
"Bukan buat gue, Tapi..."
"Tapi siapa? " Ando bertanya-tanya dalam harinya. Di rasanya temannya ini baik-baik saja, tapi entah kenapa Raka yang tidak pernah ke apotek itu pun segera pergi ke apotek.
"Mending kita ke dokter aja ya? " Bujuk Ando agar Raka mau di periksa.
"Gue ngga sakit Ndo!"
"Lah, terus ke apotek mau ngapain? Beli testpack?"
Ando pun mendapatkan pukulan di keningnya. Tok..
"Sakit Ka?" Ando pun meloloskan mata kearah Raka.
"Sekarang sudah makin berani ya! Jangan panggil gue dengan sebutan nama, panggil Gue dengan embel-embel Tuan, Mengerti!" Kali ini Ando mendapatkan pelototan lebih tajam.
Ando pun memutar mata malas, Temannya yang satu ini adalah seorang gengsi tingkat dewa.
"Bisa-bisa gue cepet tua deh, kalau berdekatan dengan si dingin ini!" Ando berbicara setengah berbisik tapi cukup jelas didengar Raka.
"Apa kamu bilang?"
"Tidak Tuan Raka, yang ganteng kan lucu" Ando pun memasang senyum yang terpaksa.
__ADS_1
Raka yang melihat kelakuan temannya itu pun tersenyum lucu mengingat seseorang sama persis dengan sifat Ando.
"Ko tiba-tiba Gue jadi kangen ya!" batinnya.
Ando yang melirik kesamping itu pun ikut juga tersenyum.
"Semoga Lo bisa ngubah sifatnya ya Tal," Batinnya.
*****
"Pokoknya gue harus dapertin Raka lagi! "
" lagi" Claudia lagi ini emosi.Karena kemarin malam melihat Erik bersama wanita malam ke sebuah hotel.
"Aaaahhhhh aahhhh aaaahhhh, Sayang ayo lebih kuat lagi, " Teriak wanita itu. ******* kenikmatan terdengar sampai di telinga Clau. Membuat Wanita 24 tahun itu marah besar.
"Bedebah! Sialan! Gue sampai rela ninggalin Raka demi dia, dan Bapak Angkat Gue itu selalu meras Gue, Gue nggak akan bakalan tinggal diam! Lo harus membayar semua yang bakalan gue miliki" Claudia saat ini benar-benar marah.
Brakk. Suara derit pintu kamar hotel itu pun terbuka. menampakkan dia pasangan yang tengah memadu cinta itu pun menoleh ke sumber suara.
"Bedebah! Sialan"
Plakkk. Sebuah tamparan mendarat mulut ke wajah erik yang tampan itu.
__ADS_1
Erik yang mendapatkan tamparan itu pun hanya tersenyum.
"Kenapa?" Dengan santainya dia memakai pakaiannya di depan dia perempuan yang ada di kamar hotel itu.
Wanita yang masih dengan keadaan telanjang itu pun menganga terkejut. Tapi dengan cepat dia sadar dan lansung memakai pakaiannya juga. Dia berlari kecil mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai. Sebelum kedua orang itu menyadarinya. Dengan secepat kilat dia memakai pakaiannya.
"Lo.... " Telunjuk Claudia mengarah kearah Erik. Dengan senyum yang sama Erik masih menatap Clau dengan santai. Seolah tidak terjadi Apa-apa.
"Gue rela ninggalin Raka demi bajingan kayak Lo"
"Halah, Lo nggak usah munak deh, Lo itu hanya bekas Ayah angkat Lo tau nggak, Jadi Lo nggak mau kan, kalau orang-orang tau kalau Lo itu ada main sama ayah angkat Lo! " Erik menatap dengan tatapan jijik dengan Claudia.
Claudia pun harus menahan semuanya. Dia tidak bisa berkutik saat ini. Dia pernah kepergok berhubungan badan dengan Ayah angkatnya. Jadi Claudia tidak bisa berkutik.
, "Hayoo, lah sayang, jangan ngambek gitu dong!" Erik merengkuh pinggang Claudia dan mencium bibir Claudia dengan buas. Sesaat Claudia lupa dengan apa yang di lihatnya tadi.
"Lo jangan marah lagi ya! Gimana kalau kita main bertiga! " Ando menaik turunkan alisnya. meminta persetujuan dia wanita yang ada di depannya. Sarah, wanita malam itu hanya mengangguk senang. Tapi Clau tampak sedikit berfikir dan tak lama dia pun menggangguk setuju.
"Awas aja Lo Rik, Gue bakalan balas ini semua" Batinnya. Claudia pun mencium bibir Erik.
Erik yang mendapatkan dia wanita sekaligus itu pun tersenyum girang. Dan malam itu di tengah hujan dan badai itu pun. Dikamar hotel itu hanyalah suara ******* yang ada di kamar itu. Betapa nikmatnya dalam hidup Erik baru kali ini dia main bertiga dengan dua wanita seksi.
Setelah keluar dari hotel tersebut Claudia lun mengamuk di kamarnya.
__ADS_1
"Pokoknya gue harus dapertin Raka lagi! " Dengan senyuman liciknya itu Claudia pun menyusun rencana yang siapapun tidak tahu apa yang tengah di rencanakan oleh wanita itu.