Rantai Cinta

Rantai Cinta
Nani sudah pergi.


__ADS_3

"Mas Danur sayang..hai lagi ngapain?"


"Hei..aduh ngagetin kenapa sayang..sebentar lagi meeting mau selesai, tinggal tunggu ibu Nainggolan kepala urusan operational Jawa Tengah memberikan laporan terahir habis itu selesai" bisik Danur agar tidak terlalu mengganggu meeting.


"Oh maaf mas..Jam 6 sore pesawat kita akan landing dari Solo? Berarti abis meeting mas jadi jemput aku? Kalau tidak ya ga apa apa.. soalnya Tasya barusan bilang mau anter aku pulang?"


"Oh oke..kalau gitu nanti aku langsung ketempat kosmu aja kira kira jam 7 aku sudah disana dirumah kosmu"


"Oke sip mas..love you bye, ada berita bagus"


"Hmm oke cant wait..sampe nanti bye sayang"


Danur kembali memusatkan perhatian kedalam meeting.


"Oke untuk perihal terahir sesuai arahan pak Mur, mulai senin ini pak Danur kembali berkantor diJakarta untuk mengepalai seluruh masalah operasionil bisnis kurir Maha Karya Ekspress, Cabang Bogor dan Jawa Barat akan dipegang bu Rosmala, cabang Jawa Tengah tetap di ibu Nainggolan dan cabang Bali oleh bapak Nyoman..apa ada lagi yang harus kita bicarakan?" ucap pak Harto kepala HRD pusat.


"Satu lagi dari saya..sekarang cabang Jawa Barat sudah merekrut karyawan motor sebanyak 25 orang apakah mereka akan diberikan alat clock in dan out atau kita masih memakai sistim manual dulu?" tanya Danur.


"Pak Danur, menurut pak Mur terahir kali ia bicara, Apabila sudah mencapai 30 orang karyawan operasionil baru kita terapkan sistim itu"


"Baik pak setuju nanti saya kabarkan ke bu Ros"


Setelah lima belas menit pertemuan antar departemenpun selesai, Danur kemudian bergegas membereskan semua laporan kerjanya.


"Sst Dan, sudah dengar gossip yang baru?" bisik pak Harto mendekat.


"Eh apa pak? Waduh karena sibuk sampe saya ga tau tuh..ada apa?"


"Yuk..kita keatas sebentar aku mau perlihatkan sesuatu"


"Kemana pak?"


"Kelantai paling atas..pokonya liat saja"


Danur bingung mau dibawa kemana ini?


Pas ketika mereka keluar dari lift dilantai paling atas, ternyata Lola baru akan masuk juga kelift.


"Hai pak Danur apa kabar?" seru Lola.


"Halo Lola..baik Alhamdulillah..kamu gimana baik baik?"


"Sehat pak..kalau ada kesempatan mampir pak" ucap Lola sambil memberikan senyum menggoda.


"Insya Allah Lola"


Ketika Lola sudah masuk lift pak Harto berbisik..


"Awas jangan sampe kena jerat dia..habis wangmu nanti hehe"


"Siap pak..terima kasih..mengerikan memang..Aduuh ya Allah kuatkan" ucapan terahir Danur berkata pelan..ia langsung teringat Arini kekasihnya.

__ADS_1


...○○○○○...


Danur tertegun sejenak ketika mereka mendekati ruang depan pak Mur. Duduk dengan manis dimeja seketaris seorang wanita uang belum pernah ia lihat sebelumnya, bukan mba Nani yang ia kenal.


"Mba Sofi..kenalkan ini pak Danur kepala operasional seluruh Indonesia, sebelumnya beliau menjabat kepala cabang Jawa Barat" ucap pak Harto.


Wanita bernama Sofi itu bangkit dan memberikan salam..


"Oh ya pak Danur ya..saya Sofi pak"


"Halo apa kabar? saya Danur..baru mulai hari ini?"


"Iya betul pak..tadinya saya di Cemgkareng bersama pak Nasser kepala Cengkareng"


"Pantesan..aku seperti pernah liat..kalau tidak salah dibagian admin ya?"


"Betul bapak"


"Oke..sampe nanti Sofi..Oya kapan bapak akan tiba?"


