
mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers....💖💖💖
Nathan bersenandung kecil. Ia sedang menunggu Lisa pulang, sambil membuka beberapa proposal dari calon mitra nya.
Masih asik dengan bacaannya, Lisa masuk dari pintu depan. Ia duduk dan meletakan 2 bungkus nasgor yang masih hangat di atas meja.
"Udah pulang ?" Nathan memandangnya.
Lisa terpana, baru kali ini Om nya menggunakan kacamata.
"Ya lord... Om ganteng banget..." dalam hati.
"Ehmm... uddah om , tadi mampir bentar beli nasgor. Om lagi apaa"?
Lisa membolak balik kertas yang sedang di baca Nathan.
"Proposal buat usaha Om. Lis kita ngobrol bentar yaa.." Itu kata kata Nathan kalo dia lagi pengen ngobrol banyak sama ponakannya.
"Om enaknya makan dlu deh... Lisa laper dari tadi belum makan." Nisa meraih salah satu bungkus nasi goreng.
Nathan mengangguk, ia mengambil nasi goreng ,membuka ,menaruh sendok dan menyajikannya ke Lisa . Kebiasaan seperti itu Ben yang ajarkan, mendahulukan perempuan itu penting Nath pesan Ben.
Lisa tersenyum, Nasi goreng yang belum ia buka tadi sudah Nathan ambil untuknya.
"Kok ga makan sama temen kamu yang di mobil tadi?"
"Kalo sama makan sama dia ga bakalan tenang om. Bawaannya emosi mulu".
"Kok gitu?"Nathan menaikan satu alisnya. dimana ia pernah bertemu anak itu sebelumnya.
"Iya , Om. Jago banget bikin darah tinggi". Seperti sebelum Lisa turun dari mobil tadi, Sam menangkap tangan nya.
"Lis bentaran deh".
"Kenapa Sam?"
Tangan Sam bergerak menangkup kedua Pipi nya. "Lis , besok besok jangan makan nas gor lagi ya.." jari jarinya membelai lembut kedua pipi Lisa .
Wajah tirus Sam semakin dekat dengan wajahnya, Lisa merasa wajahnya memerah.
"Ke..keenapa emangnya?" Lisa berusaha tenang.
Cuman berjarak beberapa senti dari wajah Lisa, ia bahkan bisa mencium aroma after shave yang Sam pakai.
"Kamu.... " Nathan berbisik, nafasnya menyapu wajah Lisa.
"Kamu... " bibir itu pindah ke telinganya.
"Pipi lu uddah kayak pant*t monyet Lisa ..."
"Hahahah..."
__ADS_1
Jeddukkk... Sundulan tak termaafkan untuk kampr3t ini.
"Lis kira kira donk... Ashhhhh... " Sam menggosok jidatnya. Rasain.
Sam cemberut sambil memegangi kepalanya, Lisa turun dan membanting pintu mobil. Pant*t monyet. Awas lu Sam.
Geram ingat kejadian tadi, Lisa memotong motong telur ceplok dengan penuh amarah. Kenapa juga pipinya memerah, apa Sam ngeliat kalo tadi mata Lisa terpejam.
Nathan heran melihat tingkah Lisa.
"Kamu putus katanya.."
"Hemmm"
"Kapan...?"
"Tadi siang"
"Jadi jomblo?"
"Engga..."
"Masih ada lagi" mata Nathan membulat. Tolong aku Ayu Ben...
"Tinggal 2 om kayak gigi nenek"
"Ga usa bawa bawa gigi nenek, berati kemaren 4 dong".
Sebelum emosinya naik lagi, Nathan buru buru mengubah pembicaraan.
"Lis, ehmm... mulai sekarang Om ga kerja di Kalimantan lagi."
Lisa bengong, " Lho Kenapa Om Nath, kena PHK ya?"
"Engga Lisa.. Om cuman mau buka usaha sendiri dulu. Ini beberapa proposal dari mitra usaha om. Toh Lisa udda selese kuliahnya kan?" Nathan menepuk kepala keponakanny, ia tau Lisa kawatir. Tapi semua harus ia lakukan untuk Lisa , ia harus berada di sampingnya seperti dulu.
Fokus Nathan sekarang adalah bukan lagi sekolah Lisa , fokus Nathan adalah mendampingi Lisa sampai ia bertemu dengan laki laki yang kelak akan menghabiskan sisa waktu bersamanya.
"Om.." Lisa menyadarkan Nathan dari lamunannya .
"Hpnya bunyi tuh..." Lisa menunjuk dengan dagunya.
Nathan melihat layar hpnya..
No name... akhhh males banget sumpah....
Ponselnya berhenti berdering, tak lama kemudian sebuah pesan masuk.
"Nath kamu dimana
aku butuh kamu pliss...
__ADS_1
aku mohon angkat
telpon aku."
Marie
Nathan hapal kata kata itu, pasti sebentar lagi ponselnya akan berbunyi kembali.
Dan benar...
"Angkat om, siapa tau penting". Lisa memajukan kepalanya, melihat caller ID yang nelpon.
Nathan mematikan ponselnya.
" Jadi gimana menurut Lisa ?"
"Lisa terserah om aja, ga banyak yang bisa Lisa bantu. Tapi entar kalo Usaha om udaah buka Lisa belum kerja Lisa bisa ikutan bantuin kan."
"Bagus.. sekalian Lisa bantuin juga promoin ke teman temannya Lisa . Ntar Om kasih diskon khusus dehh..."
"Oke Om boljuh tuh."
"Boljug apaan?"
"Boleh juga om" Lisa dan Nathan tertawa. Nathan senang ia kembali akan menghabiskan banyak waktu dengan Lisa .
Lisa senang Om nya bisa terbebas dari perusahaan itu, sudah lama ia menyarankan Nathan untuk berhenti bekerja di mining . Selain resiko kecelaan kerja yang sangat besar, jam kerja yang tinggi kadang begitu menguras tenaga Om nya.
Sering kali saat Lisa sedang asik telponan saat Nathan off bekerja, tiba tiba Nathan mendadak harus masuk kerja karena ada karyawan yang mendadak sakit. Lagian Nathan orangnya ga tegaan , selalu menuruti permintaan perusahaan.
Sekarang hampir 10 tahun bekerja di Perusahaan Pertambangan akhirnya Nathan memutuskan untuk resign.
"Om jalan jalan yukk. Lisa kan masih nunggu wisuda, om juga uddah ga kerja lagi kita sempetin jalan jalan ya Om yaa..."
Lisa bergelantungan di lengan Nathan seperti saat masih kecil dulu.
Nathan tertawa keras, anak ini memang selalu bisa menjadi sumber kebahagiaanya.
"Weekend nanti kita jalan jalan ya! oke?"
"Okehh okeehh okeeeeeee ommm..." Lisa senang sekali, setelah sekian lama mereka akan kembali punya waktu bersama.
Nathan hanya geleng-geleng melihat kebahagian anak dari Ayu dan Ben.
Ayu... Ben... Sekarang aku bisa fokus kembali menjaga titipan kalian. Aku akan selalu bikin dia bahagia seperti janjiku pada kalian.
Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...
mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗
sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... ❤️❤️❤️🤗🤗
__ADS_1