
mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers....💖💖💖
21+ silahkan pembaca bijak...
Zian menatap seorang gadis dengan sedih, baru aja kemarin ia mendengar gadis itu putus dengan pacarnya karena pacarnya selingkuh.
Ehhh Hari ini tu cewek sudah gandeng cowok baru lagi, Zian cuman bisa geleng geleng kepala. Apa sifat itu menurun dari omnya?
Yang di liatin malah ga nyadar.
Lisa menyenderkan kepalanya ke bahu Ali, cowok culun berkacamata ini tubuhnya tiba tiba tegang. Dulu hanya bermodal keyakinan ia berani menyatakan perasaanya pada cewek cantik yang sering di lihat nya di perpustakaan.
Bagai dapat durian runtuh rasanya Ali Sofyan si culun dari kampus teknik berhasil mendapatkan gadis cantik itu.
"Koq badanmu kaku sih babe".
Ali hanya menatap Lisa dengan gugup.
Lisa menarik tangannya. "Babe take a deep breathe"
Ali menarik nafasnya dalam, ia selalu gugup saat berhadapan dengan gadis cantik itu, apalagi sebagai pacar. Perlahan Ali mulai tenang, Lisa tersenyum melihatnya.
"Hari ini mau ngajak aku jalan kemana aja?"
"Aaa aaku ikut kamu aja".
"Kamu mau nya kemana babe,"Lisa mengelus pipi Ali gemas. "Aku temenin kamu kemana aja hari ini".
Muka Ali persis seperti kepiting rebus, "Kiki kita makan aja dulu ya.." Ali mengangkat tangannya memanggil pelayan.
Lisa menatap cowok itu, pertama kali ia bertemu dengan Ali di perpustakaan Lisa melihat sosok yang hangat. Walaupun teman temannya sering mengoloknya, dan memintanya mengerjakan tugas untuk mereka Ali hanya mengangguk.
"Kamu lagi sibuk apa sekarang?"
"Tutugas pasca sarjana sangat menumpuk, maaf kemarin kemarin aku ga kasih kabar".
__ADS_1
"Kamu ada kuliah ga hari ini. Mau aku temenin?"
"Aaaaku..."
"Yukkk kita makan dulu". Waiters datang menghidangkan pesanan mereka.
Kemarin saat pertama kali Lisa mengikuti nya kuliahnya, Ali masih kuliah strata 1. Semua mata tertuju padanya, Lisa bergelayut mesra di tangannya. Cowok culun, menggandeng seorang cewek cantik. Pemandangan yang jarang terjadi.
Hari ini ia akan gerah kembali dengan semua perhatian orang orang. Lisa disebelahnya hanya tersenyum manis.
"Zi, mana mana dia". Rambutnya masih basah , sepertinya bercukurpun Nathan lupa.
Zian menunjuk dengan dagunya. Lisa yang sedang menyuapi cowok culun nya.
Nathan geram, benar ternyata Lisa sedang berkencan. Ia berdiri, "Nath lu uddah ngobrol belum sama Lisa ? Kok Lisa jalan sama cowok lain lagi."
"Lisa ternyata punya banyak cowok Zi, hampir serangan jantung gue! Gue ga sanggup banyak tanya Zi, bawaannya emosi gue!"
"Astaga dragon, berati ponakan lu sama kaya lu donk."
"Nath, kebangetan lu berdua Yee.. Tega banget sama orang kayak gue. Lu mah enak tiap hari gonta ganti, lha gue Ama siapa Nath.. "
"Bentar Zi, Jane telpon ! " Nathan mengangkat tangannya.
"Anak Set*** emang lu berdua ya... " Zian mengacak acak rambutnya.
Jomblonya Zian sebenarnya bukan menahun, hanya saja, ia tidak pernah ralat belum bertemu perempuan yang tepat. Kadang Ia begitu menyukai gadis yang di pacarinya, sampe segitu sayangnya istilah Nathan. Ehh besoknya diputusin sama tu cewek. Giliran Zian biasa aja sama ceweknya ga Cinta cinta amat istilah Nathan , tetep diputusin. Jomblo ngenes tingkat dewa.
"Oh lord.... Nasib nasib emang gue jomblo menahun". Ia meminum capuccino nya hingga tandas, dan matanya kembali kepada sepasang insan yang memadu kasih di sana.
"Set*** ..."
**********************************************
Nathan mengambil nafas, terengah-engah ia membaringkan dirinya di sebelah tubuh sexy Jane.
__ADS_1
Jane mengecup pipinya sebentar, lalu beranjak. Rambut Jane yang basah menyapu wajahnya. Gairahnya bangkit kembali, kembali ia memeluk tubuh Jane. Menempelkan bagian bawah tubuhnya yang keras di inti tubuh Jane.
Tangannya menyusup kebalik bikini Jane, meremas gunung di balik nya dan mencubit puncak nya. Jane mendesah, ia bisa merasakan tangan Jane turun lagi ke bagian bawah tubuhnya. Jane menunduk men**umi peen*snya. Nathan mendesah, ia menarik rambut Jane , memaju mundurkan kepala Jane ditombak miliknya.
Jane menaiki Nathan mengarahkan itu ke gua miliknya.
"Jane stop" Jane mengerang sebentar, ia mengingkan Nathan penuh.
"Tidak sweet heart." Nathan mencium bibirnya dengan ganas.
Tubuhnya bergerak ke bawah, bibirnya mengecup pelan permukaan gua Jane, tubuh Jane bergetar kenikmatan. Dengan lidah dan jarinya Nathan memberi keindahan lagi dan lagi pada milik Jane.
"Ahhh Nath Nath... akhhhh..." Kenikma*** tiada Tara membanjiri tubuh nya Hingga...
"Nath oh nathhh aku.... Akkhhhhhh...."
Nathan tersenyum, ia menyandarkan tubuh Jane di kursi berjemur. Ia menarik wajah Jane, mengarahkannya ke bat**ngnya. Tangan Nathan maju mundur dengan cepat di tongkatnya.
"Buka mulutmu sayang" Perintahnya... Jane dengan patuh membuka mulutnya dan....
"Akkhhhhhh......" erangan Nathan bergema di Privat pool itu. Cairan kepuasaan itu akhirnya keluar di wajah Jane. Ia tersenyum, mengambil tissue dan mengelap wajahnya.
"Nathh lagi aku ingin... " sebelum Jane menyelesaikan kalimatnya, Jari Nathan kembali ke Kli***snya. Mulut Nathan mengisi puncak gunung Jane yang tidak tertutup apa apa.
"ahhh Nath lebih kencang Nath ahhhhh" Tubuh Jane kembali melepaskan kenikmatan.
Ia sangat menyukai Jane, Jane mengerti betul kalau Nathan belum siap untuk bersenggama. Nathan melayani Jane yang Hyper kadang hanya dengan Dild*.
Berkali kali Jane mengajaknya melakukan itu, tapi Nathan hanya setuju untuk mengeluarkannya di luar. Tanpa bersenggama, dan Nathan melakukan tarian jarinya dengan sangat baik. Sangat luar biasa, meskipun hanya sebatas finger play.
Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...
mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗
sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... ❤️❤️❤️🤗🤗
__ADS_1