
Raka pun berusaha memanggil Krystal. Dan sesekali menggoyangkan badannya. Tapi si empunya itu sepertinya benar-benar enggan untuk bangun.
"Tidur kok udah kayak kebo aja! " Hardiknya kepada Krystal.
Setelah itu diapun membalikkan badan Krystal menghadap ke arahnya. Raka pun tersenyum dengan senangnya. Dia berusaha meneliti istrinya itu.Jarang sekali dia memperhatikan Krystal dari dekat.
Dengan penasaran dan sekaligus senang. Raka pun mencoba menelisik wajah istrinya itu.
"Ternyata kamu sungguh wanita yang sangat cantik! Maaf kamu harus terjebak bersamaku yang mungkin belum bisa melupakan Mantan terindahku itu"Raka pun menatap Krystal dengan sendu. Dia tampak sedang berfikir. Di hatinya apa masih ada Claudia atau sudah di isi oleh Krystal sedikit demi sedikit. Entahlah dia kurang paham yang namanya percintaan.
Dengan keberanian yang ada Raka mencoba membelai wajah istrinya itu. Saat tertidur wajah ayu Krystal tampak terpancar keluar.
Raka pun mencoba berinisiatif untuk mencium kening Krystal. Cukup lama dia mencium kening istrinya itu. Tapi tampak Krystal tak mengindahi perbuatan Raka.
Dahi kening beralih kemata dan pipi terakhir Raka seperti tampak sedang berfikir keras.
"Gimana kalau nanti dia bangun! Apa alasan gue bilang ke dia kalau gue ke pergok menciumnya" Raka masih menimbang pikirannya apakah akan mencium bibir manis itu yang menjadi candu buat dia atau berhenti sampai disini saja.Tapi sepertinya Krystal semakin membuat Raka tertantang akan menciumnya.Karena bibirnya kali ini sedikit terbuka.
Raka yang saat ini sudah terbakar nafsu itu pun sudah tidak bisa berfikir dengan jernihnya.
"Sudahlah kalaupun ketahuan tapi setidaknya gue sudah merasakannya" Jawab Raka yang akhirnya mendekati bibir Krystal yang sedikit terbuka itu.
Cup... Sebuah ciuman sekilas yang di lakukan oleh Raka. Karena dia takut kalau Krystal akan bangun.Tapi si empunya kali ini benar-benar tidak sadar dan bahkan semakin mendekatkan wajahnya kearah Raka.
"Wah sepertinya Lo benar-benar nantangin gue ya" Raka pun tersenyum licik. "Jadi jangan salahkan aku, kalau di pagi hari akan banyak tanda di lehermu" Raka masih dengan senyum liciknya itu pun lansung saja menerkam Bibir Krystal dengan brutal. Mencium dan ********** dengan lembut. Dan serasa cukup mencium bibir Krystal yang sedikit bengkak oleh ulahnya itu pun beralih menatap leher jenjang yang mencoba menantangnya tadi.
"Jangan salahkan aku" Ucapnya lagi.
__ADS_1
...Raka pun mencium leher Krystal dan sesekali membuat tanda di di seluruh leher Krystal.Krystal yang merasa terganggu itu pun lansung menggeliat. Dan lansung menjadikan Raka sebagai gulingnya itu pun lansung kembali tertidur. ...
Raka seketika sadar dengan apa yang di lakukannya itu pun langsung berdiri dan mencoba menenangkan hasrat yang baru saja timbul akibat ulah dia sendiri.
"Gue kenapa sih? Bisa aja lepas kendali terhadap wanita yang ada di depan gue saat ini? " Raka dengan kesalnya itu pun mengacak rambutnya frustasi.
"Gue harus mandi air dingin ni, nggak bisa di biarin, gue bakalan nggak bakalan tidur dengan nyenyak kalau saja gue nggak mandi air dingin" Ucapnya seraya beranjak dari ranjang kebesarannya itu.Dan beralih ke kamar mandi untuk mandi air dingin.
"Sialan," Raka geram dengan sikapnya yang selalu lepas kendali terhadap Krystal.
