
Kini Rahma begitu risih diantara pasangan suami istri baru itu, pasalnya sedari tadi Sandra tidak berhenti memeluk Saka membuat Rahma sedikit kesal.
Saka yang menyadari kalau Rahma sedang kesal ia mengelus lengan Rahma dengan lembut, Rahma pun menoleh dan hanya memberi senyum sinis nya.
Saka menggelengkan kepalanya, ia sebenarnya tidak enak pada Rahma, namun sekarang Sandra benar-benar membutuhkan dirinya, ia tidak mungkin meninggalkan Sandra dalam kondisi seperti ini.
Mobil yang di tumpangi mereka akhirnya sampai di rumah duka, ternyata di rumah Sandra sudah banyak orang yang menyambut jenazah dengan kesedihan.
Pasalnya Bu Arumi adalaha sosok orang yang baik, sedari dulu Bu Arumi tidak pernah mempunyai masalah dengan siapapun makanya semua orang senang dengan nya
Dan sekarang di saat mereka tahu Bu Arumi telah tiada merekapun sangat bersedih, Sandra dan Saka keluar bersama dari mobil, Sandra terlihat begitu menyedihkan.
Bu Fatimah yang melihat Sandra langsung memeluk nya, ia tidak menyangka Bu Arumi yang sudah menjadi sahabatnya sejak lama harus secepat itu meninggalkan nya.
"Sandra kamu yang sabar ya, ikhlaskan ibumu sayang" ucap Bu Fatimah
Sandra hanya tersenyum getir, ia merasa semua orang sedang berbelas kasihan padanya, mereka bisa dengan mudah menyuruhnya bersabar dan ikhlas, tanpa tau bagaimana rasanya berada di posisi nya sekarang.
Ikhlas dan Sabar memang dua kata yang gampang sekali di ucapkan, namun susah untuk di lakukan.
Kepergian ibunya yang membuat luka di hati nya begitu menyiksa, jujur ia belum bisa mengikhlaskan kepergian ibunya.
Semua pelayat sudah datang dan pergi silih berganti, kini saat nya Bu Arumi di antarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya, membuat Sandra menghela nafasnya berkali-kali.
__ADS_1
Dadanya begitu sesak melihat sang Ibunda yang harus di masukan ke liang lahat, dan di timbun dengan tanah, makam nya bersebelahan dengan makam almarhum ayahnya yang telah lebih dulu pergi meninggalkannya.
Setelah selesai di kubur dan di doakan oleh seluruh pengantar kini tinggal Sandra Saka dan Rahma yang masih di sana.
Sandra yang masih enggan pergi meninggalkan rumah baru sang bunda kini duduk bersimpuh di batu nisan Bu Arumi.
"Bu maafkan Sandra belum bisa menjadi anak yang bisa ibu banggakan, belum bisa membuat ibu bahagia, Sandra janji Bu Sandra akan menjadi apa yang ibu ingikan." Sandra kembali menangis sambil memegangi batu nisan ibunya.
"Ibu lihat ini kan, aku sudah menikah Bu sesuai yang ibu inginkan, aku pasti akan bahagia Bu, dan ibu juga harus janji sama aku ibu juga akan bahagia di sana." lanjut Sandra
"San ayo kita pulang" kini Rahma yang bersuara mengajaknya pulang.
Sandra menoleh ke belakang nya, ia tersenyum pada Rahma " Sebentar ya mbak, tapi kalau mbak mau duluan silakan saja, aku masih mau disini."
"ayah, sekarang ayah gak kesepian lagi yah, ibu udah nemenin ayah, jaga ibu di sana ya yah, aku pasti akan merindukan kalian. Tangis Sandra kembali pecah di sana, ia hanya pura-pura kuat saat ini padahal dia sangat rapuh.
Sandra mulai bangkit, ia menengok ke belakang ternyata Sandra dan Saka masih ada di belakang nya, " Mbak maafkan aku, membuatmu menunggu. " Sandra merasa bersalah pada Rahma.
Sebenarnya Sandra sudah dari rumah Sakit merasa tidak enak karena Saka terus menerus berada di samping nya, namun harus bagaimana lagi, Sandra memang sedang membutuhkan seseorang saat ini.
"Sayang, malam ini aku akan menginap di rumah Sandra boleh kan?" tanya Saka pada Rahma.
Rahma yang sudah menduganya tidak terkejut, ia jelas tahu pasti Saka akan bermalam di ruma Sandra.
__ADS_1
Lagipula meskipun Sandra sedang tidak dalam keadaan berduka, pasti Rahma akan menyuruh Saka untuk bermalam dengan Sandra, karena ia ingin cepat-cepat menyelesaikan misinya.
Ingin agar Sandra cepat-cepat hamil dan melahirkan, memberikan anak mereka padanya dan Menyuruh Sandra pergi menjauh dari kehidupannya.
"Itu memang harus kamu lakukan mas, tidak perlu meminta izin.. dan untuk kamu Sandra tolong panggil suamimu dengan panggilan Mas, seperti aku memanggilnya, sedari tadi kamu memanggilnya dengan sebutan nama, aku sangat risih mendengar nya.
Sandra hanya mengangguk ia tidak mau banyak berbicara sekarang, hatinya masih tidak baik-baik saja, ia hanya butuh ruang dan waktu sendirian saat ini.
Tapi kalau Saka akan menginap di rumah nya itu tidak masalah, dia yakin Saka tidak akan menuntut hak nya malam ini.
Benar kata orang, sesuatu akan terasa lebih berharga ketika kita sudah merasa kehilangan. apalagi kehilangan separuh dari jiwa kita.
Orang tua adalah hal yang paling utama yang mesti kita syukuri, tanpa mereka kita belum tentu ada.
To be continued...
***Udah ah, nulis part-part beginian suka ikut nyesek,, bahkan suka ikut nangis, buat kalian yang masih punya orang tua, jangan lupa bahagiakan mereka sebelum mereka benar-benar pergi, jangan sia-siakan keberadaan mereka.
Dan untuk kalian yang orang tuanya sudah tidak ada, jangan terus berlarut dalam rasa kehilangan, othor juga sama sudah menjadi yatim piatu sejak lam, yuk sama-sama kasih doa untuk mereka.
Al-fatihah....
Terimakasih semua, jangan lupa like and komen ya***...
__ADS_1