Rahim Sewaan Sang Mantan

Rahim Sewaan Sang Mantan
tiga belas


__ADS_3

Jenazah Bu Arumi sudah di mandikan dan di kafani, sudah siap untuk di kebumikan, namun Sandra masih tidak sadarkan diri.


"Mas, akan si bawa kemana jenazah Bu Arumi?" tanya Rahma


"Kita akan bawa kerumah duka saja, tadi aku sudah menghubungi RT setempat untuk menyiapkan segala keperluan pemakaman.


" Memang kamu tahu rumah Sandra dimana, dan darimana kamu bisa mendapatkan No telepon RT disana? " Rahma merasa aneh dengan suaminya yang sudah tahu nomor telpon RT disana.


"Oia aku tidak menceritakan nga padamu, emm jadi begini..." Sejenak Saka langsung mencari alasan yang masuk akal agar istrinya tidak curiga.


"Begini bagaimana mas, kok diam?" Rahma kembali bertanya.


"Iya waktu malam aku dan Sandra dinner, malam nya aku mengantar Sandra pulang kerumah nya, namun karena sudah terlalu malam, akhirnya pak RT di sana mengintrogasiku, dan akhirnya aku bertukar No telpon dengan pak RT." jelas Saka dengan cepat, ia kembali berbohong pada Rahma.


Padahal Saka sudah sangat mengenal pak RT, karena selama berhubungan dengan Sandra, pak RT sering melintas rumah Sandra dan suka sedikit Kepo dengan keberadaan Saka, dan semenjak saat itu Saka selalu membawakan makanan untuk pak RT kalau ngapel ke rumah Sandra, hingga mereka sudah akrab.


"Ohh begitu, aku kira kamu dan Sandra sudah lama saling kenal."


"kan kamu yang mengenalkannya padaku"


Rahma hanya mengangguk, ia tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, ia hanya fokus pada Sandra yang saat ini masih pingsan.

__ADS_1


"Terus bagaimana dengan dia" tunjuk Rahma pada Sandra.


"Ya sekalian bawa saja ke rumahnya."


Namun tak berapa lama Sandra mulai tersadar, ia mulai kembali berteriak mengingat sang ibu sudah tiada, meninggalkannya sendiri di dunia ini.


"Arrhhhggg Bu, jangan tinggalin aku Bu, aku butuh ibu di sini Bu..." Sandra terus meronta-ronta, ia masih belum ikhlas atas kepergian ibunya.


Saka kembali memeluk nya dengan erat, Sandra yang di peluk Saka masih saja menangis dan memberontak minta di lepaskan.


"Lepaskan aku.. aku mau ibu.. jangan pisahkan aku dengan nya Saka..."


"Stop San.. stopp.. kamu harus ikhlas, biarkan dia tenang San.." Kini Saka yang sudah mulai kesal berbicara dengan nada sedikit tinggi, membuat Sandra menatapnya tak percaya.


Saka langsung menghela nafasnya ia tahu ini pertama kali Saka berbicara dengan nada tinggi pada Sandra, Saka langsung menangkup kedua pipi chaby Sandra.


"Dengar aku, iya aku minta maaf, aku tidak sengaja, sekarang coba ikhlaskan ibumu, kita semua ada di sini, aku akan menjagamu, Ibu mu sudah tidak merasakan sakit lagi, dia sudah baik-baik saja, biarkan dia bahagia, lagipula amanatnya sudah kamu penuhi kan." suara Saka melemah membuat Sandra terdiam.


Sandra langsung memeluk Saka dengan erat, mencurahkan semua perasaan nya, iya benar Sandra kini sedang membutuhkan pelukan seseorang.


Sandra terlihat sangat nyaman di pelukan Saka, membuat kedua mata Rahma memerah, menahan tangis yang sebenarnya ingin ia keluarkan saat itu juga, namun ia harus mengerti posisi Sandra saat ini, Saka satu-satunya orang yang Sandra butuh kan saat ini

__ADS_1


"Kenapa sakit sekali melihatmu memeluk wanita lain mas." Mata Rahma sudah sangat berkaca-kaca, Rahma yang tidak sanggup melihat Saka yang begitu hangat pada Sandra akhirnya memilih keluar dari sana, ia menumpahkan tangis nya di luar.


"Aku harus kuat, ini akan terus aku lihat dan aku rasakan.. ini hanya permulaan.. tapi ini mau ku.. ini keinginanku semoga aku bisa melewatinya ya Tuhan.."


Entahlah bagaimana perasaan seorang istri yang melihat suaminya begitu perhatian kepada madunya, mungkin dengan hanya membayangkannya saja kalian tidak akan mau.


Tapi inilah yang Rahma rasakan saat ini, berperang melawan hatinya sendiri, ia harus terus berpura-pura tegar di hadapan suaminya, ini salahnya membiarkan suaminya membagi cinta nya dengan orang lain.


Rahma tidak tahu apakah akan ada cinta diantara Saka dan Sandra, ia pasti berharap kisah mereka akan berakhir hingga waktu yang sudah ditentukan.


******


to be continued....


Kalau kalian jadi Rahma bisa tegar gak seeh??


***kalo othor sendiri mah, udah nangis guling-guling kalee.


jangan lupa kasih othor semangat, like and komen yang banyak ya gengss...


terimakasih, peluk dan cium jauh dari othor...

__ADS_1


love you all***...


__ADS_2