
Hai hai readers....
mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers...🖤🖤🖤
21+ pembaca di mohon bijak...
Janjian makan bareng Manda itu artinya, Lisa makan sambil ngeliatin jari jemari Manda menari di atas laptopnya.
"Man, sambil ngobrol napa."
"Iya Lis dikittt lagi..."
"Man... sebenarnya gue mau cerita sama lu..."
"Lu cerita aja ..."
"Sekarang gue cerita Ama laptop lu camreet... Gimana gue mau cerita muke lu aja ketutupan laptop." Lisa sewot.
Tempat nongkrong mereka ganti, ga lagi di Caffe Cape berhubung Lisa udda putus dari Jamie sekarang weekend mereka habiskan dengan seharian mencoba kuliner dari Caffe baru Nathan "Alice in Wonderland".
Kenapa ada seblak? Jangan kan seblak Jalangkote dari Makasar pun ada di Alice in Wonderland karna Nathan ingin konsep Caffenya tetap gaul, tetap ngopi, tetap nongkrong, tapi dengan makanan khas berbagai daerah di Indonesia.
Berhubung tempatnya di depan kampus, otomatis mahasiswa yang datang juga dari berbagai macam daerah. Jadi Nathan mencoba mengusung tema Jajanan Cinta Tanah Air.
Lisa berjalan ke meja kasir, "Om Nath uddah makan siang?"
Selama Nathan hengkang dari tambang kulitnya perlahan tapi pasti kembali seperti dulu. Kulit wajahnya kembali cerah plus kinclong. Plus Caffe nya ga pernah sepi dari deretan mahasiswi fans Nathan.
"Sudah tadi Sandwich yang kamu bikin di rumah Om Nath bawa ke sini. Baru abis sebelum kamu dateng sama Manda." Om Nath meraih tisue di meja kasir, menyapukannya ke bibir Lisa.
"Kenapa om? Masih ada sisa saosnya ya?! Lisa mengelap bibirnya dengan punggung tangannya.
"Cckkkk... Anak perempuan kok jorok. Ntar ga ada cowok yang mau ngelamar lho."
__ADS_1
"Biarin kan ada Om Nath." Lisa mendekap Nathan. Si empunya badan ga siap dengan reaksi itu. Nathan hanya bisa berharap Lisa tidak mendengar jantung Nathan berdetak luar biasa kencang.
"Lisa jangan peluk sembarangan. Ntar omset kita menurun." Nathan pura pura merengut.
"Engga mau... Udda lama aku ga peluk peluk Om Nath."
"Dasar anak kecil." Nathan membelai lembut kepala Lisa.
"Om Nath kita lama ga ke pantai ya... Dulu kalo Om liburan semester kita pasti ke pantai." Masih lengket dalam pelukan Nathan.
"Ehm... gimana kalo weekend besok kita kepantai?"
"Alice gimana?"
" Buat apa Om Nath bayar para karyawan kalo bos nya mesti stand by Mulu."
"Duhhhh yang uddah jadi bos." Lisa melepaskan pelukannya. Ia mundur beberapa langkah, memperhatikan penampilan Nathan .
"Apaan sih Lis?" Nathan penasaran dengan tingkah Lisa.
Nathan memegang bahu Lisa, menatap matanya lembut.
"Lisa Om belum selesain tugas Om . Omharus ngantar Lisa ke pelaminan dulu baru Om Nath bisa mikirin hal lain."
"Terus kalo Lisa belum nikah Om Nath juga ga mau nikah gitu?"
Nathan mengangguk mantap, "100 buat Lisa."
"Besok deh Lisa nikah".
"Sama siapa?"
"Tauuu pokoknya nikah aja, biar Om Nathan nya buruan nikah juga."
__ADS_1
"Hahahahahaa Lisa... Pernikahan itu hal yang sangat sakral buat Om, Bukan karna Lisa uddah nikah lantas Om juga langsung nikah sama sembarang wanita. Engga Lis?"
"Terus ??? Berhubung sekarang kita lagi bahas pernikahan. Dan sekarang Lisa juga uddah dewasa, kalo Lisa boleh tau type ideal nya Om Nathan tuh kayak gimana sih om?"
"Lis kita ngomong serius yuk, ada sesuatu yang Om pengen Lisa tau."
Nathan membuka pintu di belakang meja kasir dan mempersilakan Lisa masuk terlebih dahulu. Nathan merasa ponakan kecilnya sudah saatnya ia bicara dengan serius dengan Lisa.
Selama ini pembicaraan mereka hanya seputar diri pribadi, teman teman , keseharian mereka, pekerjaan Nathan, kuliah Lisa . Pernikahan dan segala *****-bengek rumah tangga berada di luar lingkaran pemikiran mereka .
Nathan mempersilakan Lisa duduk. Semua serba baru di ruangan ini. Lisa mengendus aroma kulit sintetis dari sofa yang di dudukinya. Warnanya merah maron dengan meja pallet bekas.
"Ini kantor ya Om?"
Nathan mengangguk, " Kantor sekaligus ruang tunggu untuk klien. Kita juga menyediakan ruang meeting di atas dan Rooftop." Nathan mendesain dan mengerjakan semuanya sendiri tanpa sepengetahuan Lisa.
"Wuaaaahhh... Om emang de bess..." Ia mengacungkan kedua jempol nya.
"Udah lama kali" Nathan berlagak sombong.
" Iya Om Nath de bess nya udda lama , soal cewek tapi." Mereka berdua tertawa.
"Lisa dengerin Om baik baik ya..." Nathan berlutut di hadapannya. Tangan Nathan meraih pipinya.
"Ehmm ehmm Om..." Lisa menelan salivanya. Ia berharap Om Nath ga denger suara detak jantungnya yang semakin memburu.
" Dengerin Om. Maaf kalo Om nyimpen rahasia ini lama banget. Sebenarnya Papa Ben dulu jodohin Om Nath sama Lisa."
Bersambung
Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...
mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗
__ADS_1
sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... 🖤🖤🖤🤗🤗