Rainbow - Aku Benci Om

Rainbow - Aku Benci Om
Chapter 14 ( Marie Ane Tjandra )


__ADS_3

Hai hai readers....


mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers...🖤🖤🖤


21+ pembaca di mohon bijak...


Marie menegak minumannya, hatinya sakit... Nathan yang sudah menjadi temannya sejak dulu sekarang menyakiti hatinya.


Marie tumbuh dan besar dalam keluarga yang berkecukupan, masa Sekolah Lanjutan dan SMA ia habiskan di sekolah khusus wanita berasrama. Pilihan ayah dan ibunya yang konservatif membuat dirinya tidak bisa menghabiskan masa remaja seperti anak anak seusianya. Mengenal lawan jenis dan berteman dengan mereka tidak ada dalam kamus Marie.


Saat kuliah Marie mulai muak dengan semua aturan dari orang tuanya. Ia memutuskan untuk kuliah di kota metropolitan, ia ingin terbebas dari orangtuanya yang kuno. Di awal semester hidup Marie begitu bahagia, ia masuk di sebuah Politeknik ternama dan mengambil jurusan Geologi.


Hidupnya berbalik 180 derajat, Marie yang alim yang penurut, yang bersahaja dan pendiam berubah menjadi Marie yang punya banyak pacar, Suka keluar malam, Nomaden dari pub yang satu ke pub yang lain.


Di Akhir semester kedua hidupnya berantakan. Kuliah nya Morat Marit,ia jarang menginjakan kaki di kampus. Sampai akhirnya Nathan sebagai perwakilan mahasiswa tingkat pertama menunggunya di kosan.


"Kamu siapa?" Wajah Marie memerah karena alkohol, waktu sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, Nathan duduk di beranda kosannya.


"Aku Nathan, aku di minta tolong oleh pihak akademik untuk mengantar surat ini". Ia meletakan surat itu di atas meja di teras kosan Marie. Lalu ia pergi tanpa mengatakan apapun.


"Hei hei... Kamu udda lama nunggu?"


Nathan tersenyum, "Dari tadi siang... Dah ya gue pulang dulu."


"Maa .. Makasih Nathan"


Nathan hanya melambaikan tangannya.


Esok hari nya sebuah ketukan membangun kan Marie. Ia mengintip dari tirai kosannya,ternyata Nathan.


" Yuk buruan.. Hari ini jadwalnya Pak Nazar Paleontologi."


Marie tergagap, ia sudah lama tidak berkuliah. Baru kali ini ia mendengar nama Dosen nya pak Nazar.


"Buruan... "Nathan mendorong Marie pelan.


Masih dengan bingung Marie mandi dan berganti baju bersiap ke kampus.


Setiap hari Selama akhir semester 2 Nathan menjemput Marie. Nathan bekerja keras membantu Marie mengejar ketertinggalannya.


"Nath aku boleh tanya sesuatu?"


Nathan asik dengan Sandwich daging buatan keponakannya.


"Nath..."


"Hmmm..."


"Kok kamu mau bantuin aku sih. Aku kan bukan siapa siapa nya kamu?" Wajah Marie bersemu merah, banyak teman temannya bertanya apakah Nathan dan Marie pacaran. Biasanya Marie hanya tersenyum.


"Terus kamu udah ga mau di bantu? Ya udah..." Nathan pura pura merajuk.


" Engga gitu Nath"


"Terus..."


"Emang pacar kamu ga marah, tiap pagi kamu jemput aku" Jantung Marie berdegup kencang, ia sudah mempersiapkan pertanyaan ini sejak kemarin kemarin.


"Tenang aja, stok cewek ku banyak. Yukk masuk kelas"


Setau Marie selama di kampus Nathan bukan cowok yang suka menggoda mahasiswi dari jurusan lain. Bahkan beberapa teman Marie dari jurusan lain banyak yang ngincer Nathan.


