
Terasa perjalanan 1 jam diudara seakan hanya 10 menit. Arini dan Danur yang kini sedang dalam posisi saling jatuh cinta, hanya saling mengelus tangan. Sesekali Danur mengusap rambut dikepala Arini.
Mereka membetulkan letak duduk mereka pas ketika suara pemberitahuan di Loudspeaker menjelaskan bahwa pesawat akan mendarat.
"Yang, apa kamu jadi mau ambil kamar kos dideket Pondok Indah atau yang dideket Tebet?" tanya Danur.
"Aku mau ambil yang diPondok Indah mas, soalnya yang diPondok Indah dapet sarapan pagi dan ibu kosnya jeliatan enak santai.."
"Oh baik..nanti aku disharelok ya lokasinya"
"Heeh siap"
...○○○○○...
Diarea kedatangan, Tasya sudah semenjak setengah jam yang lalu berada diarea penjemputan itu. Karena masih ada waktu ia kemudian duduk di Cafe Oh La la sambil minum es kopi. Wajahnya agak tegang, kegemaran buruknya yang sudah cukup lama ia buang kini telah kembali. Ia duduk diSmoking area dan mulai menyalakan sebatang rokok. Seorang laki laki muda nampak memperhatikan dari meja sebelah. Tapi Tasya cuek saja.
Tangannya gemetar, ia sudah tidak sabar menunggu kedatangan Arini. Perasaan dalam hatinya bergejolak. Kenapa ia harus menemukan peristiwa itu? Ia jadi membenci papanya. Ia jijik melihat papanya yang sudah tua tapi kini mempunyai wanita lain selain mamanya yang ia cintai.
Kala itu mereka baru saja kembali dari Jogja, ketika ia menerima sebuah pesan pendek dari Tiur sahabat karibnya diCitibank.
"Tas, nanti kalo sudah sampe rumah call aku VERY URGENT" Itulah pesan pertama dari Tiur.
Dan, ketika mereka sudah di rumah Tasya langsung masuk kekamar tidurnya dan mengontak Tiur.
"Hai ada apa sih? ko serem amat pesanmu?"
"Sst..kamu dikamar tidur sendirian?"
"Iya..ada apa neng? heboh amat!"
"Ketemu aku di Cafe Loji sekarang, penting banget pokonya!"
"Ya ampun aku cape lagi baru aja sampe..ada apa sih?"
"Harus! kamu harus ketemu aku..1 jam sampe kan?"
"Ya ampun! oke oke 1 jam lagi aku kesana"
Itulah awal ia mengetahui sebuah cerita horror yang ia dapati. Di Cafe Loji, Tiur menceritakan bagaimana ia 2 kali melihat papanya keluar dari sebuah hotel bersama seorang wanita. 2 kali pertemuan dengan wanita yang sama.
Kejadian itu sebetulnya sudah agak lama tapi Tiur enggan bercerita namun setelah ia memergoki ke 2 kalinya dengan wanita yang sama. Tiur berinisiatip untuk menceritakan kepada Tasya.
Dan kemarin sore ketika papanya sedang tidur disofa depan TV, Tasya yang sedang duduk tidak jauh dari papanya sempat melirik melihat ada sebuah pesan datang di ponsel papanya dari mba Nani seketarisnya. Aneh ko sore sore gini, mba Nani kirim pesen.
__ADS_1
Hatinya berguncang..apakah mba Nani wanita yang dimaksud Tiur? Dan kenapa mama tidak bisa mendikte keadaan semua ini? Apakah meeting meeting sampai larut malam itu karena papa sedang dengan wanita lain itu?
Itulah sebabnya ia ingin diskusi dengan Arini. Ia melihat Arini sebagai seorang gadis yang dewasa dan mempunyai kepribadian yang tenang. Ia tidak bisa bertukar pikiran dengan Tiur, meskipun Tiur adalah sahabatnya tapi ia lebih cocok membicarakan hal serius dengan Arini.
Rokok extra mild itu ia hisap dalam dalam, pikirannya kacau..ia tidak rela mamanya dipermainkan papanya, mama akan shock mengetahui perihal ini..dan Tasya tidak mau memberikan berita yang jelek seperti ini. Penyakit jantungnya yang lama itu pasti akan kambuh lagi dan mungkin malah berakibat fatal.
Ya ampun papa! kenapa papa berbuat jahat seperti ini kepada mama? Why ?? Apa yang menyebabkan papa tega menghianati mamah?
...○○○○○...
Lewat 25 menit kemudian Tasya sudah berdiri dipintu kedatangan. Ia bisa melihat Arini dan Danur berjalan keluar mendorong 2 koper kecil.
