Rantai Cinta

Rantai Cinta
Ciuman pertama.


__ADS_3

Jogja saat itu masih pagi, embun belom lagi mengering..waktu menunjukkan pukul 6 pagi, setelah shalat subuh pak Murjono menelpon sahabatnya pak Rekso.


"Mas..sudah selesai shalat?"


"Oh njjih baru selesai gimana?"


"Kita akan berangkat keJakarta sebentar lagi, Danur biarkan disini sampe Arini tenang..koe ra opo opo to kalo kita pulang keJakarta?"


"Monggo..ndak apa apa, trima kasih sudah mampir keJogja ikut ngurusin sahabat kita yang sudah tidak ada..Nanti Arini kalo sudah kalem akan dianter saja oleh Danur keJakarta"


"Yo wes kalo begitu..aku pamit yo, salam untuk Arini dari kita"


"Njjih..monggo seng ati ati dan semoga selamat sampe rumah diJakarta"


"Aamiin mas.."


...○○○○○...


Danur yang juga sudah bangun dan selesai shalat keluar dari kamar tamu dirumah pak Darmadi. Rupanya ia dan 2 saudara pak Darmadi menginap dirumah itu sambil menemani Arini.


"Mbok Ratni..apakah Arini masih shalat?" tanya Danur pada mbok Ratni yang mempersiapkan air panas untuk kopi.


"Tadi saya liat keluar rumah, katanya mau duduk diluar mungkin ada didepan mas" ucap mbok Ratni.


Danur langsung menuju keteras depan, ternyata tidak ada siapa siap. Langit masih gelap, yang terdengar hanya percikan air jatuh dari air mancur dikolam ikan depan rumah.


Danur melangkah keluar rumah dan mengelilingi rumah itu, sia sia ia tidak menemui Arini..Kemanakah dia? pikir Danur.


"Mana Arini?" tiba tiba mbok Ratni bertanya sambil membawa secangkir kopi.


"Mboten enten mbok" jawab Danur kebingungan.


"Ini saya buatkan kopi mas.."


"Oh ya Allah matur suwun mbok"


Belum lama kemudian datanglah pak Sumo, adik pak Darmadi.


"Mas Danur..nyari Arini? tadi saya ketemu didekat pematang sawah lho" ucap pak Sumo.


"Heh? ko kesawah subuh subuh? sawah sebelah mana pade?"


"Lha saya tanya dia hanya senyum saja..oo mungkin sedang mau menyendiri, jadi saya cuekin saja..itu lho sawahnya mas Dar yang sebelah timur jalan sana" Jawab pak Sumo sambil menunjuk kearah samping rumah.


"Oh njjih..coba saya kesana..mbok, kopinya saya taro sini dulu ya"

__ADS_1


"Kalo gitu saya bawa kedalam dulu biar ga kejatuhan binatang" jawab mbok Narti.


Danur kemudian memakai sendal jepit yang ada didepan teras dan berjalan kearah samping kiri rumah dimana ada lahan persawahan yang luas.


Perlahan lahan langit menjadi agak terang dan burung mulai pada terbangan mencari makan disekitar sawah. Pemandangan desa itu memang tentram tidak seperti diJakarta dan Bogor yang selalunya ramai hirik pikuk.


Setelah berjalan beberapa menit Danur melihat sosok Arini sedang berjalan menuju sebuah gubuk ditengah sawah.


"Arini!" teriak Danur.


Arini berhenti dan menoleh kebelakang. Ia berdiri menunggu kedatangan Danur.


"Ko sendirian ditengah sawah?" tanya Danur.


"Aku tadi abis shalat subuh..kepingin kesini, dulu waktu aku sekolah..setiap minggu ayah selalu bawa aku kesini setelah shalat subuh..kamu nyari aku?"


"Iya..aku tanya mbok Narti katanya kamu duduk diluar, aku cari keluar kamu ga ada..untung ada pak Sumo..Dia bilang ketemu kamu menuju kesini"


"Terus kamu kejar aku kesini gitu?"


"Aku..aku takut kehilangan kamu Arini" ucap Danur agak sedikit malu.


"Hmm..takut ya..hehe, aku seneng kamu ketakutan kehilangan aku..yuk kita duduk digubuk..ya ampun pake sendal siapa itu?" ucap Arini sambil menarik satu tangan Danur.


