
Sekarang hari-hari Sandra begitu bahagia, ia menemukan cinta nya kembali yang selama bertahun-tahun hilang, terkadang Saka sering mengantar jemput Sandra dari rumah ke rumah sakit atau sebaliknya.
Bahkan Rahma tidak tahu kedekatan mereka, yang dia tahu setelah makan malam itu mereka tidak bertemu lagi, bahkan sekarang Rahma sudah bisa pulang ke rumah.
Hari ini adalah operasi kedua ibunya Sandra, Sandra sedang harap-harap cemas di depan pintu ruang operasi, berdiri mondar mandir tidak jelas, sesekali ia merapatkan doa-doa untuk kelancaran operasi ibunya.
Tak berselang lama Saka datang dan langsung menghampiri Sandra yang sedang terlihat cemas, pasalnya ia sudah dua jam lebih menunggu namun belum ada tanda-tanda operasi selesai.
"Sayang..." Sapa Saka yang sudah tidak canggung memanggil Sandra dengan sebutan sayang lagi, seperti waktu mereka pacaran dulu.
Sandra tersenyum saat melihat Saka berada di dekat nya, Sandra memeluk Saka dengan erat, mencurahkan ke khawatiran nya saat ini.
Saka mengelus lembut punggung Sandra, membuat Sandra begitu nyaman "Sudah jangan cemas, berdoa saja untuk kelancaran operasinya." Saka selalu menjadi penyemangat.
Sandra hanya mengangguk tanpa menjawab Saka, Sandra yang biasanya terlihat tegar dan ceria kini terlihat rapuh, entah kenapa perasaan nya tak karuan semenjak ibunya masuk ruang operasi.
Sandra ingat betul apa yang ibunya ucapkan sebelum masuk ruang operasi, dan saat itu ia merasa akan ada hal yang terjadi dalam hidupnya kedepan.
**Flashback
"Sandra sini nak" panggil ibu.
Sandra langsung menghampiri ibunya dan duduk di ranjang ibunya, ibunya yang terlihat sudah agak sedar membuat Sandra bahagia.
__ADS_1
"Iya bu, ibu mau sesuatu?"
Ibunya Sandra menggeleng, tanda tak menginginkan apa-apa, tangan ibunya menggenggam tangan Sandra begitu erat, matanya menatap Sandra begitu dalam.
"Sandra kalau seandainya ibu pergi, ibu hanya ingin kamu bahagia, dengan orang yang kamu cintai, menikahlah nak ibu ingin melihat kamu menikah sebelum ibu pergi."
"Ibu kenapa bicara seperti itu, Sandra yakin ibu akan sembuh dan menghadiri pernikahan Sandra nanti Bu."
"Ibu hanya takut umur ibu tidak panjang lagi, jadilah orang baik di manapun dan apapun situasinya, jangan pernah menyakiti orang lain nak."
Bulir bening dari pelupuk mata ibu Arumi akhirnya jatuh, ia tidak bisa menahannya lagi, Sandra yang melihat ibunya menangis langsung menghapus air mata nya.
"Sudah Bu jangan menangis, ibu sekarang fokus pada operasi ibu ya, aku tidak mau terjadi apa-apa sama ibu, ibu harus kuat buat aku Bu."
Sandra terlihat begitu tegar, walau hatinya ingin sekali berteriak, menangis namun ia urungkan karena ia tidak ingin terlihat rapuh di hadapan ibunya.
Flashback of**
"Saka... apa operasi ibu akan berhasil? kenapa sampai sekarang belum selesai?" tanya Sandra pasrah.
"Berdoa saja yang terbaik, jangan berpikiran negatif ya, aku yakin ibu akan sembuh kok"
Sandra pun di ajak duduk di kursi tunggu oleh Saka, kemudian Sandra menceritakan apa yang ibunya bilang sebelum masuk ruang operasi.
__ADS_1
"Begitulah yang ibu bilang Sak, aku gak tau kenapa tiba-tiba ibu bilang seperti itu padaku" Sandra benar-benar terlihat rapuh saat ini.
"Mungkin pernikahan kita harus segera di laksanakan, aku janji setelah ibu kamu selesai di operasi kita akan menikah."
"Benarkah?" tanya Sandra ingin yakin.
"iya aku janji sayang, sekarang senyum dulu jangan sedih begitu"
Sandra pun kini tersenyum, ada sesuatu yang kembali dalam hidupnya setelah lama menghilang, ia menemukan kembali kehangatan yang pernah ia rasakan dulu.
Lama mereka berbincang, lampu ruang operasi akhirnya padam menandakan operasi sudah selesai, Sandra langsung berdiri menunggu dokter Indra keluar dari ruangan.
Tak lama dokter Indra keluar dari ruangan, wajahnya tidak menunjukan baik-baik saja, "Dok bagaiman operasi ibuku Dok, berhasil kan?" tanya Sandra antusias.
"Operasi nya berhasil San, tapi...." Dokter tampan itu menggantungkan perkataannya begitu saja membuat Sandra penasaran dan bingung
"Tapi apa Dok,,?" tanya Sandra.
"Berdoa saja, dan semoga ada keajaiban"
Deg
to be continued
__ADS_1
" ***Jangan lupa sawerannya, othor bahagia banget kalau setelah baca kalian langsung kasih like atau komennya, apalagi di kasih kopi biar othor melek dan semangat..."
terimakasih***