
mohon vote , Like and Rate 5 bintangnya ya readers....💖💖💖
"***Katakan sesuatu Nath"
"Aku mohon pliiss angkat"
"Nath aku ga bisa kayak
gini terus"
"Nath aku ga tau lagi mesti
gimana*"
"Nath aku sudah terlalu jauh
aku ga bisa kalau kita
harus kembali kayak dulu*"
Maafin aku Marie, aku ga tau semua bakal kayak gini. Ini ga adil buat aku dan kamu. Kata kita ga ada dalam kamus ku.
Kamu dan aku ga bisa lebih dari teman, Sial sial sial... Nathan terus merutuki kenyataan.
Ia dan Marie saling kenal sejak kuliah semester 4, berteman dari kesamaan sifat, cuek di kampus, malas bertemu dengan banyak orang. Bedanya Marie rajin , dia engga. Nathan paling malas dengan tugas tugas kampus. Tapi ia sangat bersedia apabila mengerjakan tugas lapangan.
Berteman dengan Marie sangat menyenangkan. Cuek, asik, ga bisa diam, suka suka nya sendiri. Bertahun tahun mereka bersahabat. Tapi kejadian beberapa bulan yang lalu mengubah semuanya. Mengubah semua perasaan Nathan dan Marie.
tok tok tok...
"Om udah tidur?" Nathan tersadar dari lamunannya, dari tadi ia hanya bolak balik di kasur tanpa bisa tidur.
Sebuah wajah menyembul dari balik pintu.
"Apaan Lis?"
"Om nonton midnight yuk."
"Lisa sering nonton midnight ya waktu om ga ada?" Nathan beranjak mengambil jaket, ponsel dan kunci mobil.
__ADS_1
"Engga om, jarang jarang kok."
"Masa, ya uddah siap siap geh.. Mau berdua aja ato ada yang di ajakin lagi? Sam mungkin?"
"Engga" sahut Lisa cepat.
Nathan tersenyum, lagi berantem juga Sam juga ternyata.
Selama dalam perjalanan, Lisa sibuk bercerita tentang sidang skripsi nya. Kemampuan ngeles nya amat sangat meningkat.
"Jadi om, biar dosen nya ga tanya tanya lagi. Lisa bilang sama dosennya, pak mohon maaf sebelumnya tapi di luar temen temen saya sudah kasian nungguin giliran sidang. Apa bapak tega ngeliat mahasiswa bapak sudah belajar sidang buat hari ini tapi gara gara bapa nanyanya banyak jadi tambah lama sidang nya jadi malah ketunda besok.?"
"Jadi dosennya langsung mangap om, oooo yaa Lisa sudah bapak sudah selesai hasil sidang skripsi kamu A. Seneng banget Lisa nya om." Ekspresi puas tergambar jelas di wajah anak ini.
"Terus, masa gitu aja dosen mu langsung nurut sih Lis?"
"Iya Om, soalnya yang giliran sidang setelah Lisa anaknya pak rektor"
"Hahahaha..."
Menghabiskan malam berdua dengan gadis kecil nya , ini adalah hal baru untuk Nathan. Dulu Nathan sering mengajak Lisa nonton saat Lisa masih kecil, karna Nathan tau gak mungkin meninggalkan Lisa kecil sendirian di rumah.
Jadi Lisa kadang ikut saat Nathan jalan atau berkencan. kadang kadang Lisa ketiduran di jok belakang, Nathan tersenyum sendiri ingat hal itu.
" Ga papa Lis, ingat ga dulu sama Bian, Pacar om waktu kuliah?"
Lisa mengangguk, Bianca adalah pacar Nathan yang paling Lisa benci. Bian dengan sengaja ngunci Lisa di toilet wanita. alhasil Bian dapet jurus sundulan kampr3t di perutnya plus langsung di putusin sama Nathan.
Lisa tergelak...
"Sstttttt" Nathan memandang sekelilingnya. Orang orang memandang mereka dengan kesal.
Mereka tertawa terbahak di luar bioskop, saat ingat barisan para mantan Om nya benar benar membuatnya ga bisa menahan tawanya.
Mereka memutuskan untuk pulang, "Kenapa sih om dulu selalu ngajakin aku kalo lagi ngedate?"
Lisa bertanya di sela sela tawanya.
Nathan memandangnya lembut. " Lisa, ga mungkin om ninggalin Lisa sendirian. Ga Mungkin Om bahagia sendiri, sedangkan Lisa sendirian di rumah. Beda hal nya saat kemarin Om kerja ke luar pulau. Mau ga mau Om harus ninggalin Lisa ."
__ADS_1
Ia membelai lembut rambut ponakannya, "Sekarang sudah saatnya Om nemenin Lisa lagi kayak dulu, kita berjuang sama sama ya."
Nathan meraih tangannya, dan membungkus jari jari Lisa di sana.
degh... jantung nya kehilangan beberapa detakannya. Ia kaget kenapa dadanya terasa aneh, Nathan segera melepaskan tangannya. Ia lalu menepuk nepuk kepala Lisa .
Hasil Medical Check Up terakhirnya kemarin kondisi nya benar benar sehat, tapi kenapa... Nathan memegang dada kirinya, kenapa disini terasa aneh.
*********************************************
Lisa sudah bersiap berangkat ke kampus, pemberitahuan dari pihak akademik hari ini adalah hari pertama pendaftaran wisuda.
Lisa tak suka menunggu, ia akan kekampus dan segera mendaftar kan diri. Nathan keluar kamar hanya mengenakan boxer, sambil garuk garuk punggung Om nya menuju meja makan untuk mengambil air minum.
Lisa yang sedang memanggang roti memperhatikan Om kesayangannya. kulit Nathan memang tidak seputih dulu, kulitnya sudah banyak terbakar sinar matahari. Hanya saja tubuh Nathan ...
glekkk... Lisa menenal Saliva nya...
Di bandingkan dulu tubuh Nathan sekarang lebih kekar dan kencang, otot perutnya terlihat jelas. Om nya sudah menjadi pria dewasa yang gagah di usianya yang ke 32 tahun.
Nathan masih belum sadar Lisa juga berada di dapur, Lisa melihat tangan berotot itu memegang gelas dan... Nathan tersenyum padanya. Ia merasa wajahnya panas.
"Kok bengong" melihat wajah Lisa mulai memerah Nathan mendekatinya, menyentuh dahi Lisa. Begitu dekat dengan tubuh setengah telanjang yang tadi ia amati membuat Lisa gugup . Ia mendadak mundur tanpa sadar tangannya menyenggol pan yang ia gunakan untuk membuat roti bakar.
"Awww..."
"Lisa ," Nathan langsung memegang tangannya dan Dengan sigap mematikan kompor. Setengah mengangkat tubuh Lisa menuju Bak cuci untuk mendinginkan tangan nya.
"Hati hati Lis ,pagi pagi kok bengong." Posisi ini sangat tidak nyaman bagi Lisa . Tubuh Nathan menghimpit bagian belakang tubuhnya, tangan Nathan membasuh luka akibat pan panas tadi. Kulit lengannya bersentuhan langsung dengan kulit Nathan. Nathan bernafas cepat di tengkuk nya.
"Addudduh om" refleks Lisa mengaduh ketika tangannya yang terkena pan tersentuh Nathan.
"Mana Lis mana yang sakit" Nathan dan Lisa berhadapan, dengan panik Nathan meniup telapak tangan Lisa.
Ya lord posisi ini sungguh menyiksaku..
Tubuh Nathan sangat dekat dan terlalu dekat dengannya.
Terus ikuti cerita Nathan dan Lisa yaa...
__ADS_1
mohon tinggalkan komen, komen kamu sangat berarti buat aku lhooo ,🤗🤗🤗
sekali lagi readers ini konten dewasa, bagi yang berumur di bawah 21 tahun mohon pengertiannya.... ❤️❤️❤️🤗🤗