"Haha..ga tau sendal siapa, yang penting ada sendal langsung aku pake..udaranya bersih dan seger sekali disini" kata Danur sambil mengikuti langkah Arini.


"Kalau kita sudah duduk disini..ayah suka cerita tentang masa mudanya bersama ayahmu dulu..ternyata waktu mereka kecil dulu, mereka sering main dan berlarian disawah ini..bahkan kadang kadang simbah kakung suka ngamuk..soalnya 2 anak kecil itu bukannya bantu malah lari larian" kata Arini sambil memandang jauh kedepan kehamparan sawah yang hijau.


"Wah..pasti mereka sangat bahagia disini, anak anak jaman dulu mainnya disawah keren ya, ga kaya sekarang anak anak kecil mainnya handphone"


Tidak berapa lama kemudian Danur mengambil satu tangan Arini, ia meremas telapak tangan gadis itu. Arini tersipu malu melihat kelakuan Danur.


Danur perlahan dengan satu tangan menarik tangan Arini kearahnya, satu tangan lagi memeluk pinggang Arini. Wajah mereka saling berdekatan, bahkan Arini bisa merasakan kehangatan nafas Danur.


Arini menutup kedua matanya, Danur tambah mendekatkan wajahnya dan dengan penuh kasih sayang ia mencium bibir Arini secara halus. Arini membiarkan bibir Danur menyentuh bibirnya.


"Kenapa kamu menciumku Danur?" bisik Arini.


"Karena aku mencintaimu Arini, maafkan aku yang lancang" jawab Danur setengah berbisik.


Arini tidak membalas namun ia justru mendekatkan wajahnya lagi dan kini ia yang mencium bibir Danur. Bibir mereka saling menekan dan Arini bisa merasakan lidah Danur mulai bermain dimulutnya.


Angin pagi berdesir dan menusuk kedalam tubuh Arini. Danur merasakan getaran tubuh Arini yang merinding kedinginan. Ia mendekap tubuh gadis itu dan pelan pelan melepaskan ciumannya.


"Arini..aku mencintaimu, kamu terima cintaku?" Bisik Danur sambil mengelus kepala Arini tapi tidak melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Arini terdiam, ia hanya meremas pergelangan tangan Danur.


"Mas Danur, aku juga cinta kepadamu.."


"Alhamdulillah..terima kasih Arini. Kamu kedinginan?"


"Sedikit..ga apa apa, ada mas disisiku" ia merebahkan kepalanya didada Danur.



...○○○○○...


Pesawat Garuda yang ditumpangi pak Murjono dan keluarga ahirnya mendarat diJakarta.


"Mama, nanti papa kayanya pulang agak telat, kalian makan malam duluan ya" ucap pak Mur ketika didalam mobil menuju pulang dari bandara.


"Apa akan ada meeting pah?"


"Biasanya orang itu ajak makan malam..kita liat nanti kalo tidak ya papa pulang seperti biasa"


"Wow!" tiba tiba Tasya berkata.


"Kenapa sayang?" tanya mamanya.


Tasya memperlihatkan status whatsapp Arini. Disana tertuliskan, "Tidak kusangka rantai cinta telah dimulai"


"Hmm siapa ya?" tanya mamanya.


"Siapa lagi mama..masa ga bisa melihat situasi? ya Danurlah siapa lagi?" balas Tasya sambil tersenyum.


"OOo.. iih kamu lagian pake liat liat status orang, kamu gimana sama si..siapa namanya tuh?"


"Ya status orang kan harus kita liat..makanya dia taro disitu supaya orang tau..Haha mama lupa ya namanya..Good! biar lupa aja hehe"


"Alah! Namanya Dedi kan? Tapi mama pikir kamu jadian sama Danur lho..soalnya kalian deket banget mama perhatikan"


"Danur itu baik, pintar dan sopan mama..tapi dia lebih kearah kakaku bukan pacar..orangnya enak diajak ngobrol dan tukar pikiran, dan ternyata terbukti kan dia sekarang jadian sama Arini"


"Iya..papa juga pikir begitu..papa pikir kalian pacaran, ternyata hanya sahabat ya?"


"Sst papa ga boleh ikut campur urusan wanita..ini khusus cewe aja yang boleh ngomongin haha" ucap Tasya.


"Eh busyet! kalian ga ada cowo ga bisa survive lagi"


"Iya juga ya hehe.."

__ADS_1


...■■■■■...


__ADS_2