RAKA DAN KRYSTAL

RAKA DAN KRYSTAL
Drama Di Pagi hari.


__ADS_3

"Cantik-cantik bodoh" Ucapnya sedikit berbisik.


"Tuan bicara sama saya" Jawabku karena ku lihat mulut Raka sedang berbicara.


"Kepedean sekali kamu! " Raka mengejek Krystal. "Saya bicara kepada diri saya sendiri! " Ucapnya sambil melirik ke arahku. Aku pun hanya tertawa tak nyaman. Setelah selesai dengan suhu air di bathub itu Raka pun mandi.


Dan dia dengan tidak tahu malunya membuka pakaiannya di depan Krystal. Sontak Krystal pun membulatkan mata terkejut melihat tubuh polos seorang laki-laki.


"Ya Tuhan mataku" Ucapku sambil menutup mataku rasanya jantung ini ingin melompat keluar dari badanku. Ya aku memang pernah melakukan hal intim dengan Raka tapi aku sama sekali tidak pernah melihat badannya seutuhnya. Mungkin karena aku di perkosa jadi aku hanya memejamkan mata saat dia melakukan hal bejat seperti itu. Mengingat itu rasanya harga diriku kini di di pertarihkan lagi. Ingin rasanya aku menangis melihat itu tapi ku tahan.


"Kenapa? Kamu terpesona ya melihat badan saya ini, Jangan munafik kamu sudah melihatnya dulu bahkan merasakannya" Cibir Raka mengejek Krystal.


"Ya Tuhan dia bilang aku apa? Munafik? Ingin sekali ku cekik lehernya biar dia mati sekalian, tapi kalau dia mati gue jadi janda muda dong" Ucap Krystal marah tapi hanya berani di dalam hati.


"Cepat gosok punggung saya!Kamu harus melayani saya! Saya itu suami kamu" Bilangnya penuh ancaman.


"Yah, Dia bilang suami, kalau suami kamarin malam kemana woy kemana" Ucap Krystal mengejek dalam hati.


Mengapa dia harus menikah dengan pria sombong seperti itu.Krystal pun mendekati Raka berjalan menyamping dan mata yang masih tertutup. Dia masih polos tak pernah sekalipun dia melihat tubuh polos seorang pria.


"Ya Tuhan, kalau tiap hari begini, bisa-bisa gue mimisan" Ucapku sedikit frustasi di dalam hati aku hanya memaki pria di depanku ini.


"Kamu kenapa berjalan seperti itu ha? Seperti kepiting saja, jalan menyamping! " Ucap Raka terheran melihat tingkah istrinya itu.


Raka sangat jengkel atas perbuatan istrinya itu.


"Apa badan ku jelek sampai-sampai dia tidak mau menoleh kearah ku, cih badanya saya rata, dia kira bisa membuatku terpesona. seharusnya dia beruntung mendapatkan sui seperti saya" Ucap Raka sambil melirik jengkel ke arah istrinya.


...****************...


Akhirnya Krystal sampai ke kantornya tempat dimana suaminya itu pun berada. Dengan nafas yang masih memburu dia berlari menuju ruangan ganti.

__ADS_1


"Lelahnya, kalau bukan gara si tikus curut itu gue nggak bakal telat kayak gini, " Ucapnya mengerucut kesal kalau bukan drama dipagi hari tadi dia tidak akan terlambat.Bagaimana dia tidak terlambat sedangkan suami sekaligus bosnya itu menyuruh hal-hal yang tidak pernah di kerjakannya.


"Kamu carikan saya pakaian di sana" Tunjuk Raka mengarah ke walk in closed tersebut.


Dengan susah payah dia mencarikan pakaian suaminya itu. Tak ada satupun yang cocok bagi Raka dan akhirnya Raka memilih sendiri pakaian yang di kenakannya.


"Kalau bisa sendiri, Kenapa coba nyuruh gue, " Krystal sangat jengkel terhadap Raka tenaganya sudah terkuras habis di rumah sekarang dia harus kembali bekerja.


