Rainbow - Aku Benci Om

Rainbow - Aku Benci Om
Chapter 12


__ADS_3

mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers....💖💖💖


Tangannya basah terkena keringat, kursi itu sudah berjejer rapi untuk nantinya dintempati oleh para pelamar yang mempersiapkan diri nya untuk masuk ke pintu hitam itu.


Lisa adalah pelamar pertama yang datang, para OB masih belum selesai menyusun kursi Lisa sudah menghempaskan bokongnya dikursi yang berada persis di depan pintu hitam itu.


Beberapa orang OB berusaha bersikap ramah, Lisa hanya mengangguk dan tersenyum. Di interview kedua ini sangat berbeda dari yang pertama kemarin. Entah kenapa kali ini ia sangat gelisah, sampe ga bisa tidur tadi malam. Makanya sejak pagi Lisa udah Stand by di sini.


Jam 7 pagi beberapa orang peserta interview mulai berdatangan, di mata Lisa mereka semua terlihat sangatttttt hebat... Lisa merasa kecil banget.


Buru buru ia menuju kamar mandi cewek.


"Om Nath... Udda bangun?"


"Uddah Lis , Huaaahhhmmm... Kamu kok nelpon sih. Orang cuman di kamar sebelah?" Suara Nathan serak habis bangun tidur.


"Om Nath, Lisa lagi mau interview. Tadi malem Lisa lupa bilang sama om Nath. Doain Lisa pliss."


"Lisa... "Hening lama.


"you are the best thing we have. Ayu, Ben , and me. Always Proud of you, and one thing you should know Lisa. We wish all the the best for you. We love you , and every step you take we always be with you..."


Air matanya hangat, begitu juga hatinya, ia menghapus air matanya. "Makasih om Nath, I Love you so much more than I can said."


Lisa keluar dari toilet dengan penuh semangat. Ia ingin Om Nath ga perlu banting tulang lagi membiayainya, ia ingin bisa ngebales kebaikan Om Nath, walaupun hanya dengan bisa menafkahi dirinya sendiri. Karna Lisa tau ia seumur hidup tidak akan pernah bisa membalas kebaikan Nathan.


"Lisa Abigail " Namanya di panggil, dengan percaya diri Lisa masuk ke ruangan berpintu Coklat tebal itu.


Interview kali ini dirinya dan 2 orang lainnya berhadapan dengan team interview yang terdiri dari 4 orang. Dengan gugup sekaligus percaya diri Lisa tersenyum kepada ke empat orang didepannya. Matanya terpaku kepada pria yang duduk paling kiri di meja interview.


Sam dengan senyum miringnya yang khas menyambut matanya. "Elu" gumam Lisa.


Keempat orang tersebut memperkenalkan diri termasuk Sam. Ia berdiri dan mengancingkan jas nya dengan sikap formal.


"Saya Samudra Biru Adrian, Chief of Operating Officer di PT Biru Adrian Utama."


Lisa ternganga si mesum yang kemarin ia sundul itu dan temannya sejak SMP adalah seorang yang penting dalam perusahaan start up ternama di kotanya. Sam si mesum terlihat geli dengan ekspresi Lisa .

__ADS_1


Lisa berusaha memfokuskan dirinya saat interview walaupun sangat terlihat sekali Sam sedang menggodanya. bibirnya bergerak gerak membisikan "Pant*t Monyet" membuat mata Lisa melotot, tapi ia berusaha tetap diam. Ia menginginkan posisi ini sangat. Lisa membayangkan wajah Nathan yang sedang menyajikan nasi goreng untuknya. Ia harus kembali fokus.


Interview selesai sebelas pertanyaan yang di ajukan interviewer dan ia berharap mendapat nilai yang cukup baik. Walaupun Sam memandangnya dengan tatapan mencemooh, Lisa tetap bersyukur Sam melewatkan kesempatan untuk bertanya pada dirinya.


"Fuuuhhh" Lisa menghela nafas lega. Para peserta di minta untuk menunggu karena hasil interview akan segera di umumkan hari ini juga.


Tepat jam sebelas seorang wanita dengan pakaian kerja serba hitam mengumumkan hasil interview hari ini.


Lisa mendengarkan dengan seksama


"Yang di terima sebagai Marketing Officer kami dari sebanyak 400 pelamar adalah Tuan Edwin S dan Tuan Darwin T. Selamat". Dengan gerakan efisien ia menutup daftarnya dan berlalu.


