
"Kamu mau kemana? " Raka bertanya kepada Krystal saat mereka bersama-sama keluar dari kamar mereka masing-masing.
"Apa anda lupa tuan? Saya kan masih karyawan tuan di kantor, jadi hari ini saya ingin pergi kerja tuan" Krystal mencoba menjelaskan hal yang tidak masuk akal di fikirannya. Karena mustahil bagi sang suami untuk lupa bahwa Krystal sudah cukup lama bekerja di kantornya.
"Apakah penyakit kamu sudah sembuh? " Tanyanya kepada Krystal.Karena wanita yang di depannya ini sangatlah terlalu polos.
"Belum tuan! Apa tuan sudah membelikan saya obat? " Krystal berharap Raka sudah membelikan obat untuk penyakitnya itu.
"Belum! Tapi ini ada syal untukmu! tutup lukamu itu, kalau teman mu melihat mereka pasti akan merasa jijik dekat kepadamu" Raka mendramatisir ucapannya.
Krystal yang mendengar itu pun lansung menggangguk setuju. Membenarkan apa yang di katakan oleh Raka.
"Apa tidak aneh tuan apabila saya memakai ini?Karena cuaca diluar sangatlah panas tuan?" Krystal mencoba melihat syal itu.
sebenarnya dia sangat bingung harus memakainya atau tidak, tapi kalau tidak di pakai penyakitnya itu akan ketahuan oleh teman sekantornya. setelah lama berfikir akhirnya dia pun memakai syal itu.
"Tuan.Saraoan tuan sudah ada di meja makan, saya berangkat kerja dulu" Krystal pun segera pergi dari rumah menuju kantor.
__ADS_1
"Ya!" Hanya itu yang terucap dari mulut seorang Raka.
Krystal pun keluar dari rumahnya. Saat membuka pintu Krystal berpapasan dengan Ando.
"Udah mau berangkat? " Tanyanya kepada Krystal yang baru saja keluar dari rumahnya.
"Ya tuan, Saya akan berangkat dulu" Krystal pun menunduk.
"Tunggu" Ando mencekal tangan Krystal. Krystal spontan berbalik menghadap Ando.
"Ada apa tuan?" Krystal merasa heran kepada sekretaris suaminya itu.
"Ah, ini tuan! Saya terkena penyakit panu tuan! " Krystal yang menjelaskan penyakitnya itu menyengir malu.
"Panu? Wah sejak kapan seorang istri seorang CEO Besar kena penyakit panu? "Ando merasa terheran mengapa bisa Krystal terkena panu di apartemen temannya itu. Karena barang-barang disana kelewat bagus dan pastinya kualitasnta tidak perlu di ragukan lagi. Tapi mengapa Krystal bisa terkena penyakit itu.
__ADS_1
Dengan rasa penasaran yang masih ada di fikiran Ando. Ando memberanikan diri bertanya kepada gadis polos nan lugu itu.
"Panu? Bagaimana bisa? "Abdo menyelidik raut wajah Krystal yang sedikit bingung itu.
" Ya tuan, Tapi panu itu seperti aneh tuan! Krystal mencoba menjelaskan kepada Ando.
"Aneh? "
"Ya!, Panu itu berwarna kemerahan dan bukan putih tuan, dan anehnya lagi Pak Raka seperti biasa saja mendengar jeritan saya" Krystal menjelaskan secara detail tadi pagi kejadian sebenarnya.
"Ya Tuhan! Makhluk dari peradapan mana yang kau datangkan kepada kami ini! Apa jangan-jangan yang di bilang oleh Krystal adalah... " Ando senyam senyum sendiri. mengambil keputusan yang di duganya itu benar.Tapi memang dugaan Ando sangatlah tepat.
Ando pun melepaskan tangan Krystal dan Krystal yang terburu-buru pun lansung naik di taksi.
"Wah, sepertinya temanku ini sedang berbahagia?" Ando punulai menjahili tamannya itu.
__ADS_1
"Apa maksud Lo. Hah! " Raka yang tidak tau maksud apa-apa itu pun Lansung menatap tajam kearah Ando yang sedang berjalan ke arahnya.