
"Apakah aku cemburu".
" Tidak sangatlah tidak mungkin kalau aku cemburu kepada gadis barbar itu" Raka berusaha menepis perasaannya. Tali entah kenapa bayangan Krystal selalu menghampiri Raka.
"Aaakkkkhhhh"Suara lantang Raka menggema di ruangan itu. Claudia yang melihat itu pun terkejut.
" Hei kamu kenapa sih? Kamu ada apa? Kok kamu kayak marah nggak jelas gitu"Kesal Claudia terhadap sikap Raka yang marah-marah nggak jelas.
"Gue nggak apa-apa kok, sebaiknya loe pergi deh dari sini gue lagi pengen sendiri aja"Raka pun duduk di kursi kebesarannya.
" Loe kenapa sih ka? Tadi pakai aku-kamu, sekarang loe -gue, Bingung gue, sebaiknya pakai aku- kamu aja biar enak"Claudia pun mendekati Raka lagi.
"Terserah! " belum sempat Claudia mendekati nya. Raka sudah lebih dulu menyuruh Claudia berhenti.
"Stop! Berhenti di situ, saya ingin kamu pergi dari sini! Segera! Atau saya panggil sekuriti disini! ”
Claudia pun pergi meninggalkan Raka sendiria. Dia kesal terhadap sikap Raka dengan dia. Biasanya Raka selalu menempel sekarang malah mengusir dia.
" Raka kesambet apaan sih kok bisa-bisanya dia ngusir gue, awas aja ya kalau dia lagi rindu gue, ngga bakal gue angkat dia nelfon"Claudia pun pergi dari kantor Raka dengan penuh amarah. Rasanya dia ingin pergi liburan. Tapi apalah daya, Erik menyuruhnya membujuk Raka supaya bisa kembali lagi. Setelah itu baru akan menghancurkan perasaannya diam-diam.
...****************...
Di sebuah restoran mewah Ando dan Krystal tengah duduk menikmati makan siangnya.
"Tuan, Apa tuan Raka tidak marah kalau kita kesini, soalnya sudah habis jam istirahat tuan" Krystal sedikit takut apabila kalau sampai bosnya itu tau dia tidak bekerja.
"Kamu tenang aja dia nggak bakalan marah kok" Dusta Ando.Ando tidak mau kalau Krystal melihat adegan suaminya bersama mantan kekasihnya itu saat bercinta. Mungkin kejadian itu akan mempengaruhi pernikahan Raka dan Krystal.
__ADS_1
"Tak apa ya tuan, Saya hanya takut aja tuan, apalagi tuan bilang bos lagi dalam mode harimau, kan berabe tuan kalau sampai dia mengamuk" Ucap Krystal polosnya. Mendengar itu Ando pun tersenyum lucu.
"Kamu jangan memanggil saya dengan sebutan tuan, saya bawahan kamu, kamu itu nyonya atasan saya" Ando melirik sekilas kearah Krystal setelah itu fokus pada makanan yang ada di depannya lagi.
"Ah, tuan saya kan OB disini, mana ada nyonya yang jadi OB tuan, yang ada duduk Santa di rumah itu baru nyonya tuan" Krystal tersenyum congkak kepada Ando. Memang benar dia istri atasannya tapi itu hanya di atas kertas saja tidak lebih. Dan Krystal tidak mau melibatkan perasaan kepada Raka. Karena dia tau batasannya. Mengharapkan cinta suaminya itu hanya mimpi di siang bolong.
"Jangan panggil saya dengan sebutan tuan. Nona. Nanti saya akan di gantung lagi sama Mama" Ando tau batasannya yang sekarang ada di fikiran Ando bagaimana caranya biar bisa membuat Raka dan Krystal bersatu. Entah mengapa perasaan Ando mengatakan bahwa mereka adalah pasangan yang sangatlah cocok. Dan Krystal adalah orang yang tepat untuk Raka.
"Kalau panggil kakak bolehkan tuan, Rasanya agak aneh kalau Hanya memanggil dengan sebutan nama tuan" Usul Krystal.
