
"Loe kenapa sih? Kok nggak pernah mau gue antar pulang?" Pandu merasa jengkel. Karena Krystal tidak pernah mau pulang bersama dengan dia. Tapi disisi lain dia penasaran.
"Kenapa sih? Akhir-akhir ini Krystal nggak mau gue anterin?" Pikir Pandu dalam hati.
"Loe emang pindah kossan ya? " Tanyanya.
"Iya ndu! Makanya gue nggak mau ngerepotin Lo" Krystal takut kalau Pandu sampai memaksa dia untuk pulang bersama.
"Nggak asik Lo? " Pandu kesal dan pulang sendiri.
Saat tengah sibuk menunggu taxi. Sebuah mobil berhenti tepat di hadapan Krystal. Mobil itu tidak lain adalah mobil suaminya sendiri. Raka.
"Ayo masuk! " Ando yang tengah menyupir itu pun membuka kaca mobil untuk Krystal.
"Nggak apa-apa, Saya bisa menunggu taxi disini tuan!" Krystal ingat dengan pesan Raka bahwa dia tidak boleh menanggil Ando dengan sebutan kakak.
"Kok tuan lagi sih? Kan saya sudah bilang panggil saya kakak!" Ando heran mengapa Krystal memanggilnya lagi dengan sebutan tuan. Padahal dia sudah memberitahukan kepada Krystal bahwa dia tidak pantas di panggil dengan sebutan tuan.
"An.. Nu.. " Krystal menjeda kalimatnya. Dia takut jika didalam mobil ada suaminya itu.
Ternyata betul dugaan Krystal bahwa didalam mobil ada suaminya.
Raka membuka kaca jendela di belakang, ntah mengapa rasanya hari ini dia kepengen duduk di belakang. Biasanya dia selalu duduk di samping Ando.
"Masuk! " Ucapnya dingin.
Krystal yang melihat Raka itu pun seketika nyalinya menciut.Krystal pun masuk di dalam mobil atasannya itu.
"Tunggu dulu! " Ando menyuruh Krystal untuk berhenti membuka pintu mobil.
Ando pun menghampiri Krystal dan membukakan Krystal pintu mobil di samping kemudi. Belum sempat dia masuk lagi-lagi Raka menyuruhnya berhenti.
"Siapa yang menyuruh kamu duduk disana!Suami kamu saya apa dia! " Suara lantang Raka menggema di dalam mobil.
Krystal merasa heran dengan atasannya itu. dan mau tidak mau akhirnya Krystal masuk di kursi belakang dengan wajah yang cemberut.
Ando yang melihat itu pun tersenyum geli menahan tawa. Ternyata Raka bisa juga cemburu terhadap gadis Bar-Barnya itu.
"Kenapa kamu memasang wajah seperti itu! " Ucap Raka ketus.
__ADS_1
"Tidak tuan"
"Kamu tidak suka satu mobil sama saya! " Ucapnya dingin.
"Tidak pak saya sangat suka, Serasa naik mobil bersama pangeran! " Krystal pun membuat senyum paksaan agar Raka percaya.
"Itu kamu tau bahwa saya tampan! Makanya duduk yang tenang.Dasar gadis Bar-Bar!" Raka tersenyum tipis. Rasanya sangat indah apabila mengerjai istri kecilnya itu.
"Dasar! Bos ngeselin. Kalau bukan suami gue, Udah gue lemparin ke kali! " Geram Krystal tapi hanya bisa di dalam hatinya saja karena dia tidak berani menyinggung suaminya itu.
Disepanjang perjalanan pulang Krystal memilih untuk banyak terdiam daripada berbicara. Rasanya dia seperti duduk dengan patung. Ando yang melirik dari balik spion itu pun tersenyum.
"Ekhem... " Ucap Ando memecah keheningan di mobil.
"Apa anda sakit tuan! " Krystal sedikit Khawatir kepada Ando karena lelaki itu tiba-tiba terbatuk.
Raka yang mendengar itu pun lansung mendelik kearah Krystal.
"Wah! Hebat sekali wanita ini, dengan pria lain dia bisa perhatian, kenapa dengan gue dia seperti melawan" Raka menatap Krystal penuh arti.
