Rantai Cinta

Rantai Cinta
First job untuk Arini.


__ADS_3

jam 10 pagi pak Murjono sudah tiba dikantornya, ia minta pa Jufri drivernya untuk tidak jauh jauh dari lobi. Ia punya prasaan akan keluar kantor lagi.


"Selamat pagi Nani, ada yang penting?" pak Mur mengirimkan pesan pendek ke seketarisnya.


"Pagi bapak..ya ampun, dari sabtu kemarin orang yang mencari bapak itu call terus menerus..Ini sekarang ada bapak Tomi disini..katanya dia wakilnya pak Hari Sukoco"


"Loh..ko pake kirim wakilnya? pak Hari dimana sekarang?"


"Katanya dia lagi main golf jafi dia kirim wakilnya dulu"


"Oh gitu..oke saya keatas sekarang"


Pak Mur rada jengkel juga, Ngapain sih pake kirim wakil segala? Sok jadi sultan aja..pikirnya kesel.


Pak Mur masuk kelift, kepalanya menunduk kearah karpet. Pikirannya melayang ketahun tahun dulu waktu jamannya ia susah.


"Mamah..kamu laper ya?"


"Ga apa apa..anggap aja lagi bulan puasa, apakah ada hasil dari minjem ke koperasi?"


"Ditolak lagi, alasan mereka sejarah keuangan kita tidak bagus..aku jadi bingung, padahal aku punya ide bagus untuk pengembangan usahaku, kalau tidak bisa juga ahir minggu ini aku mau melamar jadi super bluebird saja dulu..yang penting ada pemasukan..aku kasihan sama Tasya nutrisi makanannya jelek sekali"


"Gitu ya pah..aku setuju saja, apalagi sekarang Tasya suka sakit panas..mungkin karena kurang gizi itu. Apapun yang papa akan lakukan aku akan selalu mendoakan terbaik dan semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita"


"Aamiin mamah, nanti siang papa mau diajak pak Nurdin temen papa nglamar jadi driver executive car bluebird..Semoga berhasil"


"Apa beda executive dan driver taxi biasa pah?"


"Executive berarti papah hanya akan membawa para executive saja jadi per order bukan taxi biasa..katanya wangnya agak banyakan"


Pak Mur pikirannya terus melayang ketika ia pertama kali kenalan dengan Hari Sukoco, Ketika ia menjadi driver executive satu hari ia disewa sebulan oleh Hari untuk mengantarkan kebeberapa meetingnya.


Karena setiap hari bertemu Hari suka dengan gaya Pak Mur membawakan kendaraan yang tenang dan tidak ngebut..Pembicaraan demi pembicaraan ahirnya Hari bersedia memberikan pinjaman dana untuk pengembangan usaha kurir antar kota.


Dari sana usaha pak Mur berkembang pesat dan kini perusahaan kurirnya adalah salah satu terbesar diIndonesia dengan jumlah kurir sekitar 200 orang, dari sana ia mengembangkan usahanya kerumah kontrakan dan ahirnya kini menjadi mitra yang sangat dipercaya oleh perusahaan perusahaan kurir dunia dalam mengelola jaringan antar pulau. Usaha kontrakan masih terus dilakukan, kini ia mempunyai 10 rumah yang dikontrakan.


Kenangan lamanya terhenti diluar ruang kerjanya, ia melihat diruang tamu sudah duduk seorang anak muda.


"Selamat pagi Nani apa kabar?"


"Selamat pagi pak..Alhamdulillah baik pak, itu tamunya sudah menunggu" ucap Nani sambil menoleh kearah anak muda yang duduk disofa kulit diujung ruangan.


"Oh baik, sebentar saya taro tas didalam dulu"


Tidak lama pak Mur keluar menemui tamu asing itu.


"Selamat pagi saya Murjono Ali" ucap pak Mur sambil mendekati sofa kulit itu.

__ADS_1


Orang itu berdiri, ia hanya melemparkan senyuman kecil kearahnya. Sekilas pak Mur berkata dalam hati. Orang ini gayanya angkuh.


"Oh ya selamat pagi saya Hendri Sukoco anaknya Hari Sukoco"


Loh anaknya? Kalau tidak salah Nani berkata, Hari mengirimkan staffnya, ternyata yang dikirim putranya.


"Oh putranya pak Hari? Mari silahkan masuk kedalam."


Anak muda itu masuk kedalam kamar kerja pak Mur tanpa memberikan senyum sedikitpun.


...○○○○○...


Sementara itu...


"Ting Tung!" ponsel Arini berbunyi. Arini melihat ada pesan whatsapp masuk dari Dedi.


