
Ini adalah hari pertama Saka berada di rumah Sandra dengan berstatus sebagai suami, Rahma yang sudah mengijinkan Saka untuk berada di rumah Sandrapun pulang.
"Sayang, sudah jangan menangis terus biarkan ibumu bahagia disana, kalau kamu menangisinya terus beliau akan ikut bersedih."
Sandra yang sedang bersandar kepala ranjang pun kini beralih bersandar di bahu suaminya, menurutnya bahu Saka adalah tempat ternyaman untuk nya sekarang.
"Saka... eh.. mas maksudnya, maaf ya aku dari tadi ngerepotin terus."
"Apa yang kamu bilang? kita ini sudah menjadi pasangan suami istri kenapa ada kata ngerepotin segala, sekarang kamu adalah tanggung jawabku, jadi gak usah sungkan ya." Saka memeluk Sandra erat.
Sandra tersenyum, ia sedikit melupakan kesedihan nya dengan adanya Saka disampingnya, mereka terlihat bahagia walau faktanya kesedihan sedang melanda.
Keduanya saling menatap dan kedua bibir mereka menyatu dengan cepat, Mereka menyalurkan hasrat nya masing-masing, ciuman itu kini mulai menuntut.
Ciuman yang lembut kini berganti menjadi kasar dan liar, mereka saling mengecap, menyesap dan terus saling membelit.
Kedua nya begitu menikmati ciuman mereka, begitu lama dan memabukan sampai mereka kehabisan pasokan oksigennya dan berhenti.
"Sayang apa kamu sudah siap?" tanya Saka.
Namun Sandra diam, ia tidak tahu apakah harus hari ini dia memberikan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Kenapa?" Saka kembali bertanya pada Sandra.
"Mas,, maaf bisa di undur kan, aku belum siap mas, dan aku masih berduka."
"Oh iya baiklah, tidak masalah aku tidak akan memaksamu, aku ingin saat kita melakukannya kita sama-sama ikhlas agar lebih berkah."
__ADS_1
"Makasih ya mas kamu sudah ngerti dengan keadaanku sekarang"
Saka kembali mencium bibir manis Sandra namun tidak seperti tadi, sekarang hanya ciuman singkat saja dan kemudian di akhiri kecupan di kening Sandra.
"Ya sudah kita tidur yu, aku tau kamu udah capek banget hari ini"
Sandra pun mengangguk dan kedua nya kini berbaring dengan saling berpelukan, mereka tidur dengan pulas karena keduanya sama-sama sudah kelelahan.
Malam ini adalah malam pertama untuk mereka namun tidak ada acara belah duren seperti yang di harapkan Rahma.
Bahkan sekarang Rahma sangat gelisah, ia tidur sendiri malam ini, malam pertama untuknya untuk terbiasa tidur sendiri.
"Mas.. hiks.. hiks.. apa kamu sekarang sedang... hiks..hiks.. " Rahma menggantung ucapannya ia tidak sanggup untuk melanjutkan kata-katanya.
Terlalu sakit baginya untuk mengucapkan nya apalagi untuk membayangkan bagaimana suaminya kini sedang bercumbu dengan wanita lain.
"Tidak.. tidak.. aku harus ikhlas.. aku harus bisa terbiasa dengan hal seperti ini mulai sekarang, aku yakin aku pasti bisa." Rahma menyemangati dirinya sendiri.
Saka tersenyum, "Cantik.." pujinya.
Saka pun langsung bangkit dan pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan sekalian berwudhu.
Setelah selesai ia membangunkan Sandra untuk ikut sholat berjamaah bersamanya, ia ingin memulai hubungan ini dengan baik walau awalnya ada hal keterpaksaan.
"Sayang.. bangun ayo kita sholat."
Sandra yang merasakan gangguan dari tidurnya pun menggeliat, "Iya Bu.. bentar lima menit lagi ya Bu..." ucap Sandra yang masih belum sadar sepenuhnya.
__ADS_1
"Sayang ini aku, bukan ibumu.."
Sandra langsung bangun dan matanya membuka sempurna, ia ingat tadi suara yang membangunkannya bilang bukan ibu nya tapi aku.
"Kenapa kamu disini?" Tanya Sandra yang masih kebingungan.
"Apaan sih sayang? udah kita sholat dulu waktunya keburu abis."
"Astagfirullah, aku lupa iya maaf mas, iya aku ke kamar mandi dulu bentar." Sandra yang baru sadarpun langsung menepok jidatnya, ia benar-benar lupa kalau sekarang dirinya sudah bersuami.
Setelah itu, merekapun langsung melaksanakan kewajiban mereka sebagai umat muslim, keduanya begitu khusyu dan setelah selesai keduanya berdoa masing-masing.
"Ya Allah semoga pernikahanku dengan Sandra Sakinah mawadah dan warahmah, dan semoga tidak ada kata pisah lagi untuk kami, kami inginkan kebahagian dunia dan akhirat, aamin" Doa yang Saka panjatkan..
"Ya Allah, sekarang aku sudah menjadi seorang istri, semoga hamba bisa menjadi istri yang baik untuk suami hamba, dan pernikahan kami bahagia, dan untuk ibu dan ayah hamba semoga mereka di beri kebahagian di sana dan di ampuni semua dosa-dosa mereka, aamin.."
Setelah berdoa Sandra mencium punggung tangan Saka, dan sebaliknya Saka mencium kening Sandra.
Sandra benar-benar merasakan kebahagiaan yang sebelumnya memang ia idam-idamkan.
*******
Mentari yang sudah menampakan dirinya dan semua orang sudah bersiap dengan aktivitas nya masing-masing, tak terkecuali Rahma ia sekarang sedang berada di meja makan dengan keluarnya.
"Rahma, Saka kapan kembali dari Bali?" tanya Oma Aminah, ya Rahma sebelumnya sudah memberi tahu keluarga kalau Saka berangkat ke Bali kemarin siang karena harus mengurus proyek yang bermasalah di sana.
" Aku belum tau Oma, mungkin setelah beres mas Saka baru akan pulang."
__ADS_1
Rahma pun menghela nafasnya, semenjak kejadian keguguran itu ia kini lebih sering berbohong pada keluarganya, namun Rahma tau ini yang terbaik.
to be continued..