Tampaknya Ando sedang berfikir tentang gelarannya itu. Tak ada satupun yang pernah memanggilnya dengan sebutan itu. Rasanya sangatlah hangat bila di panggil seperti itu.
"Ya udah terserah kamu, jangan sampai sebutan tuan lagi ya! " Ando pun mengusap pucuk kepala Krystal dengan lembut Ada rasa hangat di rasakan Krystal. Seperti seorang kakak. Karena tak ada yang bersikap lembut dengan dia kecuali ayahnya. Tapi apalah daya ayahnya meninggal karena tabrakan.
"Sip tuan, Eh kakak" Ucap Krystal.
Ando dan Krystal pun bercerita dan tertawa senang sampai tak terasa sudah satu jam mereka meninggalkan kantor.
"Ya udah ayo kak, kita ke kantor sebelum pak Raka menyadarinya" Krystal pun berjalan terlebih dahulu meninggalkan restoran itu. Tepat di depan kantor. Jadi tak perlu pakai mobil mereka sudah sampai di kantor. Cukup dengan jalan kaki saja..
"Loe kemana aja sih, Di cariin Pak Raka tu daritadi dia minta di buatkan kopi tapi loe nggak ada, " Pandu langsung menghampiri Krystal yang habis dari toilet mencuci tangan.
"Maaf ya tadi gue ada urusan dikit" dusta Krystal. Dia tak mau ada yang tau bahwa dia pergi bersama dengan Ando, Dia tidak mau ada kesalahpahaman yang bakal jago bahan omongan. Dia capek apabila di tanya terus menerus.
Krystal pun menuju dapur untuk membuatkan Raka kopi. Setelah selesai dia pun pergi ke atas untuk mengantarkan kopi tersebut.
Tok Tok Tok Krystal pun mengetuk pintu ruangan Atasannya itu.
__ADS_1
"Masuk" Ucap seseorang di dalam yang tidak lain adalah Raka.
"Ini tuan kopinya" Krystal pun meletakkan kopi tersebut.Setelah itu lansung berbalik tapi saat di gagang pintu Krystal terkejut mendapati pinggangnya di peluk oleh seseorang.
Saat Krystal ingin berteriak tapi Raka sudah duluan berbicara. "Biarkan seperti ini, Saya hanya ingin memeluk kamu sebentar saja" Raka pun memeluk Krystal dari belakang, Wangi badan Krystal seperti penenang bagi Raka.
"Tapi tuan kalau ada yang lihat gimana"
"Tidak akan ada yang melihat kita, ini ruangan saya, siapa yang berani masuk tanpa permisi! "
Akhirnya Krystal pun mengalah dia tidak tau mengapa Raka bersikap seperti itu kepada dia. Setelah di rasanya luas memeluk istrinya Raka pun melepaskan pelukannya dan memutarkan tubuh istrinya itu.
"Bagus ya, kamu sudah pandai ngilang waktu di jam kerja! "
"Maaf tuan"
"Kamu habis darimana saja ha!"
"Sudah hampir dua jam meninggalkan kantor tidak bertanggungjawab sama sekali kamu" Raka merasa jengkel mengingat Krystal pergi bersama dengan Ando.
"Saya di ajak sama kak Ando untuk makan di restoran depan tuan" Krystal sangat takut tak mampu melihat Raka.
"Kak Ando?, Sejak kapan kalian jadi adik kakak ha! " Raka semakin jengkel mendengar ucapan itu rasanya seperti panggilan kesayangan saja yang di ucapkan Krystal.
"Tadi kak Ando bilang kalau saya boleh memanggilnya kakak tuan, jadi saya panggil kakak aja tuan"Krystal gugup berada di posisi itu.
" Wah hebat sekali ya kamu sudah berani menjawab saya"Ucap Raka semakin jengkel.
__ADS_1
"Kamu saya jadikan istri untuk membantah ucapan saya ya! "
"Maafkan saya tuan, Saya harus memanggil kak Ando dengan sebutan apa tuan, Dia tidak mau kalau saya sebut dengan sebutan tuan" Krystal semakin takut karena posisi mereka semakin dekat saja.