RAKA DAN KRYSTAL

RAKA DAN KRYSTAL
Sifat Ganda Raka.


__ADS_3

"Terserah! Kamu mau memanggilnya apapun itu terserah! Tapi tidak untuk sebutan Kakak! " Kesalnya.


"Ya Allah! Gue harus gimana coba? Kayaknya gue punya suami sifatnya ganda deh! Berubah-ubah" Kesal Krystal dalam hati. Dia bingung harus bagaimana menanggapi Atasannya itu.


"Saya harus bilang ap....Mmmmpphhtt" Bibir Krystal di bungkam oleh bibir Raka.


Cukup lama Raka mencium Krystal. Sampai dirasanya puas. Dia pun melepaskan pangutan bibirnya. Krystal yang kaget dengan ciuman memdadak itu pun mengambil nafas.Terengah-engah.


"Itu balasan kamu. Karena tidak menuruti Saya! "


"Tapi tu-. " Belum sempat Krystal melanjutkan protesnya. Raka sudah memotong pembicaraannya.


"Kalau kamu masih ngebantah. Saya akan mencium kamu lagi! Bahkan lebih dari itu." Ancam Raka.


"Mendengar itu, Mulut Krystal lansung tertutup rapat. Tidak berani berucap satu patah kata pun.


" Sekarang kamu boleh keluar! "Usir Raka.


Krystal pun pergi tapi bibirnya menunjukkan protes tapi enggan untuk terucap. Dan Krystal pun membalikkan Badan. Keluar dari ruangan bosnya itu.


Ando yang keluar dari ruangannya itu. Melihat Krystal mendumel tak jelas. Ingin bertanya taoi di Urungkannya karena dia harus membahas proyek dengan Raka.


"Kenapa lagi sih mereka? Kayaknya ini ulah Raka deh" Ando melihat tingkah laku Krystal hanya geleng-geleng kepala.


"Semoga saja kamu bisa merubah Raka ya? " Ucapnya dalam hati. Karena entah mengapa Ando sangat yakin bahwa Krystal bisa merubah sifat atasannya itu.


Di dalam ruangan kebesarannya itu. Raka terus memegang bibirnya. Tersenyum puas. Dia yang tadi badmood sekarang seperti ada magnet yang memberinya kekuatan.


Ando yang masuk ke ruangan Raka pun heran melihat tingkah laku bosnya itu. "Ni! Anak kenapa? Kok kayak orang kesambet senyam senyum sendiri" Ando geleng-geleng kepala heran. Tadi Krystal mendumel tak jelas. Eh malah Atasannya itu senyum nggak jelas.


"Ekhem" Ando berdehem tapi tak di hiraukan oleh Raka. Raka masih memikirkan ciuman tadi. Bibir Krystal seperti candu bagi Raka.


"Manis! " Satu kata akhirnya lolos dari mulut Raka.


"Manis? Siapa yang loe maksud manis ka? " Ucap Ando bingung.


Seketika Raka sadar dan kembali ke posisi dingin.


"Ekhem" Raka berusaha mengusir rasa canggungnya karena kepergok menghayal oleh teman sekaligus bawahannya itu.

__ADS_1


"Ingat batasan mu di kantor Ando!" Raka berusaha untuk tidak gugup.


"Ya Tuan! Saya minta maaf sudah lancang!"


"Baguslah Kalau kamu sadar,Dan apa yang membuat mu kemari? " Raka masih sedikit gugup. Melihat itu Ando pun tersenyum berusaha menahan tawanya.


"Apa yang membuat anda gugup Tuan? "


"Tidak ada! Mengapa kau menanyakan hal yang tidak penting! Aku menanyakan hal lain, kau menjawab apa!" Raka kini sudah bisa mengontrol emosinya jadi tak gugup lagi.


"Oh.Maafkan saya Tuan. Saya hanya menanyakan perihal rapat yang di adakan di bandung minggu depan Tuan, Dan sekaligus penginapan yang cocok buat kita Tuan" Jawab Ando menerangkan hal tersebut. Mereka akan ke bandung minggu depan. Tapi entah mengapa rasanya sedikit tidak rela bila harus berpisah dengan Krystal. Ada rasa gelisah yang membuat Raka serba salah.


Melihat itu Ando pun Tersenyum kecut. Difikiran Ando Raka gelisah. Memikirkan Claudia karena temannya. Dulu saat seperti ini Raka terlihat gelisah saat akan berjauhan dengan Claudia, kekasihnya itu.


"Apa aku akan membawanya? Tapi apa alasan ku untuk membawanya? " Raka masih saja gelisah. Bingung Harus membawa Krystal atau tidak. Kalau dibawa apa alasannya, Kalau tidak di bawa mengapa rasanya tidak rela saja.


Raka bingung akan sikapnya dengan Krystal. Apakah dia jatuh cinta pada gadis barbar itu Tapi tidak mungkin!. Dihatinya hanya ada Claudia, tidak mungkin secepat itu dia melupakan Claudia yang sudah menjalani hubungan dengan dia selama 7 tahun lamanya.


"Apa yang membuat anda gelisah Tuan? " Tanya Ando ingin tau isi fikiran atasannya itu.


"Tak apa? Aku hanya gelisah, Nanti siapa yang akan mengurus si barbar itu, kalau aku tidak ada? " Raka akhirnya bertanya juga dengan Ando.


Ando mengerutkan kening bingung. Siapa yang di maksud oleh sahabatnya itu. Si barbar! Siapakah itu? Kalau Claudia tidak mungkin karena sifat Claudia sangatlah dewasa dan tidak barbar?. Lalu!. Apa mungkin yang di maksud Raka adalah Krystal. Istrinya sendiri.


Sontak Ando yang mendengar itu pun mengembangkan senyum sempurna.


Dia tidak menyangka bahwa atasannya memikirkan Krystal bukan Claudia. Apakah sekarang Krystal sudah menggantikan posisi Claudia di Hati Raka.


Ini adalah sebuah berita yang bagus.


"Gue kan mentraktir loe,Es cream yang banyak tal, Gue harus banyak-banyak Terimakasih kepada loe tal".


Ando pun senyum sendiri.


" Hai!. Aku meminta pendapatmu bukan senyumanmu yang jelek itu"Raka kesal karena merasa di kacangin oleh bawahannya sendiri.


"Maaf tuan!. Saya tadi melamun"


"Jawab saya! Saya harus gimana? Apa saya akan meninggalkan so barbar itu?"

__ADS_1


"Sebaiknya tidak tuan, Karena perjalanan kita kali ini memakan waktu 1 minggu lamanya!, Apa tuan akan betah apabila tidak merasa kopi buatan Krystal tuan" Usul Ando dengan liciknya.


"Ya! Sebaiknya begitu!, Kamu atur saja gimana caranya biar dia mau ikut dengan kita!" Raka merasa senang mendengarnya.


"Dan kamu. Jaga batasan mu, dia itu istriku!"


Secara tidak sadar Raka sudah menganggap Krystal sebagai istrinya.


Mendengar itu rasanya Ando mendapatkan jackpot.


...****************...


"Dia kenapa sih? Kesambet apaan coba main cium aja! " Krystal masih saja lesak dengan tindakan bosnya itu. Memang Raka adalah suami Krystal. Tapi tidak harus semena-mena.


"Coba aja pakai izin kan gue bakal kasih sesuka hati gue! "


"Eh kok sesuka hati! Akkhh sudahlah membuat ku repot saja! "


"Dasar brengsek" Makinya tanpa henti. semakin mengingat ciuman tadi semakin membuatnya kesal.


"Loe kenapa? Kok cemberut gitu sih? Jelek tau! " Ucap pandu meledek Krystal.


"Biarlah, Gue lagi kesel aja!" Jawab Krystal asal.


"Kesal kenapa? Ngga dapat jatah makanan gratis ya? Makanya manyun gitu? " Ucapnya meledek Krystal lagi.


"Ya! Jatah gue diambil sama loe? " Jawabnya asal lagi.


"Ya maafin, gue lapar banget soalnya, Maaf ya! "Pandu tulus meminta maaf kepada Krystal. Krystal mendelik mendenganya. Untung dia sudah makan dengan Kak Ando.


Ingat sebutan itu. Krystal jadi geram sendiri.


" Ya nggak apa-apa kok, tapi lain kali traktir gue seblak ya"Candanya.


"Tenang aja loe! Bahkan gerobaknya aja gue beliin" Pandu pun sedikit pamer.


"Sok loe! " Mereka pun tertawa bersama-sama. Sejenak Krystal lupa akan masalah tadi.


Tak terasa sore pun menjelang. Waktunya semua karyawan pulang. Tak terkecuali Krystal dan Pandu.

__ADS_1


"Yuk pulang bareng gue"


"Nggak deh Ndu! Lain kali aja ya"Tolak Krystal secara halus.


__ADS_2