Rainbow - Aku Benci Om

Rainbow - Aku Benci Om
Chapter 13


__ADS_3

mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers....💖💖💖


21+ pembaca di mohon bijak...


Nathan berbaring dengan pikiran melayang, Marie terus terusan mengiriminya pesan. Ia tidak mengira Marie akan begini.


Sebelum ia pulang kemarin ia sudah menjelaskan semuanya. Ia dan Marie hanya teman, tidak lebih dari itu. Ia tidak menginginkan Marie dengan serius, seperti awal kebersamaan mereka.


Just Friend with Benefit... Kata Marie 4 bulan yang lalu.


"Nath ada Team marketing pusat Dateng hari ini. Katanya temen kuliah mu" Seseorang dari administrasi mengabarkan berita itu. Nathan tersenyum. Marie sudah landing di Banjarmasin. Sekarang dalam perjalanan menuju Site.


His Best Friend Marie.... Mereka saling kenal sejak semester 2 saat pembagian Jusuran di kampus nya. Awalnya Nathan dan Marie tidak satu kelas. Nathan hanya melihatnya saat kuliah umum.


Bunga di Geologi kata temen temennya itulah Marie... Bukan tipe Nathan tapi ia akrab dengannya. Beberapa hari yang lalu lewat sosial media Nathan mendapat kontak dari Marie mengabarkan ia akan kunjungan lokasi.


Pintu mobil 4x4 itu terbuka dari kabin belakang turun seorang perempuan ramping dengan dada penuh. Bibir sensual dengan lipstik merah tebal. Langsung menuju dirinya dan memeluknya erat. Dada penuhnya menempel erat di dada Nathan.


Teman teman Nathan yang lain ternganga begitu juga dirinya. Woowwww dulu untuk ukuran cewek Marie teman kuliah nya sudah cantik dengan gaya tomboinya... Tapi sekarang Nathan kehilangan kata kata... Marie sangat Hot...


"Dada gue besar sekarang" kata kata pertama yang Marie bisikan padanya.


"Sorry lu masih bukan type gue" Balas Nathan.


Marie tertawa


Site mereka yang isi nya hampir semua laki laki gempar. Camp tiba tiba jadi bersih dan wangi. Biasanya Tumpahan oli dan majun bekas berserakan di mana mana.


Marie bersikeras untuk sementara akan tinggal di camp. Nathan sudah memperingatkan nya dengan kondisi mereka tapi Marie tetap pada pendiriannya.


Malam pertama Marie di Camp, suasana nya berlangsung sangat meriah... Manager Operasional yang biasanya tidak pernah mampir ke camp tiba tiba datang berkunjung. Pak Sigit datang dengan membawa tumpeng lengkap dengan lauknya. Surga 5 menit bagi para Mekanik dan Team. 5 menit kemudian semua makanan ludes tak bersisa.


Acara di lanjutkan dengan nyanyi nyanyi dan dangdutan, Pak Sigit bahkan mengundang Organ tunggal dari kota untuk menghibur seluruh penghuni Camp. Di sela sela acara ketika semua asik berjoget Marie menarik Nathan menjauhi keramaian.


"Ikut yuk Nath"


"Kemana?" Nathan menaikan alisnya, Marie sudah menggenggam tangannya erat.


"Yuukk". Marie menempelkan tangan Nathan di pinggangnya.


Sesampainya di kamar yang akan Marie tempati, tiba tiba Marie menariknya mendekat. Menempelkan bibirnya dan melu*matnya dengan ganas. Tangan Marie meremas Inti tubuh Nathan, Sekejap semuanya langsung terlepas dari tempatnya.


Meskipun tombaknya sudah berdiri, Nathan masih belum melakukan apa apa pada Marie, sejak tadi hanya Marie yang bekerja, mencium, melu**t, menghi*ap, meremas apa yang ada di tubuh Nathan.


"Just Friend with Benefit s okay... "


" Marie..." Nathan hendak menjawab, lagi lagi Marie menjejalinya dengan punc*k pa**daranya.

__ADS_1


"Marie stop". Ia menindih tubuh Marie, "Biarkan aku bicara".


"Baiklah"Marie menggigit bibirnya mata nya tidak berpindah dari tubuh berotot dan dada kekar itu . Tangannya intens berada di inti tubuh Nathan mengusapnya pelan.


"Just Friend Marie not more. Aku ga bisa kalau lebih dari itu." Nathan menggeram, bagian bawah tubuhnya meronta ingin di lepaskan.


Marie mengangguk cepat, dengan sigap ia melu**t batang itu masuk dan keluar dari mu**tnya. Bukan hanya berlangsung sekali malam itu, Marie begitu menginginkan Nathan. Berkali kali mereka mencapai kepuasan bersama. Untuk pertama kalinya Nathan melakukan itu penuh.


Ia yakin ia akan menyesalinya, tapi Marie begitu sulit untuk di atasi. Akhirnya Nathan hanya pasrah ketika Marie mengendarainya mencapai puncak itu.


Nathan tau harusnya malam itu tidak pernah terjadi. Tapi baginya tawaran Marie akan tubuhnya sangat tidak bisa ia tolak.


Suasana berubah menjadi canggung saat Lisa menelpon atau Video Call. Bagi Nathan keponakannya adalah prioritas. Ia tidak bisa mengabaikan telpon atau Video Call dari Lisa hanya demi tubuh Marie.


Marie semakin sering mengunjunginya ke Camp, dan marah apabila Nathan tidak mengindahkannya.


