
mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers....💖💖💖
Sesampainya di rumah, Nathan duduk diruang depan yang berpencahayaan remang. hanya lampu meja yang masih menyala.
"Than, lu emang udah ngejagain Lisa sampe Segede itu , tapi lu cuman bisa sampe situ doang. Lisa punya kehidupan, Lisa punya kebutuhan akan cinta yang mungkin lu sendiri ga nyadar. Kayak lu punya cewek selalu lebih dari 1 itu kebutuhan cinta lu."
Zian merangkul bahu Nathan "Lu ngomong pelan pelan Ama Lisa, lu tanya dianya baik baik. Dia uddah dewasa pantes buat di tanyain pendapat en dimintain pertanggung jawaban".
Pesan Zian di warkop tadi, Nathan beranjak dari sofa ruang depan. Nathan mengetuk pintu kamar Lisa pelan, tidak ada jawaban. ia langsung membuka pintu. Tapi tempat tidur Lisa kosong.
"Kemana Lisa ?"gumamnya.
Nathan membuka pintu kamarnya. Ia mendapati Lisa sedang menangis di kaki tempat tidurnya.
"Om..." Mata Lisa terlihat bengkak sehabis menangis.
"Lisa kenapa, kamu kenapa?" Nathan memeluk tubuh itu, tubuh yang sedari kecil selalu bersandar padanya. Nathan tau di balik kemandirian Lisa tersimpan kehampaan Besar tanpa orang yang di cintai adalah hal yang menyakitkan bagi mereka berdua.
Nathan mengangkat kepala Lisa memandang wajah oval nan cantik itu. Matanya yang bening kini memerah ada banyak air mata disana. Nathan tidak sampai hati melihatnya.
"Cerita sama Om Nath Lis, kamu kenapa?"
Sesegukan Lisa menceritakan penjemputan paksa dan pemukulan Jamie kemarin membuat Jamie amat marah. Ia berkata akan menuntut Nathan karena telah memukul dirinya.
"Lisa ga pengen om dapet masalah, siang kemarin Lisa ke Caffe Cape lagi om buat minta Jamie supaya ga bawa kasus ini ke pengadilan."
"Sampe disana... aaaa.... hiks hikss hikkss..."Tangis Lisa semakin keras, Nathan bisa menebak cerita selanjutnya.
"Jamie lagi asik having *** sama cewek lain om, diatas meja kerjanya. Huwaaaa......."
Nathan merasa tubuhnya bergetar hebat, "Bang***, dasar B****** , ***Jing... " segala macam sumpah serapah mengalir dari mulutnya. Ga tau diri emang si anak se*** .
"terus saking shock nya Lisa Om, kaki Lisa ga bisa gerak. Setelah sadar Lisa ada di sana Jamie nawarin mau ikutan three**** ga katanya. Huwaaaaaaa ..."
Habis semua kebun binatang keluar dari mulut Nathan, dari awal ia melihat makhluk itu Nathan yakin Jamie bukan cowok baik baik.
"Udda Lis , cup cup udda berenti nangisnya. Sekarang Lisa udda tau kan sebenarnya anak Se*** Itu kek gimana bang***nya!"
Nathan mencoba menenangkan Lisa , ia mengerti perasaan Lisa. tapi di satu sisi Nathan bersyukur kalau Lisa putus dengan si kang *****.
Lisa menangis hingga tertidur, Nathan memutuskan ia tidak dapat bicara dengan keadaan Lisa seperti ini. Ia menguatkan hatinya untuk bicara dari hati ke hati esok pagi dengan Lisa .
Tubuh Lisa terasa berat dan panas, ia membuka matanya. Ternyata sebelah tangan Nathan melingkar di tubuh nya. Matanya terpaku melihat pemandangan indah di depannya.
Sejak dulu semasa sekolah, semua teman di sekolahnya selalu banyak membicarakan Om nya, banyak teman temannya bahkan kakak kelas mengirimkan berbagai macam hadiah untuk Nathan lewat dirinya.
Semua kandas ditangannya, sebagian ia ambil untuk dirinya, sebagian lagi kadang ia jual buat nambah uang jajan. Tring tring tring.....
__ADS_1
Wajah Nathan yang putih bersih untuk ukuran cowok menjadi daya tarik nya. Matanya yang bulat dan selalu tersenyum ramah (Terlalu ramah kalo Sama cewek) membuat kaum hawa dengan mudah jatuh hati padanya.
Sekarang di usia 30 tahun Nathan lebih tampak dewasa dengan cambang tipisnya. Kulitnya lebih coklat karena selalu berada di lokasi tambang. Bibir tebalnya yang merah tua walaupun ngerokok punya daya tarik tersendiri.
Nathan mengelus hidungnya, rambut Lisa menggelitik hidungnya. Lisa pura pura memejamkan matanya, seolah olah masih tidur.
Nathan bangun pelan pelan, ia tidak mau kalau sampai Lisa terbangun karenanya. Ia segera mencuci mukanya dan kedapur untuk membuat sarapan.
Lisa masih berlama lama di tempat tidur , ia ingin terlihat masih tidur. Tapi aroma masakan Nathan membuat ia tidak dapat menahan diri. Perutnya keroncongan sejak siang kemaren belum di isi.
Tersaji 2 piring NasgorPlok (Nasi goreng telor ceplok) dibatas meja. Masakan Nathan selalu menjadi kegemaran Lisa setelah masakan Almarhum Bundanya.
"Lisa kita makan dulu, setelah itu Om mau bicara".
"Iya" Lisa menjawab cepat, dengan sigap ia menyuapkan nasi goreng lezat Nathan ke mulutnya. Bodo amat ntar Om Nathan mau ngomongin apa yang penting sekarang makan dulu.
Nathan hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah ponakannya.
Tak sampai 5 menit piring Lisa sudah kosong, dengan tersenyum ia menyuap butiran nasi terakhir di piringnya.
"Lisa, Om minta Lisa ceritain semuanya"
langsung ditembak , membuat Lisa gelagapan.
"Cerita apa om?"
"Semua, pertama kali Lisa pacaran sama siapa deket sama siapa, ciuman sama siapa terus ngapain aja..."
"Ga boleh ada yang terlewat" Nathan melipat tangannya.
"Ehmm ehmmm..." Lisa meminum air putih untuk membasahi tenggorokan nya yang Tiba tiba kering.
"Pertama ya... Lupa.."
"Jujur Lisa, Om ga akan marah. Om janji, Om cuman pengen denger cerita Lisa." Nathan mengacungkan jari kelingking nya. Nina menyambutnya.
"Beneran ya om ga akan marah, kan sudah janji?!".
Nathan mengangguk mantap.
"Kapan Lisa pertama kali pacaran?"
"SD ..."
"Kelas berapa "
"Kelas 3... "
__ADS_1
"Sama siapa?"
"Frankie, adenya kak Jessy pacarnya Om Nath waktu SMA".
"ehemmmm... Terus ciumannya pertama Kali sama siapa?"
"Sama Frankie juga, Kata Frankie waktu itu kalo jadian harus ciuman . Kayak Om Nathan dan kak Jessy".
"uhuk uhuukkk.. " Nathan terbatuk.
"Om Nath ga papa?" Lisa segera memberikan air putih untuk Nathan .
Tiba tiba suara dering ponsel mengalihkan perhatian mereka. Ponsel Lisa berbunyi. ia segera mengangkat panggilan tersebut.
Wajahnya cerah, di bibirnya tersembul sebuah senyuman.
"Om Nath, masih lama ngga?"
"Kenapa emangnya Lis ?" Nathan menatapnya curiga.
"Lisa harus jujur sama om sekarang."
Lisa mengangguk, "Lisa mau keluar,"
"Sama siapa , Om ngga mau Lisa masih berhubungan sama Jamie".
"Denger namanya aja udah males."
"Terus Lisa mau keluar sama siapa?" ada sedikit kelegaan dalam suara Nathan .
"Sama Ali".
"Siapa ali?"
"Pacar Lisa om." anak itu tersipu.
"Pacar kamu, kan kamu pacaran sama Jamie terus udda putus."
"kalo sama Ali itu udda sebelum Lisa kenal sama Jamie Om".
"Lisa kasih tau om, sekarang ini di kurangin Jamie kamu pacaran sama siapa aja?" Teriak Nathan.
Lisa menghitung, "Ali, Rifky dan Sam. Pacar aku tinggal 3 om" Lisa tertunduk sedih.
"what.... Lisa.........." Nathan engga tau lagi harus ngomong apa.
Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...
__ADS_1
mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗
sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... ❤️❤️❤️🤗🤗