baik.


"Terserah, itu tawaran yang paling bagus untuk mu, kamu jangan egois hanya kamu yang bisa menyelamatkan ibu mu." ucao Rahma membuat Sandra terdiam seketika.


"Apa aku egois Bu, hanya karena tak ingin menjadi istri kedua, dan aku harus melihat ibu terus seperti ini?" tanya nya dalam hati, membuat air mata nya kembali turun.


"Bagaiman?" tanya Rahma sekali lagi, terlihat Sandra berpikir dan menghela nafas panjang.


"Deal"


Satu kata yang keluar dari mulut Sandra saat itu juga, dan langsung di sambut senyum manis dan jabat tangan keduanya.


"Bawa kartu ini dan segera persiapkan operasi ibumu"


Rahma langsung memberikan sebuah kartu berwarna hitam kepada Sandra, namun saat Sandra akan mengambil nya Rahma menarik kembali tangan nya.


"Jangan lupa kesepakatan kita"


Sandra pun langsung mengangguk dan membawa black card itu ke bagian administrasi.


Sandra memang orang tak punya tapi ia cukup tahu dan pintar dengan apa yang di pegang nya saat ini.


Flashback Of


"***Uhh babang Saka setia bet ya...


hayu saweran nya masa zheyenk, biar emak semangat Up lagi...


like komen ya jangan lupa***...

__ADS_1


__ADS_2