
Saka dan Rahma kini kembali ke rumah Sandra, dengan perasaan yang kesal Rahma memasuki rumah Sandra dengan cepat, ia tak menunggu suaminya yang sedang memasukan mobil ke garasi.
Rahma langsung masuk ke dalam rumah, ia melihat Sandra yang tidur dengan memeluk sebuah foto, "Aku tak akan membiarkan suamiku benar-benar peduli padamu." Gumannya dalam hati, dan tak lama Saka masuk dan juga melihat Sandra di sofa.
Saka berjalan mendekati Sandra dan mulai menggoyangkan tubuh wanita itu pelan. "San... bangun, aku bawa makanan."
"Euhhh"
Suara lenguhan Sandra terdengar sexy di telinga Saka membuat bir@hi nya kembali naik, "Sandra bangun... cewek ko tidurnya udah kayak kebo gitu" Kini suara Rahma benar-benar mengusik Sandra, Sandra pun langsung bangun.
"Shuuttt... ko bicara nya kasar sih kamu" tegur Saka, namun yang di tegur hanya diam saja males meladeni.
" Ehh kalian udah pulang, maaf aku ketiduran" Sandra bangun dan bangkit lalu duduk di sebelah Saka.
"Iya lah pulang soalnya ada yang khawatir sama istri ke duanya" Kini Rahma berbicara dengan nada yang lebih sinis.
"Kamu kenapa sih, kalau lagi Bete mending kamu pulang deh gak usah di sini."
__ADS_1
Rahma langsung terdiam mendengar suaminya berbicara seakan mengusir nya dari sana, itu membuat Rahma kembali merasakan patah hati lagi.
"Mas, gak boleh gitu" Kini Sandra menengahi mereka, "Ya sudah mbak duduk dulu, aku ke kamar dulu sebentar." lanjut Sandra dan ia meninggalkan sepasang suami-istri itu di ruang tamu.
"Rahma..." panggil Saka dan Rahma langsung menoleh.
"Apa.." jawabnya ketus.
"Tolong jangan seperti itu, Sandra masih dalam keadaan berduka, lihat sepertinya dia habis menangis, matanya sembab, aku tau dia sedang merindukan ibunya, kita disini seharusnya bisa menghibur dia."
"Aku ngerti mas, tapi kamu gak ngerti perasaan aku, aku cemburu... aku cemburu mas..."
"Iya maafkan aku, aku tau sayang, aku besok pulang ke rumah, jadi tolong hati ini bersikap seperti biasanya oke " Saka pun memeluk istrinya dengan lembut, Rahma masih menangis di pelukan Rahma, dan kini Sandra melihat keduanya sedang berpelukan membuat dirinya yang merasa cemburu dan sakit.
"Sakit ya jadi istri kedua, tak boleh memiliki suami seutuhnya, haha." Sandra tertawa miris menertawakan takdir hidupnya yang seperti ini.
Sandra pun kembali ke ruang tamu dimana ada Saka dan Rahma, ia duduk di sebrang mereka membuat Saka memicingkan matanya.
__ADS_1
"Kenapa duduk di sana, disini masih lega kok?" ucap Saka sambil menepuk sofa di sebelahnya.
"Gak papa disini aja"
"Oh iya mas, aku harus pulang mama mertua sudah mencemaskan menantu kesayangan nya ini."
Jleb
"Menantu kesayangan.. hmmm ya menantu tersayang." batin Sandra yang menanggapi kata-kata Rahma.
"Oh ya sudah, kamu pesan taxi online saja ya aku gak bisa nganter"
"iya aku tau, aku juga sudah pesan kok."Nada bicara Rahma masih terlihat jutek, ia langsung bangkit dan mencium bibir suaminya dengan sangat liar, membuat Sandra melongo melihat adegan live di hadapnnya.
"Rahma..." Saka yang tak enak dengan Sandra akhinya menyudahi ciuman panas mereka dan langsung menuntun Rahma keluar dari rumah Sandra.
"Gila tuh cewek main nyosor aja suami gue." Sandra berbicara seakan Saka hanya miliknya sendiri.
__ADS_1
to be Continued