
Raka sangat menyesali perbuatannya. Tak tahu apa yang harus dibuat. Raka pun menelfon Ando.
"Ndo, loe harus tolongin gue! " Ucap Raka cemas.
"Loe kenapa? "Tanya Ando kepada Raka, Dalam suaranya itu tampak cemas.
" Gue.. Gue.. Memperkosa seorang wanita, "Ucapnya lirih.
Ando yang mendengar itu pun spontan terkejut. Dan tanpa sadar membentak bosnya
" Loe apaan sih Ka, Loe gila ya cewek mana yang loe perkosa ha?"Ucap Ando meninggi.
"Gue minta pendapat loe! Bukan marahan loe! Jaga batasan loe Ndo! " Ucap Raka marah.
"Eh maaf gue emosi, Terus cewek itu siapa? Loe kan udah mau nikah? Kalau sampai Krystal tahu gimana, Kan berabe?".Rentetan pertanyaan terlontar di mulut Ando.
" Gue harus jawab yang mana dulu bodoh, Pertanyaan mu itu sangat lah banyak, "Ucap Raka ketus.
" Gue memperkosa calon istri gue sendiri."Ucap nya sedih.
"Ap-pa? Loe nggak bohong kan? Seriusan loe Ka" Ucap Ando syok.
Raka pun mematikan telefon secara sepihak. Dia benci temannya itu. Bukannya memberi solusi. Malah marah-marah nggak jelas.
Raka duduk termenung di samping Krystal.Dia tidak tahu harus berbuat apa. Sampai lah Krystal sadar dari tidur nya.
"Saya ada dimana? Kenapa badan saya rasanya sangat sakit." Ucapnya belum sepenuhnya sadar.
"Kamu sudah sadar, Syukurlah, Apa kamu mau pulang" Ucap Raka lembut.
Krystal tentu saja kaget. Ingatannya tentang tadi pun bermunculan. Seketika Krystal memberi jarak antara dia dan Raka.
"Maafkan kesalahan saya, Saya tahu saya salah, Izin kan saya menebus segala perbuatan saya" Ucap Raka sedih. Ya memang dia sangat menyesal telah melakukan hal nekat seperti itu. Semoga saja calon istrinya itu memakluminya.
Lama Krystal terdiam memikirkan semuanya. Ya dia memang masih trauma terhadap Raka. Mau marah rasanya tidak bisa. Ada perasaan iba kepada calon suaminya itu.
Termenung melihat Raka yang penuh penyesalan itu pun sedikit merasa iba. Krystal pun menghembuskan nafas panjang.
__ADS_1
"Sudah lah tuan, Saya tidak apa-apa" Ucap Krystal kepada Raka.
"Maaf kan kesalahan saya, Saya akan menanggung konsekuensinya" Jawab nya penuh wibawa.
Krystal hanya diam tidak menanggapi apa yang di bilang oleh Raka.Sebenarnya hatinya sangatlah sakit.Kalau mengingat kejadian keji tersebut. Trauma masih ada di rasakannya. Melihat Krystal yg terus menunduk ada rasa tak enak hati yang di rasakan oleh Raka.
Raka akhirnya membuka suara.
"Sudah lah! Ayo pulang ini sudah larut, Dan pakailah pakaianmu dulu, Setelah itu kamu saya antar pulang! " Ucap Raka akhirnya.
"Ingat sampai hari H kamu tidak boleh kemana-mana! , Dan saya akan keluar, Kamu bergantilah pakaian" Ucap Raka keluar dari ruangannya.
...****************...
Tak terasa hari PERNIKAHAN mereka telah tiba. Tak banyak tamu yang datang. Hanya para kolega yang keluarga saja yang di undangnya.
"Apakah kamu sudah siap nak? " Tanya Mama Ningrum kepada ku.
"InsyaAllah Ma, Saya siap" Ucap ku sedikit gugup.
"Kalau gugup itu hal biasa sayang, Kamu harus semangat ya! Sini mana senyumannya" Ucap Ningrum kepada Krystal .Biar calon menantunya itu tidaklah gugup.
Di tempat lain dia orang pemuda tengah asyik mengobrol.
"Akhirnya Ka, Loe nikah juga, Walaupun karena terpaksa" Ucap Ando.
"Gue kasihan sama gadis itu Ndo, Kayak nggak tega buat nyakitin dia, Rasanya gue pengen lari deh dari pernikahan ini" Ucap Raka serius.
"Loe gila ya? Bukan nya malah buat loe kayak pengecut tau nggak, " Jawab Andi jengkel.
"Tapi rasanya gue kayak nggak tega aja lihat mukanya yang lugu itu" Ucap Raka lirih.
"Kalau loe memang kasihan sama dia! , Loe perhatanin! Bukan malah loe tinggal gitu aja, Itu bakal buat dia benci sama loe yang ada Ka? " Ucap Ando menasehati temannya itu.
Ya semenjak kejadian itu Raka sering melamun. Merutuki sifatnya yang sudah keterlaluan, Kepada Krystal. Itulah yang membuat dia tak enak hati untuk menyakiti lebih dalam lagi.
"Tapi kalau gue kabur dari sini, Yang ada gue makin di benci, Iya kalau dia nggak hamil, Kalau hamil gimana? " Ucap Raka bingung.
__ADS_1
Setelah pemikiran yang panjang. Akhirnya Raka pun memilih untuk menikahi Krystal. Karena Raka pun tidak tega bila tidak bertanggungjawab atas apa yang telah di perbuatnya.
Raka yang tengah duduk di pelaminan pun menunggu Krystal untuk turun. Tak lama kemudian turunlah seorang wanita memakai kebaya berwarna putih.Digiringi oleh Ibunda tercinta nya.
Raka yang melihat ke arah Krystal pun sempat terpesona melihat calon istrinya sangatlah cantik memakai kebaya itu.
"Seminggu tak melihatnya, Rasanya dia makin cantik aja" Ucap Raka dalam hati.
"Nanti aja terpesonanya,Di dalam kamar aja , Disini banyak orang loh" Ucap Ando sambil berbisik di telinga Raka.
"Apaan sih nggak kelas banget" Ucap Raka malu-malu kepergok temannya tengah terlesona kepada kecantikan calon istrinya itu.
"Atau gue aja ya yg nikah sama Krystal kayak nya seru deh" Ucap Ando sambil mengoda temannya itu.
"Mau loe, Gue penggal ha, " Ucap Raka ketus.
"Cie yang cemburu" Ando kembali menggoda Raka.
Ando pun mendapat jitakan di kepalanya.
Acaranya pun di mulai dan Pak Penghulu memberi kata sambutan terlebih dahulu.
"Apakah semuanya sudah siap, Mari kita mulai acaranya, " Kata Pak Penghulu tersebut.
Acara pun berlangsung dengan satu tarikan nafas. Raka mengucapkannya kini mereka sudah sah menjadi sepasang Suami-Istri.
"Silahkan! mempelai wanita mencium tangan suaminya. Di lanjut suami mencium kening istrinya" Ucap kata Penghulu itu.
Krystal yang mendengar itu pun takut untuk mencium punggung suaminya itu. Dengan tangan yang bergetar. Dia mendekati tangan suaminya itu.
"Nggak apa-apa kok, Kamu nggak bakal saya marah" Ucap Raka sambil berbisik di telinga Krystal. Seketika telinga Krystal memerah malu, Karena banyak pasang mata yang melihatnya.
Cukup lama akhirnya Krystal pun mencium punggung tangan suaminya itu. Setelah selesai dilanjutkan dengan Raka yang mencium kening Krystal lama sekali. Tanpa sadar air mata Krystal gugur di pelupuk matanya.
Dia tak menyangka bakalan nikah di usianya yang masih sangatlah muda, Dan lebih tak menyangka lagi dia harus menikah dengan bos di perusahaannya bekerja.
"Semoga saja pilihan ku kali ini tidak salah" Ucapku dalam hati.
__ADS_1
Setelah acara ijab kabul selesai mereka melanjutkan acara resepsi. Memang tidaklah mewah tapi cukup ramai tamu yang hadir di acara kali ini.
saat sedang bersalam-salaman Raka mendapatkan telefon dari seseorang. Dengan wajah yang serius.