"Andai suamiku itu bukan Raka alangkah indahnya gue nggak kerja lagi" Ucapnya dalam hati. ingin rasanya aku cepat-cepat cerai dengan Raka. Tapi belum sampai dya tahun. mengingat itu ingin rasanya dia pergi dari dunia yang penuh drama ini.


"Hai loe kenapa? Kok pagi-pagi udah manyun aja" Tanya Pandu karena dia sedari tadi melihat kearah Krystal yang terus mengomel tak jelas.


"Nggak, nggak lagi mood aja" Ucap Krystal karena dia menang malas bercetita tentang masalah yang saat ini menimpa dirinya.


"Cerita dong sama gue, gue bakalan mampu insyaallah nolongin loe" Ucapnya tulus. Dia tak enak hati kepada Pandu karena sedari dulu pandu selalu mendukung dia, bahkan biasa pandu selalu memberinya uang, memang tak banyak yang di kasih Pandu, tapidia ikhlas selalu bisa membantu orang yang kesusahan.


"Nggak kok, beneran gue nggak apa-apa" Ucapku menenangkan Pandu.


"Kalau ada apa-apa bilang ya, InsyaAllah gue bisa tolong semampu gue, " Ucapnya sambil tersenyum ke arahku.


. "Siap bos kuh" Ucapku mengangguk hormat kepada Pandu, ingin rasanya Pandu memegang pipi yang sangat menggemaskan itu.


Mereka pun tengah disibukkan dengan urusan masing-masing. Tak terasa waktu menunjukkan istirahat kecuali Krystal yang masih berkutat dengan tugasnya itu.


"Loe nggak istirahat? " Tanya mbak viona terhadap ku.


"Tanggung kak bentar lagi" Ucapku.


"Nanti aja itu, mending istirahat dulu entar pingsan lagi mau" Viona pun mengejek Krystal mengingatkan dia sama kejadian pertama kali dia masuk kerja.


"Mbak ah jangan di ingetin lagi, kan malu, " Ucapku sambil tersenyum.

__ADS_1


"Yayaya malu ya" Ucapnya. Tak lama Viona pun pergi.


Setelah Viona pergi aku pun tak sengaja menabrak seseorang. Bruukkk.


" Aww" Ucap kami bersamaan.


"Kalau jalan tu pakai mata dong" Claudia melirik kearah Krystal yang memakai seragam OB. Dia tidak mengenali sesosok Krystal yang memakai baju OB.


"Maaf mbak saya nggak sengaja" Aku pun mendongak sedikit, ku lihat seorang artis papan atas kemari, seorang yang ku idolakan.


"Claudia putri ya? " Ucapku dengan mata yang berbinar-binar. Claudia Putri adalah artis papan atas yang terkenal cantik dan ramah. Itulah kenapa dia cepat terkenal. Tapi dibalik sikapnya yang ramah, dia adalah seorang yang gila akan harta.Sifatnya yang ramah adalah kedok buat menutupi sifatnya yang licik itu.


"Ah iya, kamu siapa ya? " Ucapnya terheran kenapa orang yang di depannya itu melirik kearah dia tanpa berkedip sedikitpun.


"Saya penggemar mbak loh," Krystal pun bersikap malu-malu.


"Oh penggemar".


" Mbak kesini cari siapa ya? "


"Saya sedang mencari pacar saya Raka, kamu kenalkan Raka? "


"Ck, ternyata dia masih berhubungan dengan mantan kekasihnya toh, pantesan semalam ngilang kayak di telan bumi" Ucap Krystal dalam hati. Dia tak habis pikir sama suaminya itu sudah beristri masih saja main cinta.


"Untung aja cuma nikah kontrak, kalau nggak , mana mampu mengadapi orang kayak dia, " Krystal pun memanyunkan bibirnya.


"Dia ada di atas mbak, mau saya anterin" Tawarku.


"Oh, nggak usah biar saya sendiri aja, mungkin dia masih sibuk" Claudia pun pergi meninggalkan Krystal.


"Kalau orang kaya ya bebas udah punya istri masih saja selingkuh" ucapku mengejek.

__ADS_1


"Siapa yang Anda maksud! "


Aku yang mengenal suara itu pun terkejut dan terpeleset.


__ADS_2