Rantai Cinta

Rantai Cinta
Sebuah pertemuan maha rahasia.


__ADS_3

Ayam geprek, gado gado, iga bakar, sayur sop dan lain lain semua kesukaan Tasya terhidang dirumah makan ala Sunda itu. Danur tau tentang selera temannya itu. Dan pastinya Tasya akan menghabiskan semua. Untuk itu ia katakan kepada Arini..order semua kesukaan Tasya.


Benar saja apa yang terjadi, meskipun Tasya dalam keadaan kurang positip saat itu karena apa yang baru saja terjadi dikeluarganya..Namun, dengan lahap ia menyantapnya. Satu kelebihan Tasya..dalam hal apapun masalah makan ia akan melupakan segala hal.


Sedang seru serunya mereka berbincang tiba tiba ponsel Danur menyala, sebuah pesan whatsapp masuk. Ia melirik, Loh dari Nani..cepat cepat ia membaca..


"Pak Danur..aku perlu bicara empat mata..penting sekali"


Danur perlihatkan pesan itu ke Arini yang duduk disampingnya.


"Lihat pesan ini" bisiknya.


"Oh..jawab aja mas, kasian mungkin perlu bantuan" bisiknya tanpa membuat orang lain mengetahui.


Danur lalu menulis jawaban..


"Oh ya boleh kapan maunya? kebetulan besok saya free"


"Oke..Jam 11 pagi bisa? klo bisa ketemuan diJak Sel bisa?


"Bisa..yang dekwt sama tempat kamu saja"


"Ke PIM 1 bisa?"


"Bisa"


"Oke ketemu saya di Cafe Monolog ya"


"Oh ya tau saya..oke jam 11 ya"


Nani hanya memberi jawaban dengan tanda jempol.


"Hmm..menarik ya" ucap Danur kepada Arini.


Mereka selanjutnya melanjutkan perbincangan.


"Dan..jadi mba Nani sudah ga dika tor papa lagi ya?" tanya Tasya sambil menyantap iga bakar.


"Sepertinya begitu ya"


"Sukurlah..kalau begitu..semoga mba Nani menemukan pekerjaan yang lebih baik"


"Ya..akupun berpikiran begitu"


...○○○○○...

__ADS_1


Jam 11 pagi sesuai rencana Danur bertemu dengan Nani di Cafe Monolog. Beberapa pengunjung juga sudah ada dibeberapa meja.


Danur kaget melihat perubahan diwajah Nani. Yang ia ingat Nani selalu berpenampilan sexy dan sangat menarik.


Pagi itu Danur melihat seorang wanita yang lesu, dengan kedua mata sembab.


"Hai mba..sudah lama ya kita ga ketemuan..semenjak aku kerja diBogor" ucap Danur mencoba memecah keheningan.


"Ya cukup lama..Pak Danur, aku ga akan berlama lama disini..nanti sore saya akan pulang keBandung"


"Oh? pulang keBandung? Saya kira masih mau bekerja diJakarta?" Sela Danur.


"Tidak pak..saya mau pulang saja mau urus rumah ayah..Oke pak, jadi begini..Sebelumnya saya mau menyampaikan sebuah cerita rahadia..saya mohon pak Danur bisa menjaganya..Saya tidak punya teman lain yang bisa saya percaya hanya pak Danur saja..saya tau pak Danur dekat dengan beliau"


"Sukurlah kalau memang itu yang kamu pikirkan..saya akan menjaga rahasia apapun yang akan kamu ceritakan"


Nani menghela napas dalam dalam..sepertinya ia agak ragu, Danur juga melihat Nani berkali kali menggosok kedua telapak tangannya.


Danur mengangkat sebelah tangannya dan memegang tangan Nani seraya berkata..


"Tenangkan dirimu..saya seorang yang cukup dewasa, percayalah..lepaskan semua yang ada dipikiranmu.."


Nani tersenyum kecil dan mulai bercerita..Ia menceritakan awal pertemuannya dengan pak Mur, dan berseminya cinta diantara mereka. Hubungan merekapun berkembang dimana ahirnya mereka menjadi pasangan selingkuh bertahun tahun lamanya.


Namun, entah apa sebabnya hubungan asmara mereka secara tiba tiba diputuskan oleh pak Mur.


