
mohon vote nya ya readers....💖💖💖
Lisa turun dari taksi online yang ditumpanginya. Wawancara pertamanya berjalan lancar, mudah mudahan emang rejekinya kerja di perusahaan ini.
Preview perusahaan yang ia lihat di internet sangat baik, perusahaan ini sudah go public dan memiliki beberapa cabang di seluruh Indonesia.
Perasaan Lisa campur aduk, memang yang dicari adalah fresh graduate ia sudah mengerahkan seluruh bakat dan keterampilannya dalam berbicara untuk wawancara tadi. Posisi yang dicari tentunya adalah Marketing. Posisi yang memang menjadi hobby nya.
Ia menghempaskan bokongnya di sofa ruang tengah. Masih seperti dulu susunan sofa rak buku dan meja kecil di ruang tengah ini masih seperti saat ayah dan bundanya masih hidup.
Ia masih ingat saat saat ia dan Nathan menagis bersama di ruangan ini. Sama sama merindukan ayah dan bunda, bedanya Lisa merindukan orang tuanya sementara Nathan merindukan sahabatnya.
Tanpa terasa air mata meleleh di sudut mata Lisa. Ia tiba tiba saja merindukan kedua orang tuanya. "Gadis kecil Ayah dan bunda sekarang sudah besar, sudah cari kerja sendiri, supaya ga ngerepotin om Nathan terus." Ia bicara pada foto berbingkai yang merupakan foto pernikahan ayah dan ibunya.
"Lisa udah mau mandiri Bun, yah, sebentar lagi Lisa akan dapet kerjaan, menata hidup Lisa . Makasih uddah sayang sama Lisa ayah dan bunda, makasih buat semua yang ayah bunda kasih ke Lisa." Ia menghapus air matanya pelan, memeluk bingkai foto itu di dadanya.
Sudah banyak keluarga Ayah dan Bundanya menyarankan rumah mereka untuk di jual, tapi Nathan dan Lisa sama sama enggan pergi dari rumah yang menyimpan banyak kenangan bagi mereka.
Disetiap sudutnya Lisa merasakan kehangatan Ayah dan Bundanya, saat Lisa merasa rindu kepada mereka biasanya Lisa tidur di kamar Ayah dan Bundanya. 10 tahun sudah berlalu tapi aroma Ayah dan Bunda masih melekat, seperti mereka masih berada disini bersamanya.
Lisa merasakan matanya berat sekali, ia menguap , tubuhnya terasa sangat capek. Lisa merebahkan dirinya di sofa, masih banyak pekerjaan rumah yang belum ia selesaikan, tapi matanya berkhianat. Lisa tertidur di sofa sambil memeluk foto Ayah dan bundanya.
Ia merasa tubuhnya melayang, masih dalam keadaan setengah sadar ia membuka matanya sedikit. ia melihat sesosok laki laki, garis dagunya kasar , kulitnya coklat terbakar matahari, hidungnya Bangir dan bibirnya menyunggingkan senyum untuk Lisa .
"Tukang tidur sembarangan" Nathan menggendong Lisa menuju kamar.
"Om Nath emang de best" Lisa melingkarkan lengannya keleher Nathan.
Ini sudah sering terjadi, tapi Nathan masih merasakan wajahnya memerah. Anak ini tumbuh menjadi gadis yang kuat dan cantik. Betapa beruntung pria yang bisa meminangnya kelak. Aku tidak akan membiarkan pria sembarangan dekat dengannya.
Nathan sudah meninggalkan kota ini untuk bekerja di Kalimantan dalam waktu yang cukup lama, biarpun begitu ia tetap menjalankan kewajibannya sebagai kepala keluarga.
__ADS_1
Nathan memasang CCTV di depan rumah dan ruang tamu, ia mengawasi setiap hari siapa saja teman yang Lisa bawa kerumah. Walaupun Nathan di lokasi pertambangan yang jauh dari kota , ia sengaja membayar orang di kota untuk mengawasi CCTV rumahnya. Agar ia memastikan Lisa selalu aman.
Kamar Lisa pun masih sama seperti saat Nathan pertama kali mengunjungi rumah ini, hanya tempat tidurnya saja yang berubah.
Dengan penuj kelembutan Nathan meletakan tubuh Lisa di atas kasur, dan menyelimutinya.
Nathan ingin beranjak.
"Om temani aku tidur" Kata Lisa.
ini bukan masalah saat Lisa Abigail Daud masih menjadi gadis kecil nya. sekarang gadis kecil itu sudah tumbuh jadi gadis dewasa yang cantik, amat cantik.
Nathan tersenyum ia membelai tangan Lisa.
"Tidurlah putri mimpi indah ya".
Nathan menutup pintu kamar Lisa .
_______________________1st____________________
"Lu pulangnya kayak biasa? Ato bakalan nambah cuti kali ini?"
Nathan mematikan rokoknya, "Gue pulang selamanya Zi, seperti plan yang kemaren gue ceritain ma lu di telpon kemaren"
Mata Zian membulat, Zian Abdullah berparas perpaduan antara Arab dan Kalimantan. Alisnya tebal, dagunya di hiasi jambang lebat, hidungnya mancung matanya agak sipit jika dibandingkan dengan keturunan Arab lain.
Zian berteman dengan Nathan sejak sekolah menengah. sampai Nathan bekerja di Kalimantan mereka tidak pernah putus kontak.
" Ga nyesel lu than, udah capek-capek kerja di sana tinggal nahan setahun lagi bakal naik jadi manager."
"Ga Zi, udah gue pikirin Mateng Mateng gue sudah resmi resign. Toh Lisa sekolahnya uddah kelar juga".
__ADS_1
"OOO Lisa udah wisuda? Kemaren terakhir ketemu gue dianya bilang masih nyusun skripsi. Gila ponakan lu ya, Cantik banget. Pangling gue ngeliatnya, dia yang nyapa duluan kemaren waktu ketemu di Caffe Cape, sama cowoknya."
Bruuuhhhhh
"Jorok banget sih lu An****"
Nathan yang sedang asik menyeruput kopi sambil buka buka sosmed kaget bener dengar Lisa punya cowok.
"Sorry di sorry, kenapa kenapa lu bilang ponakan gue ketemu lu jalan Ama cowoknya?"
"Hooh, tega lu ya gue di sembur kopi , lu pikir gue kesambet apa."
"Sorry zi, ga sengaja asli. Soalnya Lisa ga pernah cerita udda punya cowok."
"Ponakan lu tuh cantik, mana mungkin belum punya cowok . Lu aja sebagai Om nya sampe umur segini mantan lu pasti uddah ratusan, lah apalagi ponakan lu yang cewek."
"Lu tau ga than, menurut Info di sosmed gue cew itu punya mantan 2x lipat lebih banyak dari cowok tau."
"Than... than... eh kesambet lu" Zian mengguncang guncang tubuh sahabatnya, Nathan bengong kayak abis kena Gundam.
"WOOI THAN... " Zian berteriak di telinga Nathan .
"Gue denger an****, lu pikir gue budek apa?"
"Lha elunya gue panggil panggil malah bengong".
"Gue pullang dulu ya Si, mau jemput Lisa dulu." Belum sempat Zian jawab, Nathan sudah hilang dari pandangan.
Zian cuman geleng geleng kepala, "Dasar Om Om Posesif".
Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...
__ADS_1
mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗
sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... ❤️❤️❤️🤗🤗