Rahim Sewaan Sang Mantan

Rahim Sewaan Sang Mantan
tiga


__ADS_3

Saka keluar dari ruangan dokter Adnan, dokter yang menangani istrinya, wajah tampan nya tertunduk lesu penuh dengan kesedihan dan kebimbangan.


Ia duduk di kursi luar IGD, menitikan air mata nya yang sedari tadi ia tahan sejak berada di ruangan dokter Adnan, sungguh memilukan jika melihat keadaan Saka sekarang.


"Apa rencana Mu di balik ini Tuhan, aku pasrahkan semua nya padamu." Lirih Saka dalam ucapannya.


Bagaimana tidak, keadaan yang sekarang ia alami begitu menyakitkan, ya ia harus kehilangan calon penerus keluarganya dan yang paling ia sesalkan harus menandatangani surat keputusan operasi pengangkatan rahim istrinya.


yang artinya ia tidak akan pernah mendapatkan anak dari istri tercintanya.


Flashback on


"Saka Om harap kamu bisa lebih bersabar dan ikhlas menerima kenyataan pahit ini" Ucap dokter Anan yang sekaligus Om nya sendiri.


Dokter Anan adalah adik dari ibunya, " Maksud Om apa?" tanya Saka bingung


"Om minta maaf, Om sudah melakukan hal terbaik untuk istrimu tapi takdir mengatakan lain, calon anak mu harus pergi untuk selamanya."


Duaaarrrr


Bagai terkena Sambaran petir di siang bolong, ia mendengar kabar tak baik tentang bayi nya, hatinya sakit, sangat sakit.


Ya kehilangan seorang anak bagi orang tua adalah hal yang paling menyakitkan, bagai kehilangan separuh jiwanya.


"Tidak Om.. apa yang Om katakan, jangan becanda Om.. aku tidak suka..." Saka yang belum bisa menerima kenyataan itu mulai mengira kalau Om nya hanya becanda.

__ADS_1


"Saka bersabar lah, karena bukan hanya ini saja kabar buruk nya, ada hal lain yang pasti akan membuat mu lebih tidak percaya lagi"


"katakan apa lagi Om, ini sudah kabar yang paling buruk yang aku pernah dengar Om,"


"hmmmm"


Dokter Anan menghela nafas nya, menyiapkan mental nya untuk mengatakan hal besar pada keponakan nya itu, ia tahu kabar ini jauh akan membuat nya kecewa, tapi ia harus mengatakan nya.


"Istrimu harus operasi pengangkatan rahim segera, atau kalau tidak..." dokter Anan berhenti sejenak


Deg


"Kalau tidak apa Om?" Saka mulai memotong pembicaraan Dokter Anan.


"Kalau tidak nyawa istrimu yang di pertaruhkan"


Tubuh nya melemah, seakan akan limbung di tempat, Saka benar-benar sedang tidak baik-baik saja, ia begitu merasakan sakit yang bertubi-tubi di hidup nya.


Kehilangan anak dan kehilangan harapan mempunyai keturunan, namun ia tahu ini ujian untuk nya dan keluarga.


"Tapi Om harap jangan katakan kabar yang ini dulu kepada keluargamu Saka, Oma sedang tidak baik-baik saja, ia tidak boleh mendengar kabar buruk karena kondisinya akan semakin lemah" jelas Anan.


Saka hanya menunduk tanpa mau berbicara lagi, ia sudah tak mampu berkata lagi, hingga ia di sodorkan secarik kertas untuk ia tandatangani sekarang.


"Tanda tangani sekarang, agar istrimu bisa cepat di operasi dan cepat pulih"

__ADS_1


Tangan Saka begitu lemah, ia terpaksa menandatangani hal itu untuk mempertahankan hidup istrinya, ia tak sanggup kalau harus kehilangan istri tercinta nya, karena sudah merasakan kehilangan anak, maka tak ingin merasakan sakit kedua kalinya untuk kehilangan istrinya.


Flashback Of


Saka masuk ke ruangan istrinya, ia melihat istrinya sedang berbaring dengan segukan tangisan di sana, kemudian Saka memeluk istrinya dan membuat tangis istrinya kembali pecah.


"mas.. ma.. maafkan aku tak bisa menjaga anak kita mas" ucap Rahma


"Sudah sayang semua bukan salahmu, aku yang tak bisa menjagamu dan anak kita"


"Tapi sekarang aku bukan wanita yang sempurna mas, aku tak bisa memberimu anak lagi mas, aku cacat mas... aku cacat"


Rahma kembali menangis sambil memukul punggung suaminya yang masih setia memeluk nya memberi kenyamanan dan menenangkan nya.


"Sudah sayang jangan menangis, ini ujian untuk hidup kita, masih banyak cara untuk kita mendapatkan anak kan, masih bisa adopsi." Ucap Saka menenangkan Rahma walau hatinya juga sama hancur nya.


"Kalau kamu mau menceraikan ku aku ikhlas mas, aku gak mau menjadi penghalang kami mendapatkan anak"


"Shuutt jangan bilang seperti itu"


Saka mengurai pelukan nya dan memegang kedua bahu istrinya, menatap istrinya yang terlihat sangat rapuh, "persiapkan dirimu untuk operasi ya, aku tak ingin mengalami kehilangan seseorang yang berharga untuk kedua kalinya"


...Uluuhhh babank Saka suami idaman banget ya,, jangan lupa like and komen nya ya bestie,, ...


thank u....

__ADS_1


__ADS_2