Rantai Cinta

Rantai Cinta
Sebuah rahasia


__ADS_3

Peluh dan nafas panjang dan pendek bersatu saling berlomba seakan tidak ada lagi sisa udara yang bisa mereka hirup.


Lola selalu merasakan puncak kenikmatan yang sangat gila apabila telah selesai berkencan dengan Hendri. Ia memang priya yang perkasa tapi bukan itu saja, Lola hampir pasti ia akan mendapatkan reward yang tinggi dari Hendri.


Satu dua menit kemudian..


"Lola.." ucap Hendri pelan dikuping Lola yang tergeletak lemas disampingnya.


"Apa sayang?"


"Kamu kan dekat juga dengan pak Murjono Ali bukan?"


"Ooh, ko kamu tiba tiba menanyakan big bosku?" tanya Lola tertegun, ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Lolapun memiringkan tubuhnya kearah Hendri.


"Coba kamu ceritakan kepadaku..apakah ada hal hal yang kurang baik atau gossip tentang dirinya"


"Hihihi..kamu ko aneh nanyain tentang dia sayang?"


"Ya siapa tau aja ada yang aneh tentang dia..pingin tau aja..Kan dia big bos dan kamu bekerja disana. Setiap bug bos pasti punya cerita sendiri"


"Hmm..ada sih satu hal yang sangat sangat rahasia..dan mungkin hanya aku seorang yang tau tentang ini diperusahaan Maha Karya ini..kenapa ga tanya tentang kepada bos langsungku aja. Dia punya banyak sekali rahasia yang terukir dikehidupannya"


"Oh ya? Ya satu satu deh..tentang big bos dulu, apakah itu?" Hendri langsung serius mendengarkannya. Hendri turun dari tempat tidur dan menarik sebuah handuk ia menutupi bagian bawah tubuhnya.


"Waduh ini rahasia yang aku ga bisa keluarkan sayang..sangat sangat sensitip sifatnya..Maafkan aku" ucap Lola sambil menutup wajahnya dengan kain selimut. Ia sadar bahwa ia telah masuk kedalam zona berbahaya.


"Kalau kamu bisa ceritakan kepadaku..akan ada hadiah yang keren menantimu"


"Oh ya? apakah itu?"


"Aku inget kamu dulu suka dengan tas kecil Prada yang ada ditoko Prada di mall diBintaro Exchange..ingat itu? kamu masih ingin memilikinya?"


"Are you serious? You must be joking!" ucap Lola sambil menurunkan kain selimut dari wajahnya..Kini kedua matanya berbinar binar mendengar akan adanya sebuah hadiah.


"Yup..tapi ceritain rahasia itu dulu" kata Hendri kalem sambil menarik sebatang rokok.


"Kamu tau seketaris pak Mur yang sexy itu? mba Nani namanya"


Hendri jadi kaget mendengar nama itu..memang semenjak pertama ia melihat wanita muda itu, ia sudah mengincarnya..dengan rambut kepirangan ala bule dan badan yang padat adalah idaman setiap priya yang melihatnya.


"Well..mba Nani adalah istri simpanan pak Mur.."


"Haah?! kamu yang bener kalau ngomong ah!" kata Hendri tidak percaya.


"Ini rahasia yang paling disembunyikan pak Mur, kalau sampe ada orang yang tau dia pasti malunya bukan main!" Lanjut Lola.


"Kamu bisa tau dari mana?"


"Waktu itu mba Nani pernah mengalami perasaan yang down banget, karena aku satu satunya teman dekatnya..dia ceritakan semuanya keaku..Huussh tapi in rahasia besar lho!"


Hendri tersenyum sumringah..ia telah mendapatkan sebuah senjata paling jos! Sungguh sebuah berita yang ia idam idamkan! Hampir saja ia mengontak papanya..tapi sementara ini ia tahan dulu..


"Kamu bersumpah itu yang Nani ceritakan kepadamu?" tanya Hendri.

__ADS_1


"Swear!"


"Done! tas Prada itu untuk kamu sayang!" ucap Hendri sambil tersenyum.


"Yes!!" Lola langsung berdiri dan loncat kepangkuan Hendri. Semangat bercintanya bergejolak lagi.


"Tapi janji ya..ini hanya untuk kamu, tidak ada orang lain yang boleh tau" kata Lola.


"Iya dong..pastilah!" jawab Hendri, ia langsung menangkap wajah Lola dan memberikan ciuman dibibirnya.


"Ayo ceritakan terus bagaimana kejadian kejadiannya" ucap Hendri.


Lola mulai menceritakan bagaimana mereka pacaran dan sering nya masuk keluar kamar hotel tanpa ada satu orangpun yang tau.


Bahkan setiap mereka kencan pasti keesokannya mba Nani akan ceritakan kepada Lola, begitu juga dengan Lola ia ternyata punya hubungan rahasia juga dengan Bosnya.


...○○○○○...


