Rainbow - Aku Benci Om

Rainbow - Aku Benci Om
Chapter 22


__ADS_3

Hai hai readers....


mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers...🖤🖤🖤


Nathan membuka pintu dan ....


"Happy birthday to .... Nath....?"


Zian berada di depan pintu dengan membawa sebuah cake ultah lengkap dengan lilinnya. Nathan menghembuskan nafas lega.


"Nath lu ngapain bawa pisau segala?" Mata Zian melotot.


"Lu ga berencana mau bunuh gue kan Nath... Gue salah apa Ama elu?"


"Sstttttt ...." Nathan menutup pintu kamar Lisa.


Zian melihat sekeliling. Ruang tengah masih berantakan karena perkelahian tadi masih belum selesai Nathan rapikan.


"Ceritanya panjang Zi... Yuk kedepan... Biar Lisa bisa istirahat..." Nathan menepuk punggung sahabatnya.


Zian menghempaskan bokongnya di sofa depan.


"Lu serius Nath??? Masa ponakan cantik lu yang bahenol itu ada yang dendam sih.?"


Nathan melirik Zian dengan kesal.


"Ga usah bawa bawa fisik ponakan gue lu ."


"Terus sekarang anaknya mana. Sini gue kasih pelajaran buat orang yang berani gangguin calon istri gue..." Zian menggulung lengan bajunya.


"Uddah uddah ah... Si Kam*ret itu sudah di bawa polisi tadi." Nathan masih trauma dengan kejadian tadi, darah Lisa menetes dari lengannya. Wajah Lisa putih seputih kapas. Nathan buru buru menggelengkan kepalanya menghapus kenangan buruk itu.


"Keadaan Lisa gimana Nath"


"Lukanya ga dalam hanya cukup panjang goresannya. Rean udah jahit lukanya Lisa."


"Tadi Rean ke sini?"


Nathan mengangguk. Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan kalau Rean tidak bisa datang. Ia benci harus membawa Lisa kerumah sakit. Lisa pun pasti tidak akan mau di bawa ke rumah sakit.


"Nath... Nathan..." Zian menepuk punggungnya.


"Apaan Zi?" Nathan tersadar dari lamunannya.


"Siapa tuh..." Zian melemparkan dagunya.


Seorang perempuan melewati pagar. Tangannya penuh dengan kantung kresek, di punggungnya tersampir sebuah Backpack berwarna pink elektrik.


"Manda temennya Lisa...."


"Hai Om Nath ganteng..." Seperti biasa Manda selalu menambah kan kata ganteng di akhir nama Nathan.


"Makasih udda mau Dateng Man, Manda sibuk ga?"


Perempuan berpipi chubby itu menggelengkan kepalanya. "Buat Lisa Manda ga akan sibuk Om. Lisannya mana?"


Manda ingin langsung masuk tapi Nathan menahannya.


"Manda tunggu bentar Om Nath mau ceritain lengkapnya."


Nathan pun mengulang cerita tentang peristiwa penyerangan yang di lakukan oleh Ali. Manda dan Zian hanya ber Ohh Ahh ohhh ahhh ria mendengar cerita Nathan.

__ADS_1


"Terus sekarang Ali nya mana Om? Brengsek banget sih tu anak. Sudah bagus Lisa kasih kesempatan dia jadi pacarnya ehhh ternyata dianya malah psyco. Hiiii Najis ... Amit amit deh punya cowok kayak gitu. Om Nath ga gitu kan Om?"


Manda mengedipkan matanya centil.


Zian melakukan gerakan pura pura muntah di hadapannya.


Nathan tertawa. "Ali sudah di bawa pihak yang berwenang."


"Jadi gara gara itu lu tadi mau nyabet gue pake pisau buah? Lu juga psyco yaa Nath?"


"Sorry Zi gue ga sengaja. Lu ga ngabarin mau Dateng soalnya." Nathan terkekeh.


"Kalo gue ngabarin Dateng bawa kue ultah buat lu. Bukan surprise namanya Nath...."


"Oohh Om Nath ulang tahun ya... Senge Cukae Om ...."


"Cu... Apaan.." Zian menyela.


"Cukae... Cukae itu bahasa Korea artinya selamat... Lagian jadi orang budek amat sih..."


"Ngapain juga kasih ucapan ke orang pake bahasa Korea segala. Cukae cukae... cuka tuh asem kayak muka lu..." Zian membalas dengan kesal.


"Ehh Temennya Om Nath... Tolong ya ga usah ngebahas omongan orang lain. Omongan situ aja kaga ada yang bagusnya kayak mukanya situ."


"Eh gini gini gue produk asli dalam negeri. Bukan impor, muka gue ini asli gantengnya tanpa editan. Tanpa Skincare tanpa bantuan apapaun ganteng maksimal..."


"Idih kayak gini di bilang ganteng... Muka kayak Om mending jualan kurma deh..."


"Ooooo kegantengan gue ini bukan di pake buat jualan kurma. Gue ganteng dengan paras seperti ini karna emang gue laki beneran. La yang lu liat di drama itu belum tentu laki. Mana ada laki joget joget melambai kayak gitu..."