"Marie Plis... Kamu bukan siapa siapa.. Tolong jangan ganggu kehidupan aku. Terutama Lisa , dia hanya keponakan ku. Aku tidak pernah bisa menjalin hubungan serius dengan wanita."


"Tapi Nath , Kamu butuh aku Nath... Kamu cuman ga nyadar aja sebenarnya kamu itu ga bisa tanpa aku." Marie melepas pakaiannya.


"Marie, aku ga bisa... Maaf ini bukan jadwal Off ku, Aku mesti kembali kerja" Nathan meninggalkannya sendiri.


Semakin hari Marie semakin menjadi jadi, tugasnya sebagai marketing tidak mengharuskan ia berada di lapangan. Tapi ia terus berada di sana demi Nathan.


"Nath, aku mau bicara."


"Bicara apa Marie, aku masih banyak yang harus di kerjain" Nathan sudah hilang kesabaran dengan seenaknya Marie bilang pada teman temannya mereka bukan sekedar teman.


Mata Marie berkaca kaca.


"Aku jauh jauh datang kemari demi kamu Nath, Aku cinta sama kamu".


Nathan mendekat " Jangan pernah mengatas namakan cinta di hadapanku. Aku dan kamu tidak akan pernah menjadi kita. Kamu yang menawarkan semuanya padaku. Aku sudah memperingatkan mu Marie "


Nathan berbalik, meninggalkan Marie..


"Om... You are the best thing I have.. Thanks God to send me Your best angel"


Suara Lisa bergema di workshop tidak terpakai itu. Nathan berbalik. Marie menggenggam ponselnya. Beberapa hari yang lalu ia mengira ponselnya hilang di Site , ia bahkan ke kota untuk membeli ponsel baru.


"Pliss Nath aku butuh kamu. Aku ga bisa tanpa kamu Nathan. Aku cinta sama kamu." Marie mulai histeris . Nathan pergi meninggalkan nya begitu saja.


Marie kalo aja dulu ,lu bukan temen gue. gue ga akan sesabar ini Mar...


"Siapa yang telpon" Sam menyesap jus Alpukatnya .


"Om Nath" Lisa kembali menguyah Sandwich pesanan nya. Sandwich dengan double cheese and Double beef adalah favorit Nathan dan Lisa. Dulu saat Ben masih hidup setiap Minggu sore Ben membuatkan Sandwich Beef untuk mereka.

__ADS_1


"Nanya apa?" Tanya Sam penasaran.


"Om Nath tanya aku sudah makan belum, aku bilang aku Lg makan sandwich Beef, dia bilang nitip aku. Om Nath dan aku emang suka banget sama sandwich. Apalagi pake Double cheese en Double Beef kayak gini heemmmmm".


Sam memperhatikannya. "Lisa kamu ada rasa ya sama om kamu?"


"uhuk uhukk uhuuukk..."


" Pelan Lis pelan... " Sam menepuk nepuk punggung nya dan memberinya air mineral dari botolnya.


"Kamu sih nanya nya aneh aneh..." Wajah Lisa memerah.


"Aku kan cuman nanya aja Lis ". Sam meminum air mineral yang tadi ia berikan pada Lisa.


"Lho lho kok di minum..."


"Ini kan emang air minum aku. air minum kamu yang itu" Sam menyeringai jail.


Lisa minum air mineral dari botolnya sendiri.


"Ciuman secara tak langsung..."


"Bruuuuuuuppppp...." Lisa menyemburkan air minumnya ke wajah Sam .


Yang di sembur dengaan santainya membersihkan dirinya dengan tisue... "Sam maaf maaf aku ga sengaja " Lisa berdiri menghampiri Sam membantunya mengeringkan wajah dan bajunya dengaan tissue.


"Lis, ngomong ngomong kita udda pernah ciuman belum sih" Sam seperti biasa tersenyum miring melihat Lisa panik mengeringkan kemeja yang di pakainya dengan tissue.


"Ya belum lah. Kan kita jadian kayaknya waktu SMP kan ya. Kamu aja waktu itu masih kecil betul, Tinggian aku dari kamu." Masih bekerja keras mengeringkan anak rambut kecoklatan milik Sam .


Sam mengantarkannya pulang, hari pertama mereka bekerja hanya tahap perkenalan biasa Lisa akan berada langsung di bawah Miss Wen wanita berbaju hitam yang memanggilnya kemarin. Sedangkan Sam harus menghapalkan beberapa prosedur yang nantinya harus ia jalankan di perusahaan.


"Lisa bentar." Sam menahan tangannya ketika akan turun dari mobil.


"Kenapa... " Semua terjadi begitu cepat, Sam menarikannya dan tubuh nya terdorong ke depan, di sambut oleh bibir dan pelukan Sam.


Sam melum*t bibir Lisa lembut, menitipkan kecupan kecupan manis yang pasti membuat Lisa tidak bisa tidur nanti malam.


"Selamat malam Lisa. This is our First."


Tubuh Lisa membeku, ciuman itu begitu magis. Lisa membuka matanya, Sam tersenyum dan mengelus pipinya.


Lisa turun dari mobil Sam dengan perasaan tidak karuan. Ia seperti masih berada dalam mantra. Ia tidak mengira ciuman Sam selembut itu. Ia teringat bisikan Sam tadi di telinganya.


" Aku ingin mencium bibir manis ini lagi besok." Tubuhnya bergetar mengingat bibir Sam menyapu cuping telinganya sepersekian detik.


Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...

__ADS_1


mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗


sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... ❤️❤️❤️🤗🤗


__ADS_2