Arini berlari kecil kearah Tasya, dan 2 gadis muda itu saling berpelukan dengan erat.
"Hai Tasya! apa kabar? terima kasih sudah jemput kita! Aku akan naik Grab saja keBogor dan sudah aku order tadi" ucap Danur.
"Oh gitu ya? Padahal rencanaku bisa anter kamu keBogor" jawab Tasya.
"Tidak apa apa sayang, biar mas Danur keBogor kita ngobrolnya biar enak berdua" kata Arini.
"Oke..kita tunggu sampe Grab dateng baru kita keparkir mobil kalo gitu" ujar Tasya.
"Ah ga usah Tasya..hehe kaya anak kecil aja, sudah kalian jalan aja..aku tunggu disini. Ini katanya 10 menit akan datang..Silahkan deh kalian jalan"
"Makasih Tasya sudah jemput Arini"
Merekapun berpisah diluar area penjemputan dan Danur berjalan kearah stand Grab.
Arini terlihat menggandeng tangan Tasya meninggalkan Danur disana.
...○○○○○...
"Kita sarapan bubur ayam ya, nanti kita ngobrol disana" kata Tasya sambil memeluk pinggang Arini.
"Ya, mana aja yang penting kita bisa ngobrol..ada apa sayang ko serius amat?" tanya Arini.
"Aduh aku bingung dan marah bercampur aduk..nanti aku jelaskan lagi detailsnya..Sebelumnya maaf ya aku terpaksa akan mencurahkan sebuah cerita yang tidak bagus kekamu..padahal kamu baru saja kehilangan ayahmu"
"Tidak apa apa Tasya..ayah memang sudah suratannya harus pergi dan aku sudah ikhlas semuanya"
"Sukurlah kalau kamu sudah ikhlas..tapi ngomong ngomong keliatannya kalian jadian ya?"
"Jadian apa ya?" tanya Arini.
__ADS_1
"Alah...aku kan bisa membaca situasi, kamu sama Danur pacaran kan? Kalau memang demikian aku ya seneng liatnya, semoga kalian bisa langgeng dan meneruskan sampe pernikahan"
"Aamiin Tasya..kalem aja dulu kali ya, kita baru mulai ko..wah..ternyata tajem juga perasaanmu Tasya"
"Iya dong! Eh..kita akan satu kantor ya? Tapi tempat kerjaku beda Arini, kamu akan ditempatkan didaerah Kuningan bukan yang diSudirman"
"Oh ya..itu tempat legal departemen memang menurut mas Dedi, banyak juga karyawannya ya..berarti aku dibawah pak Charles Hutagalung. Semoga orangnya baik. Pokonya Alhamdulillah aku ketrima diCitibank!"
"Ya itulah.. Dedi dari kemarin sudah ribut aja ngomongin kamu tentang berhasilnya kamu lolos interview dan diterima kerja"
"Sukurlah..kita mau kemana sekarang?"
"Kita kedaerah BSD disana ada tempat jualan bubur ayam..enak dan ada tempat ngobrol yang enak ga banyak orang"
"Siap..iiih seneng bisa jalan jalan lagi sama kamu diJakarta!"
Tasya memegang erat tangan Arini dan bergegas kearah parkiran mobil.
...○○○○○...
"Pak, ada apa? ko keliatannya serius gitu?"
"Hmm..perasaanku ko tidak enak dari semalam..entah ada apa"
"Sebetulnya aku juga gitu..dari semalam aku ko ga tenang.."
"2 hari yang lalu waktu kita cek out dari hotel Sultan sepertinya aku melihat seorang teman Tasya lagi duduk dicafe deket lobi..entah itu temannya Tasya atau bukan tapi wajahnya mirip..dan dia sempet menengok kearah kita"
"Aduh bapak! Kita memang harus keluar sendiri sendiri jangan barengan seperti biasanya waktu cek out"
"Aah aku jadi ga tenang..ya udah biarin aja..sini kamu"
Nani yang sedang duduk bersila disamping pak Mur yang rebahan ditempat tidur langsung mendekat dan meletakkan kepalanya didada papa Mur.
Laki laki itu mengusap kepala Nani dan menciumnya berkali kali.
"Kita harus secepatnya membeli rumah itu sayang, jadi aman kalau kita mau ketemuan..daripada dihotel..terlalu riskan orang bisa tau" ujar pak Murjono.
"Pak..sudah jam 7, apa ga kemalaman pulangnya?"
"Aku masih kangen sayang" ucap pak Mur, ia membalikkan tubuhnya seraya mencium leher Nani. Gadis itu gemetar dan menggelinjang kegelian....
...■■■■■...
__ADS_1