Melihat Raka menatap Krystal penuh arti membuat Ando memikirkan rencana liciknya itu.
"Berhenti saja tuan! Karena bisa bahaya kalau menyetir sambil pingsan" Ucap Krystal panik. Mukanya kali ini memang sangatlah panik. Sampai-sampai ingin rasanya Ando tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyol istri bosnya itu.
Raka mendengar itu pun lansung menyuruh Ando berhenti. Dia tau bahwa Ando hanya berpura-pura. Manfaatkan sikap polos istrinya itu
"Berhenti Ndo! " Seketika Raka pun berbicara kepada Ando. Ando terkejut tapi dia masih memberhentikan mobilnya itu.
"Syukur deh kalau udah berhenti! " Krystal sangat bersyukur karena tidak terjadi apa-apa di mobil ini.
"KELUAR!!! " Perintah Raka.
Krystal terkejut mendengar Raka mengusir Ando
"Loh, kok di usir tuan, nanti kalau sampai pingsan beneran gimana? Kalau Tuan Ando di culik gimana? Kalau Tuan Ando di jual ke luar negeri gimana? " Rentetan pertanyaan muncul di bibir mungil sang istri.
Raka pun menyentil dahi istrinya itu.
"Aww!. Sakit Tuan, kok saya malah di sentil? " Krystal pun cemberut melihat Raka yang tiba-tiba menyentil dahinya itu.
__ADS_1
"Dasar Wanita Bar-Bar kebanyakan nonton sinetron kamu ya? Kok fikiran kamu kemana-mana? " Raka yang tak habis pikir dengan sifat istrinya itu pun tersenyum tipis.
"Lah salah saya pa Tuan? Kan yang saya bilang ini benar Tuan, karena yang saya sering lihat di TV itu ya, sekarang kejahatan ada di mana-mana Tuan" Ucapnya antusias menceritakan berita yang sering di dengar.
"Kenapa kamu malah curhat! " Raka mendelik mendengar cerita yang di sampaikan istrinya itu.
"Saya tidak curhat tu--" Belum sempat Krystal menyelesaikan ucapannya. Raka sudah memotong ucapannya terlebih dulu.
"Sudah, sudah, ayo Ndo jalan! Kapan mau sampai di apartemen kalau si Bar-Bar ini tak henti-hentinya berceramah" Ucap Raka kesal.
Krystal pun akhirnya memilih diam. Melihat suasana diluar.
Ando yang melihat tingkah mereka berdua itu pun tak henti-hentinya menyunggingkan senyuman.
"Semoga Lo bisa berubah ya Ka, dan Lo Tal semoga saja Lo bisa mengubah sikap arogan Raka" Ucap Ando dalam hati.
Mereka pun sama-sama saling diam dan tak terasa mereka sudah berada di apartemen Raka dan Ando.
Mereka berdua punya apartemen yang berdekatan. Karena saat ada perlu mereka tak jauh-jauh meminta pertolongan. Sebab itu apartemen mereka berdekatan.
Krystal pun segera keluar dari mobil tanpa menunggu Ando membukakan pintu mobil.
Dia masih kesal dengan mereka berdua.
Melihat itu Raka kaget.
"Dia kenapa? " Tanyanya kepada Ando.
Yang hanya di jawab Ando dengan mengangkat bahu tanda tidak tahu.
"Lancang sekali dia! Tidak menunggu saya terlebih dahulu, apa hukuman tadi tidak cukup untuk dia! " Raka yang keluar dari mobil itu pun kesal dan lansung masuk kedalam apartemennya.
"Hukuman!!. Hukuman apa yang di maksud Raka, apa yang terjadi antara Raka dak Krystal tadi di kantor? " Ando pun masih memikirkan apa yang barusan di katakan oleh Bosnya itu.
Krystal yang masuk di apartemen itu pun masih memasang wajah cemberut. Sampai tiba-tiba pintu apartemennya itu terbuka.
"Lancang sekali kamu meninggalkan saya sendiri di mobil tadi" Raka yang marah itu pun lansung memasang muka datar karena marah kepada istrinya itu.
"Saya minta maaf Tuan! " Ucap Krystal tak berselera.
__ADS_1