
Ternyata tempat bubur ayam yang dimaksud Tasya sangat nyaman, kebetulan karyawan kantor sudah pada masuk kerja jadi tidak terlalu banyak pengunjung. Setelah Tasya memberikan order pesanan mereka mengambil tempat duduk agak dipojok.
"Baunya bubur ayamnya sedap dan jadi laper Tasya"
"Apalagi kalian belum sarapan..puasin deh nanti. Kamu jadi sewa kamar diTebet?"
"Aku ga jadi diTebet, hari ini ada janji mau ketemu ibu kos diPindok Indah..kayanya lebih enak disana"
"Kenapa ga dirumah kita aja sih? kan masih ada 1 kamar kosong..kalau mau aku akan bicara sama mama"
"Aduh aku mau banget! rumahmu enak, tapi aku ga mau ngrepotin kalian..biar saja aku kos, apalagi nanti kalau Danur dateng jadi ga kikuk..hehe, terima kasih ya Tasya"
"Pokonya kalau kamu rubah pikiran ga usah report cari tempat, pasti papa dan mama bolehin kamu tinggal dikita"
"Oke siap..terus gimana sih ceritanya Tasya? Aku siap mendengarkan"
Tasya menarik napas panjang..iapun mulai menceritakan hal ihwal gossip yang ia dengar. Dirinya menjadi jijik kenapa papanya yang sudah tua tapi malah selingkuh dengan wanita lain..
Pembicaraan berlangsung terus bahkan sambil makan bubur ayam mereka masih mendiskusikan hal itu.
...○○○○○...
Pada saat yang sama pesawat terbang yang ditumpangi Hari Sukoco baru mendarat dari Malaysia. Ia baru saja membuka cabang perusahaan di Johor Bahru.
"Bagaimana meeting dengan pak Mur?" tanya Hari kepada anaknya, Hendri.
"Belum ada jawaban, sekarang sudah 5 hari semenjak pertemuan pertamaku dengan dia dikantornya"
"Hmm..kita tunggu beberapa hari lagi, kasih dia kesempatan..aku benar benar ingin mengambil alih perusahaan kurir dia. Papa dengar diMalaysia bahwa hampir semua pengiriman dari Indonesia keMalaysia sekarang melalui perusahaan Maha Karya bekerja sama dengan maskapai penerbangan luar negri..hebat kan?"
"Itulah pah..ini celah bagus untuk kita masuk kebidang pengiriman paket keluar negeri, aku juga bilang bahwa nanti kalau sudah oke semuanya saya yang akan menjadi CEOnya, sesuai yang papa mau bukan?"
"Terus apa katanya?"
"Dia bilang harus ada meeting management dulu setelah itu baru mereka bisa melakukan pergerakan"
"Papa lagi pikir..kita beli saja seluruh sahamnya, pasti dia mau..coba cari tau kelemahan dia, kita bisa dongkrak dari kelemahan dia"
"Saya punya orang dalam..dia seketarisnya direktur operasional kurir. Mungkin dia tau seluk beluk pak Mur"
"Bagus! kamu bikin meeting sama anak itu..kalau perlu kita berikan dia hadiah supaya dia bisa kasih masukan..lakukan hari ini"
"Siap papa..sekarang kekantor atau pulang dulu?"
"Papa anterin ke dokter dulu, dari kemaren dada papa sesak"
...○○○○○...
"Tasya, kalau menurut aku mungkin kamu ada baiknya bicara empat mata sama papamu..tanyakan baik baik tentang gossip itu..semoga aja semua salah, dengan itu kamu lega perasaannya..gimana menurutmu? Yang aku takutkan, ada orang lain yang mengetahui dan menyebarkan gossip murahan untuk menjatuhkan martabat keluargamu"
"Gitu ya..baik aku terima usulmu Arini"
"Mungkin lebih cepat lebih bagus"
__ADS_1
"Oke malam ini janji makan malam sama Dedi aku batalkan..aku mau undang papa makan malam diluar dan aku akan bicara"
"Pesanku..kamu jangan emosi ya, ingat ini papamu bukan orang lain..tugasmu hanya menyadarkan papa saja. Agar ia ingat bahwa ada mama, kamu dan martabat perusahaan yang harus dijaga"
"Terima kasih Arini..aku terima saran saran ini..kamu mau nambah lagi?"
"Udah,..terima kasih Arini! buburnya sedap sekali, aku rekomen ke mas Danur nanti"
"Ya udah..kita pulang yuk"
...○○○○○...