"Saya sebetulnya tidak terima pak..bapak bayangkan..sepenuh hidupku aku tumpahkan ke pak Mur..dia pengganti ayahku yang telah tiada tapi dia juga sudah seperti suami saya. Selama hidup mungkin itulah cinta saya yang sejati yang telah saya berikan..Jiwa raga ini sudah saya serahkan kepadanya! Kenapa tiba tiba saya diputuskan saya tidak mengerti..." Disana Nani terdiam dan ia menundukan kepalanya..pelan pelan ia mengambil sebuah sapu tangan dari dalam tas dan menyeka matanya yang basah.


"Tapi, saya memang salah..saya telah berhubungan dengan suami orang..Oleh sebab itu kenapa saya ingin pulang keBandung agar saya bisa bersama sama ayah lagi.."


Kini gantian Danur yang menghela napas panjang.


"Pertemuan ini sebenarnya adalah saya ingin bantuan dari pak Danur" Tiba tiba Nani mengeluarkan dua amplop besar dari dalam tasnya.


Nani meletakkan dua amplop besar itu diatas meja.


"Didalam 2 amplop ini ada 300juta cash..Saya akan menyerahkan kepada pak Danur..Mohon pak Danur serahkan kembali kepak Mur" ucapnya sambil mendorong 2 amlop besar itu kearah Danur.


"Waduh..kenapa kamu tidak lakukan transfer saja? Itu lebih aman" ucap Danur.


"Memang tadinya saya berpikir demikian, tapi saya takut ada yang tau..saya tidak mau ada drama lagi..dan saya tau bapak dekat dan sayang ke pak Danur..oleh karenanya dengan kerendahan hati saya mohon bantuan bapak agar bisa mengembalikan wang ini..saya tidak mau rumah itu"


"Baiklah kalau itu yang kamu inginkan..meskipun dengan berat hati tapi saya juga ingin semuanya selesai..jaga dirimu baik baik diBandung ya, hubungi saya apabila ingin bantuan, saya akan selalu membantumu.."


"Terima kasih pak Danur atas kebaikan bapak..saya mau ijin pamit pulang dulu pak, mohon maaf apabila ada kesalahan kesalahan dari saya"

__ADS_1


Nani lalu berdiri mengambil tas yang ia letakan dilantai dan berjalan kearah luar.


Danur masih tetap duduk dicafe dan mulai mencicipi kopi panas yang telah ia pesan, Ua sedang memikirkan bagaimana langkah selanjutnya untuk menghadapi pak Mur.


...○○○○○...


"Hendri, bagaimana dengan gadis itu..dia sudah siap untuk kita hadapkan didepan pak Mur?" Tanya pak Hari kepada anaknya.


"Wah ga tau nih pap..tadi saya kontak tapi keliatannya dia ogah ogahan membantu kita bahkan katanya dia ga mau kerja sama dengan kita"


"Loh ko gitu? kamu kasih hadiah ga?"


"Aku kasih pah..mahal lagian! kurang ajar tu cewe!"


"Ga jadi masalah..toh kita masih ada Nani seketarisnya..dia akan ungkapkan semuanya didepan pak Mur..kita akan bikin malu dia"


"Oke..kita akan kesana besok senin ini..kita liat gimana reaksi pak Mur waktu kita kasih tau latar belakang dia" ujar Hendri dengan penuh keyakinan.


"Pah..seketaris itu jadinya akan aku siapkan menjadi seketarisku ya.."


"Oh itu terserah kamu..kalo untuk papa yang paling penting perusahaan itu menjadi milik kita!"


...○○○○○...


"Halo selamat pagi bapak, maaf ganggu saya takut bapak akan ada acara keluar..jadi saya call sebelum belum berangkat kerja"


"Oh Danur! ada apakah gerangan pagi pagi?"


"Ini pak..ada sesuatu penting yang perlu saya sampaikan hari ini..sifatnya empat mata"


"Loh ada apa Dan? Kenapa serius amat..pribadi atau kerjaan?"


"Pribadi bapak..sangat penting, maaf ada kaitannya dengan mba Nani"


Dheg..dheg..dheg..


Jantung pak Mur berdetak kencang mendengar nama itu.


"Baiklah..saya akan tiba jam 9 pagi ini, langsung saja kekamar saya"


"Baik pak terima kasih sebelumnya"


Ketika pembicaraan dimatikan, pikiran pak Mur langsung berputar ada apa gerangan dengan Nani dan kenapa datangnya dari Danur? Apakah ia sudah mengetahui?...


...■■■■■...

__ADS_1


__ADS_2