Rantai Cinta

Rantai Cinta
Kabar dari Tasya


__ADS_3

"Kamu sudah siap sayang? kalo sudah yuk kita berangkat..takut hujan bisa macet jalanan kebandara" ucap Danur.


"Ayok mas, tadi sudah ke pak RT terus ke bu Jaelani dan pak Mursyid mereka banyak bantu acara pemakaman..bapak ikut tho?"


"Ya..ayah nyupir mbok Narti mau ikut juga"


"Oke..aku siap"


"Aku ikut ya ndok" ucap mbok Narti sambil mengunci jendela.


"Monggo..pintu belakang apa sudah ditutup?..aku ko lupa" ucap Arini.


"Sampun" jawab mbok Ratni.


"Weleh mendung lagi, ayo kita berangkat deh" ajak pak Rekso sambil memandang kelangit. Udara kota Jogja agak sejuk, semilir angin berembus menyejukkan keadaan"


...○○○○○...


Setelah 30 menit perjalanan Selena's dari rumah tiba tiba ponsel Arini berdering...


"Halo Tasya! kita baru menuju kebandara sekarang"


"Hai.." Hanya itu saja yang diucapkan Tasya. Loh ada apa? pikir Arini ko hanya itu yang diucapkan.


"Tasya...kenapa kamu?"


Beberapa saat tidak ada suara, ahirnya Tasya berkata..


"Eh maaf..selamat ya Arini aku denger dari Dedi kamu diterima diCitibank" ucap Tasya datar.


"Lha ko gitu suaranya? mustinya kan happy..ada apa sayang?"


"Hmmm..gimana ya aku mau mulai"


"Opo tho..aah jangan gitu gitu, ayo cerita ada apa"


Pembicaraan Arini dan Tasya menarik perhatian Danur, ia menoleh kearah belakang dengan ekspresi muka agak bingung.


"Aku punya satu cerita membingungkan..tapi ga tau darimana mau mulai..ya udah kalian berangkat aja dulu..nanti jam 10 pagi mendaratnya kan?"


"Ya betul jam 10"


"Oke aku jemput ya, hari ini aku ambil off..jangan bilang Dedi aku mau jemput ya, soalnya aku bilang aku sedang ga enak badan jadi ga bisa masuk kantor" ucap Tasya. Nadanya seperti yang sedang dalam keadaan stres.

__ADS_1


"Ya sudah..nanti kita ngobrol deh, makasih kamu akan jemput kita ya, ngerepotin, tapi aku seneng denger kamu akan jemput kita..Tasya, kamu santai aja dulu..tenang ya. Kalo boleh tau kasih aku judulnya sedikit aja bisa?"


"Hmm..tentang papah..aduuh! ya udah itu aja, nanti aku bicarakan"


"Oke deh.. bye sayang"


Arini jadi bingung..ada apakah gerangan? Kenapa Tasya berkata bahwa ini tentang pak Mur?


"Tasya lagi bingung kayanya.." ucap Danur.


"Ga tau mas..dia mau bicara nanti, oya Tasya akan jemput kita dibandara. Mas..kayanya ko agak serius"


"Alhamdulillah ada yang jemput..kasian sampe ngerepotin. Tasya kebingungan apa?"


"Entah ya..tapi dia kasih judulnya..yaitu tentang pak Mur"


"Ooh tentang pak Mur..ya ya mungkin aku tau permasalahan itu" ucapbDanur kembali menatap kearah depan.


"Loh..apa mas? ada sesuatu yang gawat? sakitkah pak Mur?"


"Hmm..iya sakit..pak Mur sakit jiwanya"


"Huussh! opo tho mas?! ngomong ko ngawur"


"Ya ceritakan saja disini..ra opo opo, kita semua sudah dewasa..Ono opo tho Dan?" Kini giliran pak Rekso yang kebingungan.


...○○○○○...


Danur memandang keluar jendela dan menarik napas panjang, Arini menatap kearah Danur yang duduk didepan disamping ayahnya.


"Kalian jangan kaget ya..ini rahasia sangat besar, nanti kalo Tasya cerita seperti yang aku bilang dengarkan saja..biarkan dia mengeluarkan unek unek sama kamu..dia sudah jadikan kamu sahabat karibnya"


"Iya iya..opo tho cepetan ah, jadi penasaran mas"


"Sudah hampir 1 tahun ini aku melihat suatu keanehan dikantor pusat. Karena aku sering mondar mandir masuk keluar kantor orang bahkan masuk keluar hotel untuk urusan bisnis makanya aku menemukan keganjalan ini..Sudah beberapa kali dalam satu tahun belakangan, aku memergokin pak Mur jalan sama mba Nani sekprinya"


"Lha ya jalan berdua biasa tho, apalagi seketaris pribadi kan harus mendampinginya terus" ucap pak Rekso.


