RAKA DAN KRYSTAL

RAKA DAN KRYSTAL
Obat Untuk Istri.


__ADS_3

"Apa yang Lo maksud ha!" Raka melirik a


Ando dengan tajam.


"Wah, sepertinya teman gue ini sudah main-main sembunyian ya!" Ando tertawa mengejek seraya mendekati Raka yang tengah asyik dengan sandwich buatan sang istri.


"Apa maksud Lo? Coba kalau bicara itu yang jelas, ngga usah berbelit belit" Ando mendapat pelototan tajam dari sang bos.


"Santai bro, nggak usah tegang ngapa? " Andi pun duduk di kursi sebelahan dengan Raja.


"Siapa yang ngizinin Lo duduk?"


"Yaelah, Lo maH smaa teman gitu amat" Ando masih saja duduk. Dia sudah terbiasa dengan sikap dingin temannya itu.


Mereka kini tengah menyantap sarapan pagi yang di buat oleh Krystal.


"Lo ternyata ngga salah milih istri ya" Ando kembali menyantap nasi goreng buatan Krystal yang sangatlah enak itu.


"Memangnya ada apa? Kamu iri? Makanya nikah sana! Pacar aja nggak punya! " Ledek Raka.


Ando hanya bisa nendengus kesal mendengar apa yang telah di beritahu oleh temannya itu.


Bukannya Ando ngga mau pacaran. Dia masih teringat dengan kejadian 15 tahun yang lalu.

__ADS_1


seorang gadis kecil yang memberinya sebuah jam tangan unik yang tidak pernah iya temukan di belahan dunia manapun.


"Cih, berlagak sekali! Ngomong-ngomong gue tadi ketemu Krystal depan pintu, kok gue ngerasa aneh ya?Sama lehernya? Kok ada panu?"Ando mencoba memancing ekpresi Raka. Apa benar temannya ini adalah dalangnya.


Raka yang mendengar itu pun lansung tersedak saat meminun susu.


" Uhuk, Uhuk, Uhuk,"Raka terbatuk mendengar apa yang di katakan oleh Ando.


"Lo, ngga apa-apakan?" Ando tersenyum melihat ada rona merah di pipi temannya. Berarti dugaannya tadi benar bahwa Raka sudah membuka hati sedikit demi sedikit untuk Krystal dan melupakan Claudia.


"Gue ngga apa-apa, Cepat kita berangkat sekarang" Raka pun mengalihkan apa yang tengah di bicarakan oleh Ando.



"Gue akhirnya senang bisa melihat Raka yang dulu lagi, walaupun ngga sepenuhnya"Kini Ando sedikit merasa lega karena temannya Raka sudah sedikit demi sedikit berubah.


****


Di kantor Krystal yang baru saja sampai di tempat kerjanya mendapatkan tatapan penuh arti.


"Lo, ngga gilakan ya?Waraskan?" Pandu mencoba meletakkan tangannya di atas dahi Krystal


Dengan secepat kilat Krystal menepisnya

__ADS_1


"Enak aja!Gue ini kena penyakit tau! Makanya pakai beginian" Krystal menunjukkan ekpresi cemberut. Dia nggak menyangka bahwa respon dari temannya terlalu berlebihan.


"Apa!! Penyakit apaan coba tal?" Pandu pun melirik kearah Krystal sekilas. Dia bingung dengan keadaan temannya yang tidak biasa memakai syal di musim terik seperti ini.


"Panu? Gue juga nggak tau kenapa gue bisa kena penyakit ini!" Krystal pun tampak sedih menceritakan penyakit yang di deritanya itu.


"What!!! Panu?Kapan?" Pandu pun turut prihatin kepada Krystal.


"Nanti gue beliin obat ya?" Pandu pun menatap iba kearah Krystal.


"Ngga usah ndu, Gue udah beli kok, Makasih ya karena Lo mau perhatian sama Gue!"Krystal merasa beruntung mendapatkan teman sebaik Pandu.


Jarang ada temen yang seperti itu di jakarta ini. Syukur alhamdulillah Krystal mendapatkan teman yang begitu setia terhadapnya.


"Kirain Lo belum membeli obat" Pandu pun mengira dia bisa membuat Krystal merasa suka terhadapnya tapi apalah daya.


****


"Ndo, Nanti mampir dulu ke apotik, gue mau beli obat dulu!"


"Buat apa? Lo sakit?"


"Bukan buat gue, Tapi..."

__ADS_1


__ADS_2