RAKA DAN KRYSTAL

RAKA DAN KRYSTAL
Tidur Bersama Atau?


__ADS_3

Krystal pun berteriak sekencang-kencangnya.


"Lo apaan sih? Kenapa teriak-teriak nggak jelas gitu" Omel Raka kepada istrinya.


Sambil meraba-raba mencari keberadaan Krystal.


"Tu-an" Panggilnya terbata-bata. Krystal adalah orang yang sangat penakut dengan gelap.


"Saya disini! Kamu kamana? " Raka pun mencari-cari Krystal dengan keadaan yang gelap gulita. Karena Raka tidak tahu keberadaan handphonenya dimana.


Selang beberapa menit akhirnya Raka dapat menemukan Krystal. Secepat kilat di rengkuhnya tubuh mungil sang istri tersebut.


"Kamu nggak apa-apa kan?" Tanyanya kepada Krystal. Tapi sang empunya enggan menjawab. Krystal memilih untuk dia.. Raka mendengarkan isak tangis dari Krystal itu terkejut.


"Saya takut tuan hiksss" Krystal menangis sejadi-jadinya.


"Sudah! Jangan nangis lagi" Raka mencoba untuk menghibur Krystal.


Tiba-tiba langit pun mendung dan turun hujan dengan sangat derasnya.Di sertai petir yang menggelegar. Krystal yang mendengar itu pun semakin takut.Tanpa terasa dia semakin mempererat pelukanya di dalam dekapan sang suaminya itu.


"Kalau modus bilang? " Goda Raka dengan nada yang sedikit bercanda.


"Maaf tuan!" Krystal pun melepaskan pelukannya. Tapi secepat kilat di tarik lagi oleh Raka. Alhasil mereka kembali berpelukan lagi. Tapi tanpa sengaja bibir Krystal mencium leher sang suami.


"Gue kenapa? Rasanya jantung gue, seperti mau keluar deh? " Krystal yang mencium suaminya itu pun lansung terdiam. Mematung.


"Wah, kayaknya saya benar-benar di goda tsaat ini" Raka semakin mempererat pelukannya.



"Ya Tuhan. Sejak kapan bos yang dingin seperti ini, berubah menjadi tengil?" Krystal sungguh kesal tapi hanya mampu lewat hati melawan suaminya itu.



"Tidak tuan! Saya tidak berani" Krystal pun segera melepaskan pelukannya. Tetapi tiba-tiba suara petir sangatlah lantang. Alhasil Krystal kembali memeluk suaminya itu.

__ADS_1



Raka hanya dapat menahan senyumannya. Krystal sangatlah malu karena kembali memeluk suaminya itu.


Cukup lama mereka berada di posisi saat ini sampai Raka melepaskan pelukannya.


"Kamu tidur dengan saya malam ini! Ucapnya tanpa melirik kearah Krystal " APA.. TU... AN.... "Krystal sangatlah terkejut mendengar ucapan Raka.


uTidur berdua. Sangatlah tidak mungkin bagi seorang Krystal.


" Ta-.. Pi tuan, tuan sudah berjanjikan bahwa kita tidak akan"Krystal pun tidak berani mencoba melanjutkan kalimat itu. Dia kembali mengingat kejadian masa lalu itu dengan Raka.


"Wah, Jangan ge-er kamu ya! Memang saya tertarik dengan bodi badan triplek seperti kamu"


"Iya tuan" Hanya kalimat itu yang dapat keluar dari mulut Krystal. Krystal hanya dapat terdiam dan tidak dapat melawan. Karena di rasanya percuma. Tuannya itu punya segala cara untuk menutup mulutnya.



"Siapa juga yang kege-eran, Huh suami tengil" Ucapnya tapi hanya mampu dalam hati.



Raka pun mendekati Krystal serata berbisik tepat di ketelinga istrinya itu.


"Atau.. Melanjutkan apa yang sempat kamu pikirkan itu" Ucapnya tersenyum miring dan mulai menjauh meninggalkan Krystal sendiri.


BLUSHHHH ..


Wajah Krystal sekarang bak kepiting rebus menahan malu mendengar ucapan suaminya itu.


"Dasar playboy cap sendok bengkok" Krystal pun mengikuti langkah Raka. Karena saat ini tidak ada penerangan sama sekali.


"Kamu sekarang pegang tangan saya atau kamu nanti di pegang sama mbak-mbak putih yang biasa nongkrong di pohon kelapa" Raka pun kembali menggoda istrinya itu.


Krystal yang mendengar itu pun langsung melototkan mata takut dan spontan memegang lengan Raka secara kuat seakan takut untuk melepaskannya. Raka yang melihat tingkah polos istrinya itu pun berusaha untuk tidak tertawa.Karena melihat betapa lucunya sikap sang istri tersebut.

__ADS_1


Mereka pun berjalan secara beriringan. Krystal masih saja memeluk lengan suaminya itu tanpa mau melepaskannya sedikit pun.


Raka merasa sangatlah bahagia karena melihat tingkah lucu istri kecilnya itu. Ada kesan yang mendalam yang tidak dapat Raka ucapkan dengan kata-kata.


Sampailah mereka ke kamar utama di apartemen itu. Krystal yang baru pertama kali masuk di kamar suaminya itu pun merasakan aura yang berbeda dengan kamarnya disebelah kamar utama itu. Memang Kamar tidur mereka terpisah ada dua kamar di apartemen milik Raka "Tunggu sebentar saya ingin mencari HP saya dulu" Raka pun melepaskan tangan Krystal melingkar lengannya itu. Dia harus mencari HP untuk melihat senter agar mereka dapat mencari keberadaan lilin di rumahnya itu.


Krystal hanya bisa terpaku sambil menunggu Raka mencari handphonenya.


Selang beberapa waktu muncullah Raka dengan lilin yang ada di pegangnya itu.


"Maaf saya agak lama! Tadi saya sedang menelfon Ando, Andi bilang kemungkinan ada angin kencang malam ini, Sebaiknya kita memang harus tidur berdua, Saya takut nanti kamu kenapa-kenapa lagi" Raka menceritakan panjang lebar apa yang di katakan Andi kepadanya tadi.


Hanya di balas anggukan oleh Krystal. Krystal sangatlah lelah hanya untuk sekedar berdebat dengan tuannya itu. Dia hanya ingin istirahat. Rasanya badannya pegal semua dan segera ingin tidur saja.


Mereka pun menuju tempat tidur Raka tapi Krystal menuju sofa di sebelah tempat tidur Raka.


Raka yang melihat Krystal ingin tidur di tempat yang berbeda dengannya itu pun melotot tajam.


"Siapa yang mengizinkan kamu tidur disana." Raka merasa sedikit geram dengan tingkah istrinya itu.


"Habis itu Saya harus tidur dimana tuan?" Krystal yang bingung dengan ucapan suaminya itu pun terheran.


"Gue harus tidur dimana? Di ranjang? Rasanya nggak mungkin deh yang ada gue bakal di jual sama tuan muda yang songong itu!" Krystal masih menatap bingung ke arah suaminya itu.


"Tidur disini dekat saya! Atau saya yang akan kesana! Kalau saya kesana dan menggendong kamu untuk tidur disini, saya akan meminta gak saya sebagai suami" Raka lansung merasa jengkel kepada istrinya itu.


Krystal yang mendengar itu pun lansung membulatkan mata dan lansung bergerak kearah suaminya itu.


"Nah gitu dong! Kamu harus nurut sama saya" Raka pun tersenyum miring merasa dapat mengelabui sikap polos sang istri.


Krystal yang mendengar itu pun merasa gelisah karena dia tidak pernah tidur dengan seorang pria asing. Walaupun Raka sudah sah menjadi suaminya tapi rasanya masih canggung sekali bila harus tidur bersama.


Krystal mencoba memejamkan matanya. Tetapi matanya itu sama sekali tidak bisa di ajak kompromi sedikit pun. Matanya enggan sekali untuk terpejam. Mungkin karena ini pertama kali dia tidur dengan seorang pria. Rasanya sangatlah canggung apabila tidur bersama.


"Kenapa ni mata kok nggak bisa di ajak kompromi coba" Krystal pun dengan secepat kilat mencoba memejamkan matanya. Lambat laun mata itu pun berubah menjadi satu dan Krystal pun sekarang tidur dengan pulasnya.

__ADS_1


__ADS_2