Ketika Hendri menunggu papanya diperiksa dokter spesialis jantung, kesempatan kosong itu dipakai Hendri untuk menelpon ketemannya diMaha Karya.
"Selamat siang Lola apa kabarnya?"
"Hai Hendri..iih sebel dah lama ga pernah call aku..kamu dimana? diIndo atau diluar negeri?"
"Haha..ya diJakartalah..eh Lola, kita makan malam yuk..dah lama ga pernah ngobrol"
"Malam ini? boleh..jemput aku? kita mau kemana enaknya?"
"Kedanau Simpereun ya..kan deket sama hotel Santika..hehe"
"Iih mau dong! emang kenapa deket sama Santika? Apa kita mau cek in?" terdengar suara Lola menggoda.
"Terserah kamu aja..tapi aku kangen banget!"
"Oke..jemput aku dikantor jam 5 sore ya"
"Wuih baru lagi? keren!"
"Oh ya aku punya surprise buat kamu..pokonya kita ketemuan dulu oke?"
"Siap bos! sampe nanti ya bye.."
...○○○○○...
"Papa..ada meeting malam ini?" tanya Tasya siang itu.
"Hai sayang, kebetulan ga ada..kenapa?"
"Aku mau makan malam berdua aja ga sama mama"
"Oh berdua? boleh..ada pentingkah?"
"Ya lumayan sih..papa aku jemput ya jam 5 atau mau jam 6 ?"
"Jam 5 bisa..nanti kamu keatas jemput papa"
"Oke bye"
Tasya agak gemetar sedikit setelah bicara dengan papanya. Seumuran ia belum pernah bicara serius sama papanya. Tapi kali ini, ia harus tuntaskan gossip ini demi semuanya.
__ADS_1
Aku lebih baik call mama kalau mau ketemu papa diluar supaya ga ditunggu makan malam bersama.
"Halo mama..lagi ngapain?"
"Hei! abis ngobrol sama pak Sutoyo yang ngurus kebun..tanaman kita sebelah kiri ko pada mati semua..ada apa sayang?"
"Mam..nanti malam aku mau makan diluar sama papa.." ucap Tasya singkat.
"Ooh..mama ga ikut? ko spesial amat?"
"Hmm..Tasya ada yang penting banget mau ngobrol berdua papa saja, mama.."
"Ada apa Tasya? Kenapa berdua saja?" Mamanya curiga..ada apakah gerangan?
"Ga apa apa mama..ini urusan kita berdua maaf ya mam"
"Tasya!" tiba tiba mamanya memanggil.
"Ya mama?.."
"Apakah ini mengenai kehidupan pribadi papa?" Gantian..sekarang mamanya yang berbicara singkat dan to the point.
Tasya jadi terdiam, ia tidak tau apa yang harus diucapkan..ia bingung, kenapa mamanya bertanya demikian.
"Mama..apakah mama mengetahui masalah ini?"
"Tasya..kamu batalkan pertemuan dengan papa..kamu sekarang pulang kerumah..mama akan ceritakan semuanya kepadamu..dengerin mama?!"
Tasya terus bingung..mama mengetahui? Apakah yang sedang terjadi dikeluargaku ini?
"Tasya..kamu dengarin mama? Kalau kamu sayang sama mama..kamu pulang sekarang juga, jangan sampe mama kambuh sakit jantungnya" Suara mama terdengar pilu dan sedih.
"Baik mama, Tasya akan batalkan dan pulang sekarang juga untuk mendengarkan cerita mama"
Tiba tiba terdengar tarikan napas panjang dari sang mama..Tasya mendengar sedikit isakan tangis dari mama.
"Mama! jangan nangis dong! Udah Tasya pulang sekarang. Jangan bikin Tasya nangis juga aah!"
"Pulang ya nak..pulang cepetan, mama ingin memelukmu sayang"
"Oke oke tahan mama..aku pulang cepet..bye!"
Tasya langsung mengontak papanya selepas itu.
"Papa..ketemuannya dicancel ya maaf..lain kali aja bareng sama mama, sorry pap"
"Oh baik Tasya.."
Telepon langsung Tasya matikan dan ia bergegas pulang.
Pak Mur merasa lega, ia menarik napas panjang..padahal ia sudah siap dengan segala hal yang mungkin akan dibahas.
Tapi...kenapa dibatalkan ya?
__ADS_1
...■■■■■...