RAKA DAN KRYSTAL

RAKA DAN KRYSTAL
Apakah Aku Cemburu.


__ADS_3

Dengan sigap Raka menangkap tubuh ramping sang istri. Krystal pun terkejur. Mengerjapkan mata berulang kali, memastikan siapa yang menangkap tubuhnya.


"Tu-an"


Raka yang sadar akan hal itu pun langsung melepaskan tubuh krystal.


"Awww" Pekik krystal menahan sakit karena bokongnya mencium lantai.


"Kalau dendam sama saya, bilang aja tuan jangan gitu juga kali, sakit nih bokong" Spontan Krystal marah kepada Raka.


"Apa kamu bilang! Sudah di tolong bilang bukannya terima kasih kamu malah marahin saya! Tidak tau di untung sekali kamu! " Raka merasa jengkel dengan sifat Krystal itu pun melotot kearah Krystal.


"Maaf tuan saya sengaja, eh salah tidak sengaja tuan" Krystal gugup bila berdekatan dengan suaminya itu. Aura Raka terpancar, rasanya lelaki itu mau memakan Krystal hidup-hidup.


"Sudah berani ya kamu sama saya! " Raka makin mendekat kearah Krystal.


Krystal yang sadar akan hal itu pun langsung mundur ke belakang. Tapi sayangnya nasib buruk menimpa dia. Terpeleset lagi, tapi kali ini dia tidak sendiri. Di tariknya kerah baju Raka, spontan Raka pun tertarik bersama dia. Dan Raka pun tumbang di atas badan Krystal.


Cup. Sebuah kecupan mendarat di bibir Krystal, karena posisi Krystal berasa di bawah kungkungan Raka, tanpa sadar bibir mereka pun bertemu.


Cukup lama mereka terdiam di posisi itu, Krystal memejamkan mata takut melihat suaminya itu.


"Apa yang kalian lakukan" Ando yang baru saja masuk ke kantor itu pun terkejut mendapati seorang berciuman di kantor.


Betapa terkejutnya Ando melihat temannya itu berciuman di kantornya sendiri. Mereka yang mendengar suara Ando. Segera Krystal mendorong tubuh Raka.


"Cih, murahan sekali kamu ya! Bisa-bisanya mencium saya! "Raka merasa jengkel tapi di dalam hatinya senang karena bisa mencicipi bibir ranum istrinya itu.


" Maaf tuan saya tidak sengaja "Krystal menunduk malu karena kepergok berciuman dengan bos sekaligus suaminya itu.


" Ck. Emang dengan meminta maaf kamu bisa saya maafkan ha! "Raka yang berpura-pura marah.


Ando mendelik melihat tingkah bosnya itu.Heran.Karena temannya itu senyum-senyum sendiri. Padahal sedang memahari istrinya.

__ADS_1


" Tuan sebentar lagi kita ada rapat"Ando pun memutuskan memberitahu kepada Raka. Karena kasihan kepada Krystal yang sedari tadi menunduk tak berani menatap dia ataupun Raka.


"Ayo, kita ke ruangan saya! "Mereka pun pergi meninggalkan Krystal sendiri.


" Hah!. Akhirnya bisa lega juga gue, dari CEO songong itu. Gue pergi makan dululah lapar perut gue, nanti bisa pingsan lagi, kan berabe. "Krystal pun pergi ke kantin untuk makan karena cacing di dalam perutnya sudah demo minta di isi.


...****************...


Ando dan Raka pun menuju lift untuk pergi ke ruangan Raka.


" Kok gue ngerasa firasat buruk ya? Atau hanya filing gue aja kali ya"Ucap Ando dalam hati. Rasanya dia akan mendapatkan kejutan tak terduga.


Saat sudah sampai di ruangan Raka. Ando masih memikirkan firasatnya itu. Sampailah pintu ruangan tersebut terbuka. Menampakkan seorang wanita yang sangat mereka kenali. Berapa terkejutnya Raka mendapati mantan kekasihnya itu. Rasanya Raka sudah sedikit melupakan Claudia saat hadirnya Krystal di hari-harinya. Rasanya bayangan Krystal selalu muncul di pikiran Raka.


Apa Raka mulai menyukai Krystal.