Dengan gugup ia membuka pesan itu.


"Dear Arini, sebelumnya saya mengucapkan bela sungkawa sedalam dalamnya atas kepulangan ayahanda, semoga arwahnya diterima disisi Allah SWT. Apabila mungkin mohon saya dihubungi hari ini dinomor ini. Terima kasih dan salam, Dedi Ramdani"


Perasaanya gembira campur bingung, maksudnya apa ya? ko aku disuruh kontak dia?


Arini berlari mendatangi Danur yang sedang duduk ngobrol bersama mbok Narti diruang belakang rumah.


"Mas..ini ada pesan masuk dari Dedi yang diCitibank dia minta aku call dia..kira kira apa ya?"


"Belom tuh..terahir katanya masih direview, aku mending call Citibank siapa tau diterima..doakan ya mas"


"Insya Allah..ya sudah kamu mending bicara dikamar tidur jadi bisa konsentrasi ngobrolnya"


"Ya udah..sebentar ya" ucap Arini dan berjalan kearah kamar tidurnya.


"Eh Danur..mbok perhatikan dari kemarin, kalian kayanya rapt banget, maaf lancang..kamu pacaran?" tanya mbok Narti sambil tersenyum.


"Mbok Narti tajam juga penglihatannya..iya mbok, baru kemarin kita mulainya..doakan ya mbok semoga kita jadian"


"Njjih Aamiin..pasti mas Dar seneng liat kalian berdua..udah ga usah lama lama langsung nikah saja"


"Haha..mbok Narti..semua kan musti diawali dulu, baru kemarin mulainya..sabar mbok..makanya, Mbok Narti yang sehat supaya bisa hadir dipernikahan kita"


"Wah..apik! apik tenan! mbok Narti sokong 100 persen!"


...○○○○○...


"Halo pak Dedi..ini Arini"


"Hi! eh jangan pake pak dong, perasaan jadi tua dengernya hehe"

__ADS_1


"Terus saya panggilnya apa ya? oke mas Dedi..boleh tidak?"


"Nah..itu lebih enak kedengarannya, oya turut berduka cita ya"


"Oh ya terima kasih mas..kenapa saya disuruh call mas?"


"Arini! Selamat ya saya mendahulukan pihak departemen HRD, tapi setelah interview dan memeriksa riwayat hidup kamu..Ibu Tuti Hendarwan manager HRD menerima kamu masuk jadi karyawan Citibank! Congrats to you!!"


Jantung Arini berdetak keras.


"Ya Allah! Alhamdulillah! terima kasih mas Dedi!"


"Nah, setau aku kamu akan ditaro di bagian legal departemen Citibank. Kantornya bukan diSudirman tapi diKuningan. Sementara ini kamu tunggu formal invitation dari bu Tuti ya..aku hanya memberikan info awal saja"


"Tapi..sudah diterima 100 persen kan?"


"Sudah..sudah, mungkin besok pesan email akan dikirim dan selanjutnya surat formal akan dilayangkan. Setelah bu Tuti nanti ada bapak Charles Hutagalung manager Legal akan mengundang kamu hadir dikantornya! Gimana Seneng ga dengernya?"


"Ya ampun mas Dedi! ternyata dibalik kesedihan aku mendapatkan kebahagiaan..semoga ini menjadi titik awal sukses ya mas"


"Kamu akan sukses..aku tau itu, penampilanmu oke banget dan pengetahuanmu tentang hukum juga bagus! Sebentar lagi aku akan infokan keTasya tentang hal ini"


"Baik mas Dedi..sekali lagi terima kasih"


"Arini sekali lagi sukses ya dan congrats! saya ijin pamit dulu"


"Baik terima kasih.."


Pembicaraanpun terputus. Arini langsung berlari keluar kamar menemui kekasihnya.


"Siapa yang mau dicium duluan mbok Narti atau mas Danur? Eh..ada pak Rekso hehe"


"Ada apa Arini ko pake cium cium segala" ucap pak Rekso sambil menebarkan senyum lebar.


"Pa Rekso, mbok Ratni dan mas Danur....Aku diterima diCitibank!! Yaaay!!"


Danur bangkit dan memeluk Arini.


"Alhamdulillah..Alhamdulillah pasti ayah seneng sekali !!" ucap Danur.


"Waduh..itu kerja dimana?" tanya mbok Narti.


"Di bank diJakarta mbok!"


"Oalah emang koe ini anak pinter ko!!" tukas mbok Narti


...■■■■■...

__ADS_1


__ADS_2