
mohon vote nya ya readers....💖💖💖
Manda sedang mengetikan sesuatu di layar laptopnya. Dering ponsel mengagetkan gadis berkacamata itu. Sekilas ia melihat caller id tertulis Om Nath..
Om Nath siapa, kok gue bisa save nomor om om sih, pikirnya.
Panggilan ke dua, Om Nath again... hallow gue ga pernah punya satu pun temen om om, ato pun kenalan om om.
Ia menekan Abaikan.
Video Call.. What... Si Om mesum pake VC segala. Eh bentar gimana kalo mesum tapi cakep, sigap Manda menutup kamera depan, dan menekan tombol terima.
"Lho kok... Manda.. Ini beneran nomor Manda bukan ya?"
Nathan bingung, Layar ponsel nya hitam. tapi video Call masih berjalan. Melihat sosok cowok super duper cakep di layar ponselnya Manda langsung menyingkap penutup kamera ponselnya.
"Hai , Manda ya..." Nathan celingak celinguk mencari si penerima di layarnya.
"Hai, ehmm anda siapa ya,.. ? Iya saya Manda.. " Manda tersipu, si ganteng tau namanya membuatnya malu.
"Om Nathan , Om nya Lisa..."
"Ya ampyunn Om nya Lisa , Om Nath apa kabar." suara Sember Nanda langsung di sambut tatapan males dari para pengunjung Caffe Cape.
"Baik Manda ".
" Idih om tambah ganteng aja deh, hihihi... "
Nathan tertawa renyah, dari semua teman Lisa , Manda yang paling sering main ke rumah dulu waktu masih SD sekarang. Udah gede, Nathan pikir waktu berlalu terlalu cepat.
"Ehh Man, lagi hang out yaa... Boleh Om samperin ga?"
"Boleh banget om, aku lagi di Caffe Cape."
"Oke om nyampe sana 15 menit lagi ya..."
Nathan menutup ponselnya, perasaannya ga enak. Selama ini Lisa memang kalo kemana mana selalu bilang. Nathan yakin, memang ada kemungkinan kalau Lisa sudah punya pacar, tapi keponakannya tidak pernah sama sekali cerita kalau dia dekat dengan seseorang.
__ADS_1
Mudah mudahan ia bisa mendapatkan banyak informasi dari Manda. Nathan meluncur ke alamat yang tadi di berikan Manda pada nya.
Nathan sampai di Caffe Cape, sepertinya Caffe ini emang Favoritnya mahasiswa. Berada di sekitar area kampus dan tempatnya Cozy abis pikirnya. Nathan sudah selesai membereskan urusan kepegawaiannya di perusahaan tempatnya bekerja, rencananya ia akan membuka usaha Caffe dan Coffeshop. Konsepnya sedang ia bicarakan dengan Zian.
Sebagai duo penikmat kopi mereka tentu sangat menginginkan tempat nongkrong yang nyaman, enak, yang pasti ga bikin kantong bolong. sementara itu lah konsep yang akan Nathan anut dalam merencanakan tempat usaha perdananya nanti.
Seseorang melambai kepadanya, cewek berkacamata dengan cardigan pink. Nathan ingat Manda memiliki tubuh yang sedikit berisi, dan pipi yang chubby. Semua masih melekat pada penampilan Manda sekarang.
Nathan mengulurkan tangannya, Manda menyambutnya kelewat antusias.
"Man, apa kabar. Om lama banget ga ketemu Manda. Tambah cantik deh Manda".
Manda tersenyum centil. "Om juga tambah cakep pake banget". Nathan hanya tertawa mendengarnya.
"Manda, Om boleh minta tolong ga?"
Manda tampak antusias, "Bantuin apa om, Manda mau Om".
"Manda , Om mau tanya apa bener Lisa uddah punya cowok?"
Nathan menelan ludah, " Manda tau siapa namanya?"
"Namanya Jamie Om."
"Oh, uddah kerja? Anak Mana? Rumahnya dimana? Uddah lama dia pacaran sama Lisa?"
"Udah om, Kita sekampus sama Jamie, udda lumayan lama sih Om pacarannya dari kita semester 2 . Kita sering nongkrong di sini jadi mulai deh tuh Lisa akrab ama Jamie."
Nathan meneguk minumannya, Manda memandang Nathan tanpa henti. Om Nath bener bener deh makin lama ga ketemu makin tambah cakep.
"Oh jadi Jamie karyawan sini?"
"Bukan om, Jamie yang punya Caffe ini".
"Terus sekarang Manda tau ga Lisa dimana?" Perasaan Nathan semakin ga enak.
"Di atas Om, lagi sama Jamie".
__ADS_1
"Oh."
"Om mau pesen makan ga, makanan di sini enak enak lho." Manda memberikan daftar menu kepada Nathan.
Nathan mencoba tersenyum, "Manda tau toiletnya dimana ga?"
"Tu om, ikutin aja tanda itu." Manda menunjuk kearah Office.
"Manda Om ke toilet sebentar ya". Dengan perasaan campur aduk Nathan menuju ke tangga di samping kasir. Tempat itu sedang penuh, tidak seorangpun memperhatikan Nathan naik ke atas.
Sampai di atas Nathan di sambut sebuah ruangan seperti Living Room, ada sebuah pintu di sudut ruangan. Ia yakin Lisa ada di sana. Pintu tidak terkunci, Nathan langsung membuka pintu tersebut.
Nathan berdiri di depan pintu, ia melihat keponakan sedang asik bermesraan dengan kekasihnya. Lisa duduk di pangkuan Jamie, tangannya meremas remas rambut Jamie.
Tangan Jamie masuk ke sela sela blus Lisa, menari kesana kemari. Tangan yang satunya mungkin sedang berada di dalam rok lisa. Bibir mereka bertaut saling menikmati, sampai tidak mendengar pintu terbuka.
"Lisa pulang..." Nathan menarik tangan Lisa .
Lisa terkejut melihat kedatangan Nathan , Jamie tidak kalah terkejutnya. Jamie berdiri , tampak bagian bawahnya menonjol.
Nathan tidak tahan melihatnya, Dengan sekali gerakan Nathan menarik kerah baju Jamie dengan satu pukulan ia merubuhkan jamie yang sekepala lebih rendah darinya.
Nathan menyampaikan jaketnya ke tubuh Lisa , tanpa bertanya ia menarik tangan Lisa .
"Om , om Nath kenapa ?"
"Om Lisa mohon dengerin Lisa dulu om."
"Om Lisa ga mau pulang ".
Seumur hidup Lisa tidak pernah melihat Nathan seperti ini. ini bukan Nathan yang ia kenal, mata nya gelap. Tanpa mendengarkan perkataan Lisa ia segera membawa Lisa pergi dari tempat itu. Tanpa memperdulikan panggilan Manda , Nathan membawa Lisa pulang.
Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...
mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗
sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... ❤️❤️❤️🤗🤗
__ADS_1