Rainbow - Aku Benci Om

Rainbow - Aku Benci Om
Chapter 20


__ADS_3

Hai hai readers....


mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers...🖤🖤🖤


Crazy Up yaa gengs 3 Chapter sekaligus...,🤗🤗🤗


Matanya menangkap gerakan. Reffleks Nathan menghindar lalu menangkap tangan Ali . Nathan melipatnya kebelakang.


"Arrrggghhhhhh." Ali mengerang kesakitan.


"Siapa kamu? Apa yang kau lakukan pada Lisa?" Nathan menendang Punggung Ali, anak itu jatuh tersungkur.


Di sambut tendangan bertubi tubi dari Nathan.


Bugh Bugh Bugh...


"Ampun ... Ampuni saya... Ampun Om....!!!"


"Om Nath uddah om, dia bisa mati?" Lisa dengan gulungan jaket Nathan di lengannya mencoba menenangkan Nathan.


Nathan menarik nafas dalam. Ia memandang wajah Lisa mengelus pipinya sekejap dan kembali memberikan tendangan Supernya. Ditutup dengan injakan di punggung.


Nathan telah terlatih bertahan dalam dunia Mining(pertambangan) yang keras . Selama 10 tahun Nathan berada dalam wadah yang menuntut dirinya harus menguasai perkelahian jalanan. Cacing kecil dihadapannya hanya segelintir kecil dari part untuk mengenang masa lalunya.


Brakkkk


Nathan menjatuhkan lemari buku kecil dan menimpa Ali. Anak itu mengerang sedikit lalu pingsan(mungkin).

__ADS_1


Nathan mengambil ponselnya, dan melaporkan segalanya kepada polisi.


Nathan juga menelpon Rean, ia kembali meminta bantuan sahabatnya.


Lisa meringis di kursi ruang tengah, Nathan menghampirinya. Sedikit mengeratkan gulungan jaketnya agar darah berhenti


mengalir.


"Sakit?" Tangan Nathan gemetar, tak luput dari penglihatan Lisa. Ia menggenggam tangan Nathan.


"Lisa ga papa..."


Greebb .... Nathan memeluk tubuh itu, kalau saja ia mengikuti naluri nya untuk tidak meninggalkan Lisa mungkin ini tidak akan terjadi. Air matanya jatuh, hatinya hancur melihat gadis yang di jaganya sedemikian hati hati diperlakukan seperti ini.


"Maafin Om Lisa... Maafin Om... Kalo aja tadi Om pesen Ojol buat beli obat ga mungkin kamu kayak gini" Air matanya terus berjatuhan.


Dengan lembut Lisa mengelus punggung Nathan. Ia segera menghapus air matanya mencoba tersenyum.


"Om aku ga papa... Aku kuat kok... Kalo Om ga datang tadi pasti si Ali ini juga bakal abis sama aku." Lisa perlahan melepaskan pelukannya. Ia benci menjadi lemah di depan Nathan.


Nathan beranjak ke kamar Lisa melewati Ali begitu saja. Ia mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Lisa yang hanya mengenakan baju rumahan.


"Om tau Lisa kuat. Tapi tugas Om adalah melindungi Lisa." Nathan menyampirkan anak rambut Lisa dari wajahnya membungkus wajah itu dengan telapak tangannya.Air matanya kembali jatuh.


Nathan ingin sekali menenggelamkan anak itu kembali kedalam pelukannya.


Lisa balas menatap wajah Nathan, Lisa sedikit takut melihat reaksi Nathan tadi. Tapi syukurlah sekarang Nathan sudah normal kembali.

__ADS_1


Lisa menyentuh wajah Nathan menghapus bulir bening yang jatuh dari pelupuk matanya. Nathan dan Lisa bersatu dalam keheningan, Satu sama lain saling menatap, berbagi kekuatan lewat tatapan.


Terdengar suara sirine dari kejauhanan. Nathan beranjak berdiri namun tidak sengaja bibirnya menyentuh pipi Lisa .


Cupp


"Eh... Maaf Lis... Om... Maaf..." Nathan terbata, lidah nya tidak bisa berfungsi dengan baik.


Lisa yang juga terkejut dengan hal itu tiba tiba berdiri.


"Iya Om ku."


Cuppp


Lisa memberikan kecupan kilat di pipi Nathan.


"Kalo ini ucapan terima kasihnya Lisa." Ia langsung berbalik memunggungi Nathan. Nathan tidak bisa melihat wajah Lisa.


Rean masuk lebih dahulu.Kemudian beberapa polisi datang bersamaan.


🖤🖤🖤1st


Bersambung


Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...


mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗

__ADS_1


sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... 🖤🖤🖤🤗🤗


__ADS_2