Mbok Narti yang tidak mengerti permasalahan jadi hanya sebagai pendengar yang setia saja. Ia menoleh kearah Arini ketika bicara dan kearah Danur juga.


"Bukan pak, sudah beberapa kali ketika aku ada kunjungan kesebuah hotel berbintang, aku melihat pak Mur keluar dari pintu lift gandengan tangan dengan mesra bersama mba Nani. Tapi mereka pulang dengan kendaraan yang berbeda"


"Ya Allah..masa sih?" ucap pak Rekso.

__ADS_1


"Waduh..waduh! Apa ini berarti Tasya mengetahui? makanya dia mau tukar pikran sama aku? Pantesan suaranya seperti yang stres gitu" ucap Arini.


"Untung kamu masuk kantor lusa, jadi masih bisa ngobrol santai sama Tasya..Gini aja, nanti aku mau naik grab aja dari bandara keBogor..kalian jalan aja berdua..Aku ga apa apa, kayanya dia perlu perhatian sekarang" kata Danur.


"Ya ampun mas..kamu ko baik amat..Yo wes kalo gitu, nanti malam aku masih nginep dirumah pak Mur ko, besok masih ada waktu untuk aku ngecek kamar kontrakan..Biar hari ini dia puaskan uneg unegnya ke aku"


"Aku sebetulnya agak rikuh kalo dideket pak Mur dan disana ada mba Nani..karena aku tau dibelakang keseriusan yang mereka tampilkan ada terjalin sebuah hubungan asmara yang terselubung"


"Wuih..merinding dengernya aku" kata Arini.


"Lha kui kan mirip kasusnya pademu si Warno" tiba tiba mbok Narti menyela pembicaraan.


"Lha ono opo sama mas Warno? Aah kamu tebar gossip wae... Warno kan guru ngaji tho?!" kata pa Rekso.


"Heh jaman saiki mau guru ngaji mau ustad kalau hatine wes blong! Setan aja ditemenin!" jawab mbok Narti.


"Lha terus ceritanya apa sama mas Warno?"


"Dia kan guru ngaji, Nah salah satu muridnya adalah seorang janda, entah piye mereka pacaran!" jawab mbok Narti.


"Alah! terus kamu tau dari mana?" tanya pak Rekso sengit.


"Itu kan sebentar lagi si Warno akan cerai sama istrinya! Mba Sum bojone pernah dateng ke aku nangis nangis..juga mba Sum punya bukti kalo mereka pacaran..ternyata, salah satu murid lainnya pernah ngadu ke mbak Sum bahwa mas Warno ada main sama janda itu!"


"Cantik?" kejar pak Rekso jadi penasaran.


"Cantik?..weleh, menurut mba Sum body nya perempuan itu kaya drum! gendut! terus mukanya ada kaya plek plek hitam! Lha ko demen ya mas Warno sama orang kaya gitu?"


"Lho mbok Narti iki ga ngerti..laki laki itu ya, kadang kadang kalau keluar gilanya akan cari yang tidak dia punya..contoh, mba Sum itu kan kurus tho? Lha cewenya mas Warno itu gendut! Pasti dia pingin yang beda gitu loh Haha!" Canda pak Rekso.


"Wuish ngedabrus koe! Kalo cinta ya apa aja pasti demen dan ga ninggalin..ya ga Arini? Betul ga saya?" ujar mbok Narti sambil mencibirkan bibirnya.


"Hehe..betul sekali mbok..saya setuju!"


"Haha..Tuh sudah sampe kita, wah ini semua gara gara Jokowi..bandara kita uapik tenan!" kata pak Rekso mengelak.


"Iya emang ini jadi kebanggaan kita semua..apalagi jalan tolnya keren banget!"


Kendaraan pak Rekso memasuki area bandara dan langsung menuju parkiran keberangkatan.


"Alhamdulillah aku bisa melihat bandara, belom pernah aku kesini" ucap mbok Narti.


"Oke mbok, nanti kita foto foto didalam..soale cakep didalam"

__ADS_1


...■■■■■...


__ADS_2