"Kenapa bibir itu selalu membuat aku candu dan selalu ingin menciumnya lagi dan lagi? Akhhhh" Raka pun meninju dinding toilet dan merasa frustasi dengan sikapnya itu.
"Nggak,Gue nggak cinta sama dia! Dihati Gue hanya ada Clau dan Clau masih menempati tahta tertinggi dihati gue! " Ucapnya kepada diri sendiri untuk menepis segala gilirannya terhadap Krystal.
"Gue nggak bakalan cinta kepada gadis bar-bar itu! " Ucapnya lagi.Kini Raka masih mandi air dingin hingga samapai subuh tiba dia baru keluar dari Kamar mandi. Dia kembali melihat kelakuan istrinya ketika tidur yang nampak bar-bar itu. Sampai-sampai seperti tak ada tempat untuk dia berbaring.
"Gimana gue mau cinta sama dia! Tidurnya blangsak gitu! " Raka pun bergidik ngeri melihat Krystal sudah memenuhi ranjang itu.Dan akhirnya dia pun mendekati Krystal dan berbaring di samping gadis kecil yang sudah menjadi istrinya itu.
"Dasar bar-bar" Raka kembali tersenyum lagi dan akhirnya dia pun terlelap dan tertidur juga setelah hampir 3 jam berendam dengan air dingin untuk meredamkan nafsunya itu.
****
Tak terasa pagi pun menjelang Krystal pun menggeliat bangun dari tidurnya yang nyenyak itu. Krystal merasa ada yang aneh.
"Kok gue ngerasa ada yang meluk gue dari belakang ya? Apa jangan-jangan seperti di film horor, ada hantu yang meluk gue" Ucapnya setengah sadar lupa akan dia tidur bersama dengan suaminya itu.
Krystal seketika membulatkan mata dan berteriak.
__ADS_1
"Po... Co... " Ucapannya terjeda saat melihat badan kekar melingkari pinggangnya yang ramping itu. Bau badan yang familiar bau mint menyengarkan yang keluar dari badan seseorang itu.
Seketika Krystal berbalik badan dan melihat sesosok sempurna tengah tertidur pulas.
"Ternyata seorang malaikat" Ucapnya lagi tapi dia baru sadar.
"Tu.. An, Kenapa dia tidur di samping ku? Dan kamar ini? Kayaknya bukan kamar gue deh? " Krystal seperti mengingat kejadian semalam dan berapa terkejutnya dia yang memang tidur dengan suaminya itu.
"Kirain gue tidur sambil jalan! " Krystal pun sedikit lega karena memang bukan kesalahan dia sepenuhnya jika singa itu bangun.
"Jam berapa sekarang? " Krystal pun mencari-cari handphonenya di laci dekat ranjangnya.
dilihatnya jam masih menunjukkan pukul 05.00 WIB.
"Ternyata masih awal" Ucapnya lega dan memindahkan tangan Raka ke ranjang dari pinggangnya itu. Dan bergegas untuk mandi dan memasak.Sebelum berangkat kerja.
Krystal pun masuk kedalam toilet dan dia sedang ingin mencuci mukanya dan betapa terkejutnya dia mendapati lehernya banyak tanda merah bukan hanya satu tapi tak terhitung jumlahnya.
Krystal pun berteriak keras di kamar mandi terkejut.
"Aaaaaa, Apa ini? Apa yang tengah menggigit ku sampai banyak menimbulkan kemarahan ini, Apa aku terkena penyakit" Krystal seperti frustasi dia sangat mainin tentang hal percintaan karena memang dia hanya mencintai seorang pria dulu tapi dia tidak pernah sama sekali berciuman dan hanya berpegangan tangan.
Raka yang mendengar suara teriakan itu pun lansung membuka mata kesal.
"Siapa sih yang mengganggu tidur seorang Raka Naendra Putra Kusuma" Raka yang dengan kesal itu pun beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi tempat Krystal berada. Dengan kesalnya dia mencoba menggedor pintu kamar mandi itu.
__ADS_1
"Lo kenapa? Ha! Teriak nggak jelas gitu? Kayak lagi lihat hantu aja" Raka kesal ada yang mengganggu tidurnya.