"Hai, akhirnya ketemu juga, kirain kamu hari ini meeting sama klien, Eh ternyata engga, Syukur lah" Claudia pun mendekati Raka.


"Jaga batasan mu! Ada apa kau kemari? " Ucap Ando geram, dia paling benci kalau bertemu dengan Claudia. Baru saja semalam dia berulah, sekarang ingin berulah lagi.


"Kamu kenapa kemari? " Raka akhirnya bersuara setelah sekian lama diam.


Melihat itu Ando pun melirik kearah Raka. Dia tidak menyangka jika reaksi temannya itu akan begitu.


Firasat Ando benar bahwa akan ada akan terjadi, nyatanya Clau ada di hadapan mereka. Bagaimana kalau Krystal tahu akan hal itu.


"Sebaiknya loe keluar Ndo! Ada yang ingin aku bicarakan kepada Claudia" Raka pun mengusir Ando. Mendengar itu Ando pun terkejut.


"Raka mengusir gue karena si ****** ini! " Geramnya.


"Jaga ucapan loe Ndo! Sebelum gue benar-benar marah" Ancam Raka.


"Ck.Terserah kalian, " Ando pun keluar dari ruangan tersebut dengan ekspresi kesalnya. Dia sangat benci melihat Claudia masih berusaha mendekati temannya itu.

__ADS_1


Dengan susah payah dia membantu Raka dari keterpurukannya. Tapi apa yang dia dapat, Raka kembali ingin menjalin hubungan dengan mantannya itu.


Saat Ando keluar dari ruangan tersebut. Ando melihat Krystal tengah berjalan menuju ruangan Raka dengan membawa secangkir kopi. Ando pun bergegas menghampiri Krystal, dia takut apabila Krystal melihat kejadian itu dia sedih. Biar bagaimanapun Krystal sudah di anggapnya adik sendiri. Krystal adalah orang yang periang dan murah senyum itu yang membuat dia memiliki daya tarik yang kuat.


"Hei,anda mau kemana nona? " Tanyanya kepada Krystal, padahal dia sudah tau kemana arah yang akan Krystal tuju.


"Saya ingin mengantarkan kopi pesanan tuan Raka, tuan" Krystal bingung tidak pernah Ando bertanya seperti itu.


"Apa kamu tidak sibuk? Kalau tidak mari kita kebawah sebentar" Ando pun menarik lengan Krystal. Membawanya turun ke bawah.


"Tapi tuan? Ini kopinya Pak Raka gimana" Krystal sedikit gugup karena dia takut bosnya itu akan memarahi dirinya.


"Tak apa, dia tidak memerlukan itu. Dia sekarang berada di fase harimau. Kalau ada yang masuk nanti di terkamnya" Dusta Ando


"Emang tuan Raka bisa juga PMS Ya tuan?" Tanya Krystal polos.


Ando yang mendengar itu pun tertawa kecil.


"Bisa jadi begitu" Jawabnya.


Mereka pun kini berjalan berdua menuju taman dekat kantor.


...****************...


"Kamu ngapain disini? " Tanya Raka kepada mantan kekasihnya itu.


"Aku rindu, maaf waktu itu aku mutusin kamu" Claudia pun memeluk Raka dari belakang. Mereka pun bicara secara formal. Tak ada lagi kata mesra yang di ucapkan oleh Raka. Rasanya lidah itu kelu untuk mengucapkan itu.


"Tak apa,sekarang aku sudah melupakan semuanya" Raka pun melepaskan tangan Claudia dari pinggangnya. Saat dia melepaskan tangan itu dia melihat dia orang tengah tersenyum gembira. Tertawa tanpa beban. Melihat itu entah mengapa hati Raka seketika terbakar.


"Kamu kenapa kok tumben-tumbenan melepaskan pelukan ku apakah kamu tidak rindu" Claudia merasa sifat Raka berubah karena Raka tidak akan pernah melepaskan pelukan Claudia.


"Tak apa kini kita sudah tidak memiliki hubungan apapun, maka jagalah sikap mu itu." Entah mengapa Raka marah setelah melihat Ando bersama dengan Krystal.

__ADS_1


"Apakah aku cemburu"


__ADS_2