
"a-pa" ucap ku reflek mengebrak meja.
ando pun menatap ku dengan tatapan mematikan.
"ma-af pak saya syok mendengar nya, maksud bapak saya jadi pasangan gitu sama pak raka, " ucap ku mengulangi perkataan sektaris bos nya itu.
"ya" jawab ando singkat padat dan jelas.
"tapi pak, saya nggak punya baju yg bagus pak, apalagi apa yg bapak harap kan dari saya, saya jelek pak," ucap krystal menolak halus ajakan ando
"itu gampang, kamu ikut saya habis ini nggak ada tapi-tapian" ucap ando penuh penekanan karena ando sudah pusing mencari pasangan untuk raka. kepala hampir saja pecah memikir kan ini.
"tapi pak" ucap krystal karena dia tidak yakin jikalau bos nya itu mau bersama dengan dia ke pesta.
"nggak ada tapi-tapian, titik anggap saja ini bentuk balas budi kamu ke saya! " ucap ando dingin. dengan susah payah krystal melelan saliva nya.
"apa pak raka mau ke pesta sama saya pak? " ucap krystal lagi.
"itu urusan saya sama raka, dan kamu akan saya bayar juga nanti nya, " ucap ando lagi.
"ummm baik lah pak saya mau. "
"baik lah habis kan minumann mu sekarang, kamu ikut saya tanpa kata bantahan sedikit pun, " ucap ando lagi.
"baik Pak" hanya kalimat itu yg terucap di mulut krystal. dan dia pun diam seribu bahasa bingung harus bagaimana mana nanti nya.
******
setelah selesai mereka minum dan diselingi makan cemilan. mereka pun bergegas pergi dari kafe tersebut.
mobil ando pun melesat pergi dari kafe tersebut. pergi ke tempat tujuan nya saat ini. di salon itu la tujuan nya.
didalam mobil tak ada satupun yg berani berbicara. sampai lah ando yg mulai pembicaraan.
__ADS_1
"maaf sudah merepot kan kamu, saya juga terpaksa harus melakukan ini, karena bos itu sangat lah pemilih terhadap wanita. "ucap ando.
" iya Pak"hanya itu lah yg krystal ucap kan. "kalau pemilih ngapain coba pilih gue, padahal banyak wanita yg lebih cantik dari gue, " ucap krystal dalam hati.
sampai mereka ke sebuah salon yg elit dan super mewah. dan datang lah dari dalam pria jadi-jadian keluar.
"eh bos, ngapain ke sini, dimana raka bos? " ucap arin banci tersebut.
"raka nggak ada, loe bisa nggak dandanin gadis ini sebagus mungkin, soal nya kami mau pergi ke pesta dansa, " ucap raka kepada arin.
"tentu saja bisa dong bos apasih yg nggak, " dan arin pun menoleh kepada ku. "wah cantik nya pacar bos, ini mah di permak dikit aja udah keluar aura nya." ucap nya sambil melirik manis terhadap ku.
"kamu urus dia, saya menunggu disini," ucap ando
"ayuk masuk beb, kita menghilang kan penat sedikit, biar makin glowing, " ucap nya sambil menarik tangan ku. ku balas dengan senyuman kikuk.
setelah hampir memakan waktu 3 jam aku pun selesai di dandani. dan memakai pakaian yg di belikan ando.
aku pun keluar dari tempat berganti pakaian dan memperlihatkan kan nya kepada ando.
ando yg melihat krystal pun terkejut dengan apa yg sedang di lihat nya. terpana sampai mata nya tak sanggup berkedip sekali pun.
"gila gue nggak bakal salah pilih ni cewek ternyata cantik ya?, nggak bakal nyesel raka dengan hasil kerja keras gue" ucap nya sambil melihat krystal yg tampak lebih cantik memakai gaun putih. sederhana tapi tampak mewah tersebut.
krystal setelah di dandani dan siap pergi ke pesta.
******
di tempat lain raka terus mondar-mandir di ruangan nya.
"kemana aja sih ando telfon dari gue, nggak di angkat, awas saja ya kalau gue ketemu, habis dia!" ucap raka geram bukan karena tidak dapat ke pesta tapi yg membuat geram raka adalah mantan nya lun menghadiri acara tersebut. di situ lah raka gelisah di sisi lain dia harus menunjukkan kepada mantan nya bahwa dia sudah moveon. tapi tak ada satu pun wanita yg bisa mendampingi dia ke pesta.
__ADS_1
seketika telfon raka pun berbunyi. trying, tring,tring,
ho raka pun berdering seketika raka melihat siapa yg menelfon dia tersebut.
. "akhirnya loe nelfon juga ya? " ucap raka karena yg sedang menelfon dia adalah ando.
dengan secepat kilat raka mengangkat telefon dari teman nya itu.
"loe dari mana aja ha! loe tinggalin gue sendiri ke kantor, loe apa gue sih bos nya," ucap raka penuh dengan amarah tersebut.
"santai bro santai loe mau nggak lihat kejutan yg gue kasih, loe pasti penasaran kan, " ucap ando.
"emang apaan ha! loe punya hadiah apa,? yg bisa buat gue senang, " ucap raka dengan nada sedikit mengejek.
"tenang aja loe datang ke sini dulu, kalau mau lihat apa kejutan nya, " ucap ando dengan senang.
"sharelock sekarang gue pengen kihat, apa hadiah yg loe kasih, kalau bisa nyenengin gue, gue nggak bakal marah sama loe, "ucap raka penuh ancaman.
" loe tenang aja loe bakal puas dengan hadiah gue, ucap ando karena dia tau teman nya bakalan suka.
karena dari yg dia lihat di sosmed bahasa Claudia akan menghadiri acara tersebut. dia sangat lah tau kepada teman nya tersebut. dia paling anti di anggap remeh. maka dari itu untung dia dapat bidadari cantik kayak krystal begini kalau enggak teman nya bakal menghabisi dia malam ini.
raka pun bergegas pergi ke tepat yg di bilang oleh ando tersebut. kenapa firasat nya mengatakan bahwa yg akan di hadapi nya adalah kebahagiaan. raka pun bergegas mengendarai mobil saat sesampai di tempat yg di kirim ando. raka pun keluar dari mobil
"apa yg loe bilang jangan sampai loe ngecewain gue" ucap raka sampai ke tempat tersebut yg tidak lain adalah kafe. tempat mereka bertemu.
manik mata raka pun melirik wanita yg ada tepat di belakang ando. tapi tidak jelas karena tertutup badan ando.
"loe pasti suka sama hadiah gue" ando pun menggeser badan nya. dan nampak la krystal yg memakai gaun putih yg sangat cantik. untu k sekilas raka terpana melihat wajah cantik yg di poles tipis tersebut. sampai dia tidak mengenali siapa wanita yg ada di hadapan nya tersebut.
"siapa wanita yg loe bawa, dan untuk apa loe bilang hadiah buat gue, " ucap raka yg masih melirik ke arah krystal.
krystal pun menunduk malu karena terus di perhatikan.
__ADS_1
"loe pasti suka kan" ucap ando senang.