Hari itu Nathan mengirimkan pesan bahwa ia tidak bisa menjemput Marie hari itu. Jadwal Marie hari itu adalah mata kuliah umum, Marie enggan masuk kuliah tanpa Nathan. Ia memutuskan untuk bareng temen temen kosannya nonton di bioskop sekaligus jalan jalan ke mall.


"Marie liat deh itu kayaknya Nathan." Rebecca menunjuk seseorang.

__ADS_1


"Mana..."


"Itu Mar... Yang pake kaos hitam yang lagi sama cewek".


Marie hapal kaos hitam itu, Nathan sedang menggandeng seorang cewek. Marie menatap Nathan dari jauh, rasa cemburu membakar dadanya.


"Nath kamu dimana?"


"Aku lagi jalan ke mall sama cewek ku. Kenapa Mar..."


"Ohh ehmmm engga ga papa... Bye.."


Marie terlalu malu untuk mengakui dirinya cemburu, ia tidak ingin merusak persahabatan nya dengan Nathan. Selama ini Nathan sudah banyak membantu nya.


Beberapa hari kemudian, Marie dan Alex teman sekampusnya sedang makan di sebuah Restoran. Sepasang cowok dan cewek melewati mereka.


"Nath... " Alex menyapa si cowok.


"Hei Lex, Ama Marie... " Nathan tersenyum.


"Iya dari mana lu"


"Dari jalan Ama cewek gue kenalin..."


Marie berani bersumpah cewek itu bukan cewek yang kemarin di mall bersama Nathan. Dari style nya, potongan rambutnya , wajahnya semua beda.


"Mar... Lu ngelamun?"


"Ehhhh iya ehh engga..."Marie menyambut uluran tangan cewek itu, kulitnya putih dan bertubuh lebih tinggi dari Marie.


"Intan.."


"Gabung aja yuk Nath Tan... Biar rame..." Alex mengusulkan.


"Oke... Kamu mau pesen apa ?"


"Lex lu masih bareng satu kosan Ama Charlie ga ?"


Alex menggeleng, "Charlie uddah Ngajukan cuti kuliah Nath, soalnya lagi ada masalah keluarga katanya"


Nathan mengangguk


" Lu masih disuruh kampus ngurusin anak anak bermasalah?"


"Masih, lumayan honornya men. Buat traktir Intan , ya ga sayang"


" Iya sayang." Intan mencium pipi Nathan dengan mesra.


"Lex gue lupa sesuatu. Lu udda selesai makannya?"


"Ehmm uddah, Nath Tan gue ama Marie Cabut dulu ya.."


" Oke.."


Marie pergi tanpa pamit pada Nathan.


"Lu ama Nathan pada kenapa sih".Obet membuka obrolan"


"Tau nee anak, biasanya nempel Mulu ama Nathan. Lagi perang ya lu bedua" Alex nyiram bensin.


"Saran gue ya ama lu Mar, kalo teman sama Nathan jangan sampe ke hati deh... Maksudnya Elunya jangan baper gitu." Obet nyiapin korek.


"Iye Mar, lu kan cantik mending elu cari cowok lain aja dah. Kan yang naksir Ama lu banyak dari jurusan kita dari jurusan lain..." nambahin bensin.


"Iy Nathan tu cewek nya banyak, ganti ganti terus cuantik cuantik semua, sexy lagi. Elu kalah body Ama cewek ceweknya." koreknya dinyalain.

__ADS_1


"**** lu kurang mendukung". Meledak...


Bruuuuuaaak.... Marie menggebrak meja kantin, anak anak yang sedang asik ngobrol di kantin sontak diam.


"Elu pada pikir gue naksir sama Nathan? Karna apa? Karna dia cakep gtu? Karna dia banyak yang suka gitu? Karna dia terkenal gtu? Ya kagak lah... Nathan bukan tipe gue, masih banyak cowok cowok ngantri pengen dapet perhatian gue.. Gue engga level sama nathan. Lagian coba lu ga liat anaknya caper banget sama Dosen?"


