Rahim Sewaan Sang Mantan

Rahim Sewaan Sang Mantan
Dua belas


__ADS_3

***Jangan lupa setelah baca langsung like dan komen sebanyak-banyak nya ya,


Masukan kedalam daftar rak buku favorit kalian, biar kalian akan dapat notifikasi kalau othor udah update episode baru.


Dukungan kalian sangat berarti buat othor, jadi othor lebih semangat update nya..


Terimakasih semua, love you all***...


Duaaaarrrr


Perkataan dokter Indra membuat Sandra limbung di pelukan Saka, namun kaki nya masih bisa menahan agar tubuh nya tidak jatuh ke lantai.


"Maa.. maksud dokter apa?"


"Ibumu sudah tiada.."


"enggak Dok.. enggak... dokter jangan bercanda, dokter sendiri yang bilang setelah operasi yang kedua ibu pasti akan sembuh, terus kenapa dokter bilang begitu?"


Dokter Indra tidak bisa berkata apa-apa lagi, semuanya benar-benar di luar kendali nya, karena hanya Tuhan yang bisa berkehendak walau manusia sudah merencanakan.


Sandra menjerit, ia langsung masuk ke ruang ICU dilihatnya tubuh renta ibunya sudah di tutup kain putih di belangkarnya.


Sandra berlari dan membuka kain itu, wajah Bu Arumi benar-benar sudah pucat, bahkan tubuh nya terasa dingin. Sandra mencoba membangunkan ibunya, mengguncang tubuh yang sudah tak bernyawa itu dengan keras berharap ibunya hanya tidur.

__ADS_1


"Bu... aku mohon bangun Bu, aku sudah menikah.. ini impian ibu kan.." Sandra terus saja menangis dan mengguncang tubuh kalau di hadapannya.


"Bu.. tolong bangun.. aku sudah tidak punya siapapun di dunia ini, aku hanya punya ibu, tapi kenapa ibu harus meninggalkanku Bu.. hiks..hiks.. hiks..."


Rahma masuk ke dalam dan melihat Sandra begitu terpukul dengan kepergian ibunya, Rahma langsung memeluk nya.


Sandra tak menolak pelukan dari wanita yang kini sudah menjadi madunya itu, bahkan pelukan itu membuat dirinya nyaman, pelukan hangat yang ia terima seperti pelukan dari ibunya sendiri.


"Kamu harus ikhlas, kamu masih punya aku dan mas Saka San, kita sudah menjadi keluarga sekarang," Rahma mencoba menyemangati Sandra agar bisa mengikhlaskan kepergian Bu Arumi.


"Aku gak tau mbak, apa aku bisa bertahan tanpa ibu.."


"Aku yakin kamu wanita yang kuat, jangan pernah merasa sendiri."


Sandra kembali menangis dan Rahma hanya bisa mengelus punggung nya , mencoba memberi perhatian dan ketenangan pada Sandra yang kini benar-benar sangat rapuh.


Tak lama petugas rumah sakit datang, mereka akan mengurus jenazah Bu Arumi dan akan membawanya ke tempat pemandian.


"Maaf Bu, kami akan segera memandikan jenazah." Rahma pun mempersilahkan mereka tapi Sandra malah menahan nya, ia tidak rela ibunya akan di bawa.


"Tidak.. ibuku masih hidup... dia hanya tidur.. sebentar lagi pasti bangun."


Saka yang melihat Sandra seperti itu, kini menggantikan peran Rahma dan menarik Sandra kepelukannya.

__ADS_1


"San... ikhlaskan ibumu, dia kini sudah tidak merasakan lagi sakit, biarkan ibumu beristirahat dengan tenang."


Sandra yang mendengar ucapan Saka lalu mendongak dan menatap Saka tajam, "Tidak... ibuku masih hidup, dia hanya tidur Saka.. hiks.. hiks.. hiks..."


Bruggghhh


Sandra yang sudah tidak bisa menahan nya akhirnya tumbang juga, Saka yang tak siap dengan tubuh wanita di hadapannya akhirnya harus merelakan, tubuh Sandra jatuh ke lantai tapi untung nya kepala Sandra bisa Saka tahan.


"Mas.. Sandra kenapa?" tanya Rahma panik


"Dia pingsan sayang, coba panggil perawat dan untuk kalian bisa bawa Bu Arumi sekarang." Saka menyuruh petugas yang tadi akan membawa jenazah Bu Arumi.


Perawat yang tadi di panggil Rahma langsung datang, dan mencoba melakukan tindakan pada Sandra, dokter Indra yang tadi masih berada di luar ruangan langsung masuk.


"Biar saya yang tangani, tolong kalian keluar dulu."


Dokter Indra kemudian memeriksa keadaan Sandra, "Seandainya kamu mau menikah denganku, mungkin kamu akan menjadi satu-satunya nya istriku," Dokter Indra ternyata diam-diam menyukai Sandra.


Dokter Indra tak lama memeriksa Sandra, karena Sandra hanya syok dan kelelahan saja, tak ada yang serius dengan kondisinya, namun Sandra butuh Istirahat saja saat ini.


"Bagaimana keadaan istriku Dok?" tanya Saka saat dokter keluar.


Mendengar Saka menyebut Sandra istrinya hati Rahma benar-benar remuk, Rahma sadar mulai saat ini bukan hanya dia yang akan mendapat julukan istri dari Saka tapi Sandra juga.

__ADS_1


"Kuat kan hatiku ya Allah, biar kan aku ikhlas.."


to be continued


__ADS_2