RAKA DAN KRYSTAL

RAKA DAN KRYSTAL
apakah dia?


__ADS_3

seketika raka terdiam melihat tanda di leher ku. terkejut itu pasti. tanda di leher krystal cukup membuat raka terkejut. "tanda ini? "cukup lama raka memperhatikan tanda di leher tersebut.


" apakah dia?rasanya tidak mungkin cewek ini? sudah lah gue telfon ando buat ngurus ni cewek! " raka pun membawa krystal ke sofa dan segera menelfon ando.


dua kali raka menelfon baru di angkat ando.


"ya ka, ada apa? ngapain nelfon gue? " ucap ando.


"nie OB baru pingsan! nggak tau gue kenapa pingsan? mungkin modus kali biar nggak di marah sama gue? "ucap raka seketika ando pun terkejut mendengar nya.


" dia nggak loe apa-apain kan ka? "tuduh ando curiga terhadap teman nya tersebut.


" ya kali gue ngapain ni anak? lihat dari badan nya aja rata gitu? mana ada menarik nya?."ucap raka seketika ando terkejut mendengar ucapan teman nya.


"bukan gitu maksud gue? siapa tau tu perempuan? loe suruh ngitung semut di ruangan loe" ucap ando seketika raka terkejut dengan penuturan teman nya itu


. "ya kali ndo? gue nggak sebodoh itu ya" ucap nya kesal terhadap teman nya tersebut.


"ya udah cepetan urus wanita ini! ,gue nggak mau tau 1menit cewek ni harus hilang dari ruangan gue! titik. " ucap raka penuh penekanan.


"iya-iya gue kesana" ucap ando lansung menuju tempat teman nya itu.


sudah hampir satu jam krystal pingsan barulah dia sadar.


"gue ada dimana? di surga ya? "ucap krystal sedikit serak. kepala nya masih terasa berat.


" loe udah sadar? "ucap pandu khawatir.


" gue di mana ndu"ucap ku sambil melirik ke arah pandu.


"loe ada di kamar khusus buat OB tal? loe tadi nggak ingat apa-apa? " ucap pandu menyelidik ke arah ku karena dia melihat sekretaris bosnya itu. tengah mengendong krystal yg pingsan.


"nggak ndu, yg gue ingat saat habis gue beresin ruangan bos tiba-tiba aja pusing gitu? yaudah gue nggak ingat lagi? ucap krystal jujur memang itu yg di ingat nya. pandu pun mencoba menatap mata krystal mencari secercah ke bohongan. tapi tidak iya temukan di sana.


"ya udah ni makan? loe pasti lapar kan? gue udah beliin bubur? di makan ya? " ucap pandu tulus.

__ADS_1


"makasih ya ndu, " ucap ku tersenyum kepada pandu. seketika di balas pandu dengan senyum semanis mungkin.


"yaudah gue keluar dulu ya? loe habis makan? di panggil sama kak viona tu" ucap nya kepada ku dan lansung ku balas dengan anggukan saja.


setelah aku habis memakan bubur yg di berikan pandu kepada ku. aku pun lansung pergi ke ruangan kak viona. karena aku tidak mau kak viona terlalu lama menunggu ku.


tok tok ku ketuk pintu ruangan kk viona.


"masuk" ucap seseorang di dalam ruangan tersebut yg tidak lain adalah kak viona


"ooo kamu krystal, maaf ya gara-gara kakak kamu harus pingsan. " ucap nye sendu tampak dari sedikit wajah nya itu penuh penyesalan.


"nggak kok kak nggak apa-apa.saya yg harus nya minta maaf sama kakak? baru pertama kerja aja udah pingsan?" ucap ku dengan sedikit tak nyaman. di balas senyumman oleh viona.


"nggak apa-apa untung kamu nggak di marah sama si bos? " ucap nya tersenyum geli.


"eh enak nya kamu? baru hari pertama aja udah di gendong sama pak ando" ucap viona sedikit menggoda ku. aku yg mendengar hal tersebut seketika terkejut.


"di gendong? sama siapa kak? kok saya ngga ingat ya? " ucap ku bingung karena aku tidak ingat sama sekali hal tersebut. dengan pandu pun ia tidak menceritakan hal tersebut.


"oh jadi nama mereka berdua ando dan raka? " ucap ku dalam hati.


"ah beruntung banget sih kamu, eh kamu udah mendingan ya? kalau udah kamu beresin yg di toilet pria ya?" ucap viona memberi tahu ku dan ku balas dengan anggukan.


**********


raka terus memikirkan kan tanda yg ada di leher gadis tersebut. mondar mandor di ruangan tersebut.


"apa mungkin dia? wanita yg gue cium? tapi kayak nya nggak mungkin deh? ciuman itu yg terus mengganggu tidur ku setiap malam?, kalau bukan dia? terus tanda itu?. " ucap raka dalam hati.


"Ahgggghhhhh" ucap nya mengacak rambut nya.


"loe kenapa lagi? masih mikirin clau?" ucap ando yg baru saja masuk ke ruangan tersebut.


"ndo gimana kabar orang yg nolongin gue? " ucap raka. seketika ando merasa heran baru pada teman nya tersebut. karena raka orang nya nggak pernah ambil pusing terhadap hal-hal yg bagi nya tidak penting.

__ADS_1


"belom! emang nya kenapa? " ucap ando


"nggak! gue hanya penasaran aja? orang yg nolongin gue itu kayak apa?" ucap raka


"sejak kapan loe ngurus beginian ka? biasanya yg lo urus tu clau dan clau" ucap ando mencibir.


"terserah gue la! gue mau mikirin apa! loe tu nggak berhak ngatur gue! gue bos disini" ejek raka.



"yayaya lo yg selalu berkuasa di atas segala-galanya"ucap ando memutar mata dengan malas nya. karena dia paling kesal kalau teman nya sudah bilang kekuasaannya.



" bagus la kalau loe mikir nya kayak gitu?eh loe bawa apa kesini? kopi? "ucap raka lagi.


raka lun lansung menyeruput kopi tersebut seketika mata nya berbina ad sensasi berbeda dari kopi yg biasa ia minum.


" siapa yg bikin ni kopi? "ucap raka sambil terus menyeruput kopi nya yg hampir habis tersebut.


" tu OB baru? enak kan kopi nya? gue aja sampai dua kali minta di bikin nin sama dia? habis beda aja rasa nya gitu? "ucap ando senang.


" nggak kok biasa aja"ucap raka berbohong.


"huh,, kalau mau bohong tu pakai kira-kira kali ka? biasa nya kalau orang yg bikin kopi. pasti loe buang? ini habis sampai tak bersisa? " cibir ando.


"nggak kok! karena gue pengen minum aja" ucap nya mengelak.


"Ya-ya-ya gue percaya kok" ucap ando mengalah. "gue ke toilet bawah dulu? karena toilet di ruangan gue rusak" ucap raka kepada ando.


"ya udah gue keruangan gue dulu masih banyak berkas yg belum di urus. " ucap ando.


mereka pun sibuk dengan urusan masing-masing. raka pun turun ke lantai bawah untuk membuang air kecil. dia pun turun tergesa-gesa tanpa menoleh kanan kiri.


dia pun masuk di toilet tersebut. dengan terburu-buru tanpa melihat ada seorang di toilet itu. dia pun lansung dan buang air kecil. ketika sudah selesai dia pun ingin keluar tapi di kejut kan oleh suara perempuan

__ADS_1


AAAAaaaaaaaaa.......


__ADS_2