Danur membuka buka file galeri diponselnya, ia melihat beberapa foto Arini dan juga Tasya. 2 gadis yang nan cantik jelita. Tapi ia lebih memusatkan perhatiannya pada sosok Arini.


Jari telunjuknya mengusap layar ponsel dimana ada foto Arini yang berdiri tersenyum sumringah.


Padahal mereka baru pacaran 2 minggu tapi perasaannya hubungan mereka sudah seperti 1 tahun..


Danur langsung memencet nomor ponsel Arini.


"Hai..kenapa sayang?"


"Ga apa apa..aku kangen saja, gimana dengan pekerjaanmu diCitibank?"


"Oh kenapa dia lucu?"


"Haha..aku kegeeran, kayanya pertama dia naksir..beberapa hari kemudian sering mau ajak makan siang..Tapi semenjak aku pasang foto mas Danur sekarang sudah ga pernah ngajak makan luar lagi..ternyata waktu aku tanya ke Bela temenku..dia bilang emang Rizal itu playboy ga bisa liat cewe bagus sedikit.."


"Hehe..biarkan saja, kan kamu jadi punya fans baru"


"Ga mas..aku halau dia pagi pagi, supaya dia tau bahwa aku sudah ada yang punya"


"Makasih sayangku..gimana dengan keluarga pak Mur, soalnya aku denger hari ini beliau ga masuk kerja"


"Itulah mas, tadi malam Tasya call aku dia banyak cerita tentang keadaan mamanya yang sakit semenjak peritiwa waktu itu"


"Semoga semuanya berahir dengan baik ya"


"Besok jumat sore aku mau diajak keSolo mas ya terus nginep disana sampe minggu. Maafkan aku kita ga bisa ketemuan ya.."


"Ya ampun..padahal aku kangen banget sayang"


"Ya ditahan dulu minggu ini ya"


Danur menarik napas panjang..


"Yang, senin depan aku harus meeting sama kepala keuangan pusat diJakarta mungkin 2 hari diJakarta..aku mau habiskan waktu waktuku sama kamu"

__ADS_1


"Wuih asik dong..bawain rujak Bogor ya yang"


"Siap.."


...○○○○○...


Sudah semenjak datangnya laporan, seminggu ini pak Hari Sukoco dan anaknya Hendri sudah bersiap siap akan melancarkan niat jahatnya kepada pak Murjono.


"Aku sudah tidak sabar lagi ingin mengambil alih Maha Karya papa" ucap Hendri.


"Itulah..papa juga ga tahan lagi, kita akan usahakan untuk berkoalisi dengan Malaysian Airlines System juga dengan Karibu Philippines. Agar jangkauan pengiriman paket bertambah lebar"


"Hendri bingung kenapa pak Mur tidak melakukan kerja sama itu? Padahal dengan kerja sama itu perusahaannya akan tambah besar"


"Ya..kan kaptennya hanya dia, jadi pemikirannya masih kolot..Mungkin kamu buat acara makan malam bersama Lola dan undang Nani..siapa tau dia mau ikut..dari sekarang sudah harus kamu pepet terus wanita wanita itu"


"Ide bagus papa..nanti malam aku call mereka"


...○○○○○...


Sebetulnya semenjak pertemuan dengan Hendri hati Lola tidak tenang..apalagi semenjak ia menerima hadiah tas dari Hendri. Ia merasa telah menodai perjanjiannya.


"Mba Nani apa kabar?"


"Hei Lola! tumben call ada apa?"


"Maafkan aku mba.."


"Loh kenapa Lola? ada apa sampai kamu minta maaf?" tanya Nani sambil membereskan kertas kertas dimejanya, ia melirik kejam tangan sudah jam 5 sebentar lagi ia akan pulang.


"Beberapa waktu yang lalu aku diajak makan malam sama temanku namanya Hendri Sukoco"


Nani berhenti bergerak, jantungnya langsung berdetak kencang..ada apa ia berurusan dengan laki laki sombong itu?


"Oh terus gimana? rupanya kamu kenal juga dia? Hendri anaknya pak Hari Sukoco bukan?"


"Iya betul..ko mba tau?"


"Eh..mereka kan mau ambil alih perusahaan ini..tapi bapak ga mau"


Dheg..gantian jantung Lola berhenti.


"Mba..kita ketemuan sebentar yuk!" ucap Lola.


"Oh kenapa?"


"Ayok..kita harus ketemu ada sesuatu yang penting harus kuceritakan"


"Ya ampun apa ini Lola? ya udah jam 5.20 ketemu aku dicafe sebrang jalan aja jadi ga jauh jauh"


"Oke makasih..sampe ketemu nanti mba"


Perasaan Nani jadi ga karuan..pak Mur sudah 2 hari tidak masuk karena sakit..sekarang Lola datang ingin bicara serius..ada apakah ini?

__ADS_1


...■■■■■...


__ADS_2