"Menurut rencana malam ini tiba dan besok pagi sudah masuk kembali"


"Baik..terima kasih"


Keduanya kemudian meninggalkan Sofi menuju kearah lift.


"Loh..kemana mba Nani?" tanya Danur didalam lift.


'Aah hanya gossip pak, saya ga percaya itu..soalnya saya kan sering bertemu dengan mba Nani..dan saya tau dia mengidap sakit dalam yang cukup parah..Mungkin itu sebabnya"


"Tapi kenapa ada yang melihat dia lari sambil menangis?"


"Aduuh pak Harto..ya kesakitan barangkali..sudahlah jangan lemparkan gossip yang tidak menentu..pak..saya ijin mau langsung pulang ada hal penting soalnya"


"Siap monggo pak Danur..besok hari sabtu apa kamu akan datang kekantor?"


"Datang pak sekalian kasih laporan bulanan operasional Bogor ke bapak"


"Baiklah..saya ga masuk besok, Jadi senin ini sudah ngantor disini ya..nanti saya koordinasi sama bapak ruangan pak Danur dimana"


"Siap..gampang pak, nanti saya bisa ngantor digudang dibelakang"


"Hehe..oke sampe senin ya"


...○○○○○...


Sore itu kota Jakarta diguyur hujan lebat, Danur mencoba membawa kendaraannya dengan hati hati. Seiring dengan waktunya para karyawan kantor pulang jalan jalan mulai menjafi macet. Kendaraan roda empat dan roda dua merayap ditengah guyuran air hujan.


Jam 7.30 ahirnya sampai juga Danur didaerah Pondok Indah.


Dengan mengenakan jasnya Danur turun menutupi kepalanya dari guyuran hujan. Hampir saja ia tergelincir karena jalanan yang licin.

__ADS_1


"Assalamualaikum!" ucap Danur agak keras didepan pintu kamar kos Arini.


Arini sempat melongo dijendela kacanya dan terkejut melihat Danur yang basah kuyup.


"Ya Allah!" ucapnya dan langsung membukakan pintu.


"Ya ampun mas! ko ga nelpon dulu? Ayo masuk aduh sakit nanti kamu"


"Aku ga bisa call..pandanganku konsentrasi kedepan takut ketabrak..padahal tadi kan udaranya bagus waktu keluar kantor"


Arini yang sudah kangen dengan Danur langsung memeluk kekasihnya, ia tidak hiraukan baju Danur yang basah.


Danur mendarat kecupan 2 kali dibibir kekasihnya.


"Ayok masuk mas..anginnya kenceng banget!"


"Minta anduk sayang"


"Iya iya masuk dulu..langsung kekamar mandi dibelakang, nanti aku kasihkan handuknya"


Danur melepaskan sepatu dan kaos kakinya yang basah dan sambil berjingkat jingkat ia kearah kamar mandi dibelakang.


Air dingin itu terasa segar membasahi sekujur tubuhnya.


"Mas! aku taro anduknya digagang pintu ya!"


"Ko ga dianterin kedalam?" canda Danur.


"Jangan ya..nanti bisa berabe!" jawab Arini.


...○○○○○...


Hanya dengan ditutupi sehelai anduk ahirnya Danur keluar dari kamar mandi. Arini tidak menampik ketika melihat bidangnya tubuh Danur yang bak seorang olahragawan.


"Arini maaf, apa ada baju yang sedikit longgar?"


Arini tersenyum malu, ia mencoba mencari dilemarinya tapi jelas tidak ada. Ahirnya ia memberikan kain sarung shalat saja untuk menutupi tubuh Danur.


"Pakai ini dulu ya mas, nanti kalau bajumu kering baru diganti"


Danur tersenyum dan menerima sarung itu untuk menutupi tubuh bagian atasnya.


"Yang kurang bakul satenya yo?" ujar Danur bercanda.


"Haha..bakul sate kaya gitu pasti banyak mba mba yang beli" jawab Arini.


Danur menarik tubuh Arini dan ia langsung mencium bibir gadis itu.


"Mas..awas, banyak setan sekarang ati ati" ucap Arini sambil menundukkan kepalanya.


"Ya aku tau..dari tadi membisikan kata kata indah dikupingku sayang..."

__ADS_1


...■■■■■...


__ADS_2