
Saat ini pengantin baru itu sedang berada di ruang makan, mereka baru memulai sarapan nya, Sandra pagi tadi sudah memasak untuk sarapan mereka.
Saka pun mulai mencicipi masakan Sandra, "Hmmm masakan kamu memang the best sayang" Saka memuji masakan Sandra, walaupun pagi itu mereka hanya sarapan dengan nasi goreng cumi saja tapi mereka sangat bahagia, apalagi Saka yang baru pertama kali memakan masakan sang istri.
Di rumah nya ia selalu makan masakan dari para ART karena di sana Rahma di larang masuk ke dapur oleh Oma Aminah.
Jadi inilah kali pertama Saka dapat merasakan masakan seorang istri, dan Sandra yang di puji Saka wajahnya memerah.
"Kamu bisa aja, aku sudah biasa masak seperti ini" kilah Sandra, dan mendapat senyuman paling manis dari Saka.
Saka bahkan meminta tambah untuk nasi goreng buatan Sandra, tidak biasanya Saka makan dengan porsi banyak.
"San, aku bahagia saat ini bisa bersama kamu kembali" ucap Saka dengan wajah yang berbinar.
Namun tidak dengan Sandra wajah nya hanya tersenyum tapi tatapan nya kosong, entah apa yang di pikirkan gadis itu. "Kamu kenapa?" tanya Saka heran, "apa kamu tidak senang dengan pernikahan kita?" lanjut Saka.
"Aku bahagia mas, tapi..." Sandra menggantung ucapannya membuat Saka penasaran.
"Tapi apa?"
"Pernikahan kita, hanya pernikahan di atas kertas mas, bahkan kalau aku sudah melahirkan anak kamu, aku harus pergi jauh darimu dan anak kita." Sandra menitikkan air mata nya.
__ADS_1
"Aku akan mempertahankan kamu!"
Sandra menggeleng, ia bahkan tak bisa berpikir jernih saat ini, Sandra kembali memeluk Saka, ia mencurahkan seluruh perasaan nya pada laki-laki yang kini sudah berstatus suaminya.
"Aku mencintai kamu mas, tapi aku sudah berjanji dan aku harus menepatinya mas"
"Sudahlah kita pikirkan nanti, yang terpenting kita harus bahagia saat ini." Ucap Saka dan mendekap kembali Sandra dengan erat.
Kedua pasangan suami istri itu kini duduk di taman belakang rumah Sandra, menikmati pagi hari di pinggir kolam renang, mereka benar-benar merasakan kebahagian yang luar biasa saat ini.
Berbeda dengan Rahma kini Rahma berada di kamarnya, meraba kasur Yang kosong, yang biasa di tempati oleh Saka.
"Apa kamu sedang sarapan?
" Atau kamu sedang... ahhh... aku gak bisa membayangkan nya ya Tuhan"
"Kuatkan aku, tegarkan hati ku"
Rahma bermonolog sendiri dengan hatinya, ia tak kuat membayangkan kalau suaminya sedang bercumbu mesra dengan Sandra, pasalnya saat pertama kali Saka melakukan itu padanya, Saka sangat ketagihan dan akan meminta terus sebelum benar-benar puas.
"Tidak... aku tidak boleh terlalu memikirkan itu, yang terpenting Sandra cepat hamil dan memberikan anak nya kepadaku."
__ADS_1
Tanpa ia sadari ia terlelap begitu saja, rasa kantuk yang menyerang karena semalam ia tidak bisa tidur karena memikirkan sang suami yang sedang melakukan malam pertama nya dengan Sandra.
*****
*****
*****
Di ruang tamu terlihat Oma Aminah yang sedang berbicara dengan Winda, mereka membicarakan tentang Rahma yang terlihat selalu murung setelah kembali dari rumah Sakit.
"Win, apa kamu tidak melihat ada yang berbeda dari Raham?" tanya Oma.
"Iya Oma aku melihat Rahma selalu murung, bahkan terlihat sedang memikirkan sesuatu" jawab Winda.
"iya semenjak pulang dari rumah Sakit, mungkin masih sedih karena kehilangan anaknya Win."
Kedua wanita berbeda generasi itu terus saja berbincang tentang menantu mereka, mereka sebenarnya sangat kasihan pada Rahma tapi mau di gimana lagi semua sudah terjadi.
Mereka pun tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Rahma dan Saka.
to be continued
__ADS_1