Rainbow - Aku Benci Om

Rainbow - Aku Benci Om
Chapter 19


__ADS_3

Hai hai readers....


mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers...🖤🖤🖤


Apotik yang ada di depan komplek mereka ternyata tutup,Nathan harus berkendara lebih jauh untuk membeli obat. Perasaan Nathan semakin tidak karuan.


Beberapa kali Nathan menatap ponselnya, ia ingin menghubungi Lisa. Memastikan gadis itu baik baik saja, tapi beberapa kali juga Nathan mencoba menenangkan dirinya.


"Tutup lagi... ?? Apa perlu balik aja ya?" Dengan kesal Nathan memukul roda kemudi, Apotik kedua yang ia datangi pun sedang tutup.


Nathan menepi, dengan segera ia meraih ponsel. Panggilan pertama tidak ada jawaban...


Dering kedua... Masih nihil... Degup jantung Nathan semakin menjadi jadi... keringan dingin mengalir dari pelipisnya. Ia melihat spion untuk memastikan tidak ada mobil yang melintas, dengan gerakan cepat ia memutar roda kemudi berbalik arah. Nalurinya mengatakan ia harus cepat pulang.


Ia menyesal , karena sejak awal ia ingin menggunakan jasa ojek online untuk membeli obat. Sekarang Nathan memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi.


"Semua baik baik saja... Everythings fine... Lisa ga papa Nath... She's okay" Ia bergumam sepanjang perjalanan.


********


Sebuah paket datang kerumahnya. Dengan bingung ia memeriksa isinya.


"Rasa rasanya aku tidak memesan apapun."


Ia duduk dan memeriksa pengirim nya. Diputarnya kotak tersebut, tapi tidak satupun ia temukan alamat si pengirim. Hanya aIamatya dan namanya sebagai penerima paket. Ia berpikir sebentar, kenapa paket itu bisa ada padanya.


Keingin tahuannya menang, ia segera merobek plastik pembungkus nya. isinya ternyata hanya sebuah Diska lepas.


Ia bergerak ke meja. Dengan hati hati ia mencolokkan ke laptopnya, isinya hanya ada satu folder . DIA PELA*UR


Dengan cepat ia mengklik folder tersebut, hanya satu perempuan yang sedari kemarin ada dalam pikirannya.


Dalam file tersebut menyajikan video yang direkam oleh orang secara sembunyi-sembunyi.

__ADS_1


Dilayar Lisa sedang keluar dari KAMPUSNYA... Hari itu, ia melirik tanggal pada bagian bawah rekaman... Hari ketika ia memutuskan hubungannya dengan Lisa, ia keluar dan berjalan dengan kesal. Sebuah SUV menunggunya, di kursi pengemudi duduk seorang LAKI LAKI...


"Baji***, setelah keluar dari kampusku dia langsung bersama seorang laki-laki."


Tangannya meraih tetikus, video selanjutnya di putar. Ia melirik tanggal nya, saat itu ia masih bersama Lisa. Lisa menggandeng seseorang laki laki masuk ke dalam sebuah Caffe .


Dengan geram ia mengklik video selanjutnya, isinya sama. Memperlihatkan Lisa sedang berkencan dengan seorang laki laki. Padahal saat itu ia dan Lisa masih berpacaran.


Hatinya terbakar, panas sekaligus sakit. Lisa satu satunya perempuan baginya, ia merasa hanya perempuan itu yang mengerti dirinya, memahaminya, mau menerimanya. Ternyata perempuan ini begitu rendahnya, dengan mudah ia bisa bersama laki laki selain dirinya.


Layar masih menampilkan wajah Lisa yang sedang tersenyum. Lisa selalu tersenyum padanya. Dadanya bergolak tinjunya mendarat di layar, dengan sekali gerakan ia mengakat laptopnya keatas lalu sekuat tenaga melemparkan nya kelantai.


"Arrrrggggghhhhhhhhhhh....."


Sekarang ia disini di rumah pel*cur kecil itu. Sekali lagi matanya memandang kedua pintu yang terlihat sama. Akhirnya ia memilih pintu pertama.


Ia membuka pintu pelan tanpa suara.


"Maafkan aku... "


Jreeebbb !!!


Belati pendek itu mendarat di bantal. Lisa sudah berdiri di atas ranjang nya. Refleks nya memang sudah lama tidak di latih, tapi hasil latihannya bersama "sabeum Rin" Instruktur Taekwondo asli Korea sejak SD hingga SMA masih lekat di tubuh dan benaknya.


Dengan wajah heran ia memandang si penyusup.


"Ali, kamu..."


"Ia aku ...Dasar cewek murahan. Menyesal aku percaya pada orang sepertimu. Penghianat yang ga punya hati. Hanya bisa memanfaatkan orang lain..." Ali kembali mengayunkan belatinya.


Lisa menghindar, kakinya dengan lincah menjejak lantai. Ia tau ini bukan pertarungan seimbang. Ali memegang senjata sedangkan dirinya tidak. Ia harus mencari sedikit celah untuk memukul atau melarikan diri.


"Kau sudah memutuskan hubungan kita Ali" Lisa berucap dingin.

__ADS_1


"Taa..Tapi kau bersama cowok lain saat kita masih pacaran dan..."


"Gue tanya sama lu Ali pernah lu tanya apa yang gue mau? Pernah lu tunjukin kalo lu emang sayang Ama gue?" Lisa memandang sekelilingny, Ali terlalu dekat dengan pintu.


"Tapi kan kamu bisa kasih tau aku apa mau kamu..."


"Berkali kali Ali... Ga sekali dua gue kecewa, gue minta elu perhatiin gue. Dengerin gue, kasih gue waktu buat ngabisin banyak waktu bareng."


"Kamu bilang kamu ngerti aku... Kamu bilang kamu ga papa kita pisah sementara du....."


" Sementara lu sibuk dengan diri lu sendiri. Ali gue ngerti kalo lu mau fokus kuliah, trus kenapa lu ga mutusin gue, lu gantung hati gue Ali " Lisa menemukan celah. Ia harus mencobanya.


"KAMU PENGHIANAT... PEREMPUAN SEPERTIMU PANTAS MATI..."


Lisa mengambil jarak, mencoba sedikit bergerak ke sebelah kanan. Ia harus cepat...


Crassssh...


Lisa berhasil menyebrangi kamarnya tapi belati tajam itu tetap berhasil merobek kulit lengannya.


Brakkk... Pintu depan menjeblak terbuka. Nathan masuk, matanya langsung menangkap tetesan darah yang berasal dari lengan Lisa.


"Lisa..." Nathan melepas jaketnya membalutkannya ke lengan Lisa berharap darahnya berhenti mengalir.


"Om Nath awassss...."


Bersambung


Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...


mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗


sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... 🖤🖤🖤🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2