
mohon vote nya ya readers....💖💖💖
Didepan dua pusara bertanah merah , seorang Pemuda dan anak kecil menangis bersama. Perasaan kehilangan yang sama sama mereka rasakan membuat semesta mengerti dan ikut dalam pedih.
Awan mendung menaungi kota itu, kepergian dua orang yang sangat mereka cintai menyisakan kepedihan begitu dalam. Pemuda ringkih itu terus terusan menyeka wajahnya, kedua orang yang pergi itu sudah di anggapnya sebagai kakak, orang tua , sahabat, segalanya baginya. Mereka bagai oase bagi jiwa Nathan yang kering.
Hidup dan besar di jalanan sebagai pedagang asongan. Nathan mengira ia akan selamanya hidup seperti itu, sampai ia bertemu dengan Ayu dan Ben. Sepasang suami istri itu baginya adalah malaikat.
Tapi kenapa malaikat itu begitu cepat pergi dari kehidupannya. Tangisnya semakin pecah. Dipeluknya bocah perempuan disampingnya. Bocah itu menangis bukan karena ia sedih ditinggalkan oleh ayah ibunya. Akan tetapi ia menangis melihat Nathan menangis.
Lisa Abigail Daud bocah perempuan berusia 5 Tahun itu masih tidak mengerti apa apa. Tempat ini sangat asing baginya.
Lisa bertanya pada Nathan ,"Om papa kapan jemput kita" Sesekali ia menyeka air mata yang terus keluar dari pipi Nathan.
Mendengan pertanyaan Lisa , Nathan menangis semakin keras. Apa yang harus anak 15 tahun lakukan untuk merawat anak kecil berusia 5 tahun. Tapi dalam hatinya ia berjanji sampai kapan pun ia akan menjadi orang tua pengganti bagi Lisa . Ia akan melindungi anak itu seperti anaknya sendiri. sampai kapan pun . Janjinya di depan pusara dua orang yang paling ia cintai di dunia ini.
5 tahun berlalu...
"Om bangun, Lisa mau latihan dulu, anterin om". Hari Minggu pagi yang cerah Nathan masih berselimut rapi .
"Om sudah jam 7 neeh, nanti Lisa telat latihannya."
Si kang tidur masih bergelung manis. Lisa tak kurang akal.
"Om Rena uddah nungguin di depan, katanya ngajakin lari pagi ".
__ADS_1
ziiiinnggg . Nathan langsung bergerak kekamar mandi, ambil baju dan handuk.
5 menit kemudian sudah rapi dengan pakaian olahraganya.
Lisa sudah siap dari tadi dengan seragam Taek Kwon Do nya. Gadis berkuncir kuda itu tersenyum manis pada Nathan.
"Lis, mana Rena?"
"Masih tidur kali om"
"Lho kamu bilang Rena ngajakin lari pagi?"
"Maafin Lisa om, ayuk buruan nanti Lisa telat latihannya. "
"Om tadi malam ada breaking news, pemuda di bacok sama ceweknya gara gara ketahuan selingkuh." Lisa sudah membuka pintu mobil, lokasi latihannya kali ini jauh di pusat kota. Ga mungkin ia jalan kaaki dari rumah.
Nathan bungkam, kemampuan bicara anak umur 10 tahun ini emang patut di acungi jempol.
Kalo sudah besar jadi marketing aja cocoknya ni anak, pasti banyak dapet customer.
Sepanjang perjalanan ke pusat kota Lisa berusaha untuk fokus mengingat gerakan yang harus dia peragakan. Kakinya bergerak kecil menghafalkan gerakan, tangannya mengikuti.
Nathan tersenyum melihat tingkah laku Lisa , ia menepuk kepala Lisa.
"Om bangga sama kamu Lis, makasih yaa sudah jadi bagian dari hidup om."
__ADS_1
Lisa memasang wajah bingung, tapi dalam hatinya sangat berbunga bunga. Nathan memujinya. selama ini walaupun cuek dan selalu membuatnya kerepotan Lisa tau Nathan sangat menyayanginya. Nathan selalu berpesan, mereka hanya memiliki satu sama lain di dunia ini, tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan keluarga.
Sesampainya di GOR pusat kota. Lisa segera turun dan bergabung dengan teman temanya. Ia melambaikan tangannya. Nathan balas melambaikan tangan nya.
Lisa paling benci Nathan menonton pertandingannya, sparing kali ini Lisa ingin menang. Ia benci merasa kalah, lebih benci lagi melihat keluarganya satu satunya kecewa apabila ia kalah. Itu baginya lebih menyedihkan dari kekalahan itu sendiri.
Nathan memarikirkan mobil lnya jauh dari GOR dengan mengendap endap ia duduk di titik terjauh dari arena, dengan harap harap cemas ia memegang kamera kesayangannya. momen kali ini harus dia abadikan.
Tahu akan kebencian Lisa saat pertandinganya di tontom, Nathan menyiasatinya dengan menonton sembunyi sembunyi. ia harus mengabadikan momen ini dengan atau tanpa izin si empunya momen.
Ponselnya bergetar, ia sudah membatalkan janjinya kencan dengan Renata pagi ini demi sparing Taekwondo Lisa nya tersayang. Jadwal jalan ke mall nya bersama Susan pun harus rela ia geser ke lain waktu.
Ceritanya ia akan pura pura jemput Lisa, terus ajak Lisa makan siang. Lisa nya tersayang harus jadi no 1, cewek cewek itu masih antri untuk mendapatkan jadwalnya. Tapi hari ini adalah hari penting bagi Lisa , kalah ataupun menang Lisa tetap kesayangannya.
Seseorang menyentuh lengannya ia menoleh, seorang gadis beserta temannya memberikan seracik kertas berisi no telpon. Nathan tersenyum semanis mungkin.
Lain kali aku harus pakai topi dan masker untuk menghindari hal hal seperti ini , ketampanan ku ini sungguh menyiksaku.
Bersambung
Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...
mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗
sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... ❤️❤️❤️🤗🤗🤗
__ADS_1