RAKA DAN KRYSTAL

RAKA DAN KRYSTAL
Panu?.


__ADS_3

"Lo kenapa? Ha! Teriak nggak jelas gitu? Kayak lagi lihat hantu aja! "Raka kesal ada yang mengganggu tidurnya.


Krystal pun keluar dari kamar mandi dengan raut wajah yang sedih bak seorang yang tengah menangisi anak kucing yang tengah mati.


" Kamu kenapa? Kamu semakin berani ya? mengganggu tidur saya! "Raka kini makin terlihat kesal karena hanya beberapa jam saja dia baru tidur.


" Tuan, Saya kena panu tuan!"Krystal pun hampir memangis.Matanya sudah berkaca-kaca, kalau ngedip sedikit saja air mata itu sudah lolos mengenai pipinya.


Raka yang mendengar itu pun membulatkan mata terkejut.


"Panu?"Raka seperti orang linlung mendengar kata panu.


" Apa yang kamu bilang?Omong kosong apa itu! Sejak kapan kamu nengidap penyakit aneh itu! "Spontan Raka menatap Krystal dengan tatapan yang menjijikkan.


" Saya pun tidak tahu tuan! Tiba-tiba saat saya ingin mencuci muka saya, Saya melihat tanda ini"Krystal tanpa sungkan memperlihatkan tanda merah di lehernya.


Raka yang melihat itu pun terkesiap.


"Makhluk dari peradapan mana yang kau perlihatkan kepada ku saat ini , Tuhan. Tanda yang ada di lehernya saja dia tidak tahu" Raka merasa frustasi, dia bingung harus bilang apa kepada istrinya itu. istrinya sangatlah polos tidak mengerti apapun.


Raka hanya mendengus kesal melihat tingkah laku istrinya itu. Dia yang enak-enak tidur harus terbangun karena tanda yang telah iya buat sendiri.

__ADS_1


"Dasar, Gadis bodoh! " Raka malah berbalik ke ranjangnya.


Krystal yang melihat Raka berbalik itu pun terkaget dan berlari mendekati Raka.


"Tuan, bisakah anda membawa Saya ke apotik, saya takut penyakit saya ini bisa menular ke teman kerja saya tuan" Krystal pun mencoba meminta tolong kepada Raka. Siapa tau balik es itu bisa berubah pikiran membawa dia pergi ke apotik. Sangatlah tidak mungkin, kalau Krystal pergi kerja dengan keadaan leger di penuhi dengan panu.Bisa-bisa dia akan di tertawakan oleh temannya di tempat kerja. Terutama Pandu.


"Sudahlah! Saya sangat sibuk, tidak bisa menemani kamu ke apotik" Kilah Raka.


"Baiklah tuan, saya akan meminta bantuan kepada Kak Ando saja" Krystal pun hendak berbalik untuk mandi tapi secepat kilat Raka menarik tangannya.


"Ada aapa tuan? " Krystal yang di cengkram tangannya itu kebingungan.


"Tunggu dulu! " Tampak wajah tampan Raka sedang memikirkan sesuatu. Lama keduanya terdiam dengan fikiran masing-masing. Akhirnya Raka pun bersuara.


"Baiklah tuan" Krystal hanya bisa mengalah saat Raka tengah menatapnya dengan tajam.


Krystal kembali ke kamar mandi dengan wajah cemberut karena kesal.


"Naroh suami udah kayak singa betina aja, bawaannya marah terus" Krystal sangatlah benci terhadap tingkah laku Raka yang kadang Berubah-ubah itu.


"Ni jugak apaaan! Kok panu tandanya merah semua, bukan warna putih" Krystal mencoba menghilangkan tanda hasil karya Raka kemarin malam dengan pencuci muka. Tapi hasilnya nihil, tanda itu seperti tidak mau hilang dari leher Krystal.

__ADS_1


"Ni penyakit, penyakit apaan sih? Kok susah sekali hilangnya, gimana gue mau kerja dengan keadaan begini" Krystal masih merutuki sifatnya yang kadang ceroboh.


Krystal akhirnya mandi juga setelah kecapean membuang tanda di lehernya itu.


***


Di apartemen yang lainnya, Kini seorang pria tampan tengah bersiap-siap untuk pergi bekerja. Memakai setelan jas yang sangat ahmelekat di badannya yang atletia itu.


"Gue harus cepat-cepat berdandan, agar bisa bertemu gadis bar-barnya Raka" Ucap Andi senyam senyum tak jelas. Entah mengapa rasanya dia ingin sekali cepat-cepat bertemu dengan Krystal. Krystal sendiri sudah seperti adik angkatnya sendiri Walaupun tingkahnya polos dan rada absurd tapi Andi tak akan ju melihat senyum manis dari seorang Krystal.


"Lo, sangatlah beruntung Ka, Karena mendapatkan istri sebaik dan selucu Krystal" Ando senyum-senyum sendiri melihat fotonya bersama dengan Raka


****


Krystal masih berkutat dengan masakannya. KHari ini menunya tak ada yang istimewa, Karena nasi goreng dan sandwich yang ada tersedia yang di siapkan untuk Raka.Krystal harus berganti pakaian kerja lagi agar cepat datang ke kantor. Karena disana pekerjaannya


sangatlah banyak yang tengah menantinya.


Raka yang tengah siap-siap untuk berangkat bekerja karena mencium nasi goreng seketika jiwa mudanya meronta-ronta agar segera diminta untuk diisi.


I

__ADS_1


Krystal yang sudah selesai memasak itu pun harus kembali memakai baju kerja untuk berangkat pagi-pagi sekali takut di marah sama si bos.


__ADS_2