"Ehhhhhh jaga bicara anda yaa Om. Jangan mentang mentang anda item anda jadi seenaknya bilang idola gue melambai..."


"SSSTTTTTT...... Kok jadi berantem... Manda kesini kan katanya mau bantu Om Nath jagain Lisa. Lu juga Zi kesini kok malah berantem Ama anak kecil." Nathan menggeleng gelengkan kepala.


"Sorry Nath... Emosi gue muka gue di bilang buat jualan kurma."


"Emang pass..." Manda menjulurkan lidahnya pada Zian.


"Uddah donk. Gue seneng lu bedua di sini nemenin gue sama Lisa . Tapi ga pake berisik juga kali. Sekarang Manda sama lu Zian bantuin gue ngerapihin rumah."


"Hahhh kok gitu?"


"Iya Om Nath kok gitu....?"


"Uddah buruan sanksi karna lu bedua ribut di rumah gue." Kata Nathan asal.


"Hahhhhhh" Seru Manda dan Zian bareng.


Tapi kedua orang itu tetap dengan ringannya membantu merapikan buku buku yang berhamburan.


Nathan hanya tersenyum melihatnya.


🖤🖤🖤1st


"Jangan .... Tolong Jangan.... Jangannnnnn"


Peluhnya bercucuran. Sebuah tangan mengelus pipinya. Matanya terbuka lebar sekarang.


Wajah Lisa di hadapannya terlihat kawatir.


"Om Nath... Om Nath mimpi buruk?" Lisa menangkupkan tangannya ke wajah Nathan.

__ADS_1


Air matanya kembali menetes. Ia sangat bahagia melihat si pemilik wajah itu baik baik saja.


Nathan menggegam tangan Lisa dan mengecupnya. " Om Nath ga papa Lis, Lisa ga papa?"


Nathan memeriksa setiap inchi tubuhnya. Lisa terheran heran. Karna bergerak terlalu mendadak tangannya kembali terasa nyeri.


"Awwww...."


"Mana Lis mana yang sakit? Mau Om Nath Panggil kan Dokter Rean lagi?"


Lisa menggeleng dan tersenyum kecil.


"Lisa ngga papa Om. Om Nath tuh yang kenapa? Mimpi buruk ya?" Lisa menyentuh kening Nathan yang penuh dengan keringat. Ia menyeka keringat dan merapikan anak rambut Nathan.


Nathan mengangguk, matanya menatap Lisa memelas.


"Sekali lagi maafin Om ya Lis, Om datengnya terlambat." Pandangannya beralih pada perban di lengan Lisa.


"Om Nath..." Lisa menggenggam tangan Nathan.


"Lisa yang harus bilang makasih. Om Nath uddah Dateng cepet. Kalo ga mungkin Ali betul betul udda habis Lisa hajar." Dengan ekspresi lucu Lisa memperagakan tinjunya.


"Aduhhh..."


"Lisa jangan banyak bergerak dulu. Dasar bandel."


"Iyaa Om ku sayang..." Mereka tertawa bersama.


"Om kok disini tidurnya?" Lisa menempelkan kepalanya ke dada Nathan. Ia terbangun karena Nathan tiba tiba mengigau karna mimpi buruk.


"Ehmmm... Iya yaa... Om Nath balik ke kamar yaa..." Nathan ingin beranjak turun dari tempat tidur Lisa.


"Om Nath disini aja yaa... Temenin Lisa ..." Dengan Puppy eyes nya Lisa memandang Nathan.


"Lisa ga ngerasa kesempitan Om Nath tidur di sini?"


"Iya sih seempit..."


"Ya udda Lisa tidur di sini, Om Nath ambil kasur tidur di bawah."


Buru buru Lisa melingkarkan tangannya ke tubuh Nathan.


"Engga jadi sempitnya..."


Nathan mencubit hidung Lisa denngan gemas. Dengan sekali gerakan ia mengangkat tubuh Lisa.


"Lho mau kemana Om?" Lisa kaget tubuhnya tiba tiba diangkat begitu saja oleh Nathan.


"Kita ke kamar Om Nath aja. Kasurnya lebih luas. Jadi Lisa ga kesempitan."


Kembali pemandangan itu di tangkap oleh netra Lisa. Wajah Nathan dari bawah sungguh sangat mempesona. Wangi tubuh Nathan bercampur keringat menjadi candu tersendiri untuk Lisa.


Dengan lembut Nathan meletakan tubuh Lisa di atas tempat tidur. Lalu membungkus nya dengan tubuhnya.


"Selamat tidur gadis kecilnya Om."


"Mimpi yang indah Om ku sayang." Lisa mengeratkan pelukannya. Suara degupan jantung Nathan kali ini sedikit berbeda, tapi Lisa enggan membahasnya. Matanya sudah begitu mengantuk. Tapi masih seperti dulu, ia selalu menitipkan kecupan kecil di dada Nathan berharap itu menjadi Doa yang membawa banyak kebahagiaan untuk mereka.


Bersambung


Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...

__ADS_1


mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗


sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... 🖤🖤🖤🤗🤗


__ADS_2