Obet ama Alex langsung diem.


"Maaf kalo gue caper sama dosen". Sebuah suara di belakang Marie terdengar sangat terluka.


Marie berbalik, Nathan sudah pergi menjauh.


Di Perpustakaan.


"Nath lu coba denger dulu penjelasan gue,.." Marie memohon.


"Mar, gue ga papa... Maafin gue kalo lu pikir gue caper Ama Dosen. Dan emang gue caper, gue pengen cepet lulus biar gue bisa nyekolahin ponakan gue. Ga papa Marie , gue ga bisa nyalahin pemikiran lu. Gue cuman lakuin yang gue anggap bener." Pandangan mata Nathan dingin.


Dada Marie sesak. Ia ga bisa diem lagi sekarang.


"Nath... Please liat gue.."


"Nath..."


" Iya Marie gue ga pa..." Cuppp Marie menempelkan bibirnya, Nathan dengan cepat mendorong Marie.


"Lu gila ya... Ini perpus Mar"


"Gue ga peduli Nath, gue sayanga lu. Gue suka banget ma lu, apa lu ga pernah sama sekali Mandang gue sebagai cewek Nath. Plis Nath, liat gue sebagai cewek... Lu dengan mudahnya punya banyak cewek tapi cewek yang setia nungguin lu ada di depan lu Nath."


"Marie... Gue..."


" Nath, gue suka lu Nath. Gue suka semua yang ada dari elu. Gue bakal Nerima lu apa adanya, mau lu punya banyak cewek kek gua bersedia jadi yang ke 3 ke 4 ayo ke berapapun..."


Nathan menepuk pelan kepala Marie, dan menggeleng.


"Marie Ane, please jangan bikin gue tambah ga enak. Gue ga bisa mengubah perasaan gue ke elu. Bagi gue lu temen gue, sampe kapanpun temen gue. Gue sayang ama lu layaknya temen dan Please jangan paksa gue."


Air mata membanjiri wajah cantik itu, ia sudah mengabaikan rasa malunya dengan menyatakan perasaanya pada Nathan. Tapi Nathan tetap menolaknya, tetap menganggap nnya sebagai teman tidak lebih.


"Sekarang Gue sudah lebih cantik Nath, lebih Sexy, lebih segalanya. Itu buat lu Nath buat lu". Marie melemparkan gelasnya. Gelas itu pecah berkeping keping seperti hatinya saat ini .


***************************"*****************


"Om ga pernah bosen ya sama Sandwich buatan ku?"


"Hengga... Kaho Sisa Hwang byaat pahti ehak"


"Jawabnya nanti aja om jangan makan sambil ngomong" Dengan jari nya Lisa membersihkan saos di sela bibir Nathan.


Dengan cuek ia menjilati saos tersebut dari jarinya.


"Uhukkk... uhhukkk... uhuukkk.." Nathan tersedak ia melihat langsung jari Lisa keluar masuk di bibir kecilnya.


"Pelan Om" Lisa mengambilkan Nathan segelas air putih. Dengan sigap ia menepuk nepuk punggung Nathan.


"Makasih Lis." Nathan menyenderkan punggungnya ke kursi. Mencoba menghilangkan bayangan Lisa sedang menjilati jarinya.


"Om ga papa...?" Wajah Lisa tepat di depan wajahnya. Ujung rambut Lisa menyapu wajahnya, Pemandangan yang amat sangat indah. Anjrit kenapa ponakan gue tumbuh begini cepat...


Lisa menangkupkan tangannya ke pipi Nathan yang belum bercukur, "Om ga papa?" Nafasnya menggelitik wajah Nathan.


Ya lord ini benar benar menyiksa....


Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...

__ADS_1


mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗


sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... 🖤🖤🖤🤗🤗


__ADS_2