Lisa merasa bahunya langsung merosot, ia sudah sangat bersemangat akan hari ini. Ia sangat yakin akan diterima di perusahaan ini. Grrrrrrr... Semua gara gara si Sam. Sam harus menerima kemarahannya hari ini.


Lisa mengeluarkan ponselnya,


"Lisa Abigail Daud " Suara rendah wanita tadi mengagetkannya. Ponselnya hampir terlepas dari genggaman nya.


"Iiiya Bu..."


"Ke sebelah sini Saudari Lisa Abigail Daud" Buru buru Lisa melangkah kan kakinya mengikuti wanita itu. Lisa tersandung kakinya sendiri, krekkk... ia mendengar suara hels nya patah. Tapi Lisa berusaha tetap tenang.


Wanita itu mempersilahkan Lisa masuk ke ruangan berpintu Coklat sejenis pintu ruang interview tadi.


"Sekertaris Junior...?" Lisa menjauhkan ponsel dari telinganya. Suara teriakan Nathan membuat telinganya berdengung.


"Iya om, makasih doanya tadi yaa. lengkapnya aku ceritain di rumah oke. Babay.." Lisa menutup panggilan.


"Kenceng betul suara om lu?" Sam dan Lisa baru saja keluar dari Basemen gedung PT BAU. ya kan Adrian Biru Utama di singkatnya BAU.


" Ga tau tuh. Kayak emak emak dapet Arisan."


"Lu udda wisuda belum sih Lis ?" Sam membuka air mineral dan memberikannya pada Lisa .


"Belom, cuman surat keterangan dari kampus udda keluar. Pakek surat itu kemarin gue daftar d perusahaan Daddy lu." Lisa menegak air mineral itu, tenggorokannya sudah kering sejak interview tadi.


"Ngomong ngomong Lis , sebenarnya gue ga nyaman aja kerja bareng lu apa lagi lu nya sekertaris gue. Sebagai bisa yang baik gue harap lu ga usah pake apa apa selagi kerja" Sebelum Lisa melayangkan jitakannya Sam sudah buru buru menangkap tangannya.

__ADS_1


"Nyesel gue Sam beribu ribu penyesalan, apa gue telpon Daddy lu aja yaa gue bilang batal jadi Sekertaris lu." Sam hanya mesem mesem , puas dengan apa yang di lihatnya hari ini.


Lisa terlihat Feminim dengan bluse pink dan rok rimple coklat yang manis. Wajah yang ia rindukan selama beberapa hari ini tiba tiba muncul di depannya. Sam kaget menemukan nama Lisa di daftar perserta. Rasa rindunya terobati berkat kebetulan ini.


"Lu seneng banget ngilang" Lisa ikut memandangi jalan, ia takut wajahnya merona seperti malam itu.


"Aku selalu ada koq, kamu aja yang ga liat aku."


"Iya kayak stalker,"Gumam Lisa pelan sambil melepas heels yang ia pakai. sepertinya kerusakannya agak parah,hampir sebagian hak nya terlepas.


"Buang aja Lis " Sam melirik sepatu Lisa .


"Enak aja kalo ngomong. Aku cuman punya satu heels selebihnya flat shoes sama sneakers. Belum kerja udda buang buang uang buat beli sepatu" Lisa menggerutu.


Tiba tiba Sam membelokan SUV nya dan parkir di sebuah outlet sepatu wanita.


"Tunggu di sini" Perintahnya.


Beberapa saat kemudian beberapa orang membawakan kotak kotak sepatu dan langsung menaruh nya di jok belakang.


Lisa kebingungan mereka tidak berbicara apapun, Sam datang dengan senyum miringnya.


"Sepatu beres, apa lagi ? Baju ga usah di pikirin, aku lebih doyan kamu ga pakai apa apa."


Ia tertawa melihat ekspresi Lisa yang separo bingung separo marah. Dengan lugas mereka kembali ke jalan besar.


"Sam kalo aku perhatikan walopun Daddy mu ubanan tapi rambut beliau hitam. Rambut coklat mu dari mamamu ya?" Lisa menyentuh puncak kepala Sam , ia menarik tangan Lisa dan mencium punggung tangan itu.


"Lis, setiap kamu memegang bagian tubuhku. Aku akan mencium satu bagian tubuh mu. Deal?"


Lisa meneguk Saliva nya. Pekerjaan pertama yang ia dapat malah membuatnya bertemu setiap hari dengan bos mesum.


Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...


mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗


sